Jakarta – Harga bitcoin (BTC) berbalik arah melemah pada perdagangan Rabu, (14/10/2026). Koreksi harga bitcoin (BTC) dinilai di tengah ketidakpastian ekonomi global mendorong pelaku pasar untuk mencermati berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi kripto.
Mengutip coinmarketcap.com pada Rabu siang pukul 13.26 WIB, harga bitcoin turun 0,28% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekah terakhir, harga BTC terpangkas 0,92%. Kini, harga BTC di posisi US$ 83.400 atau Rp 1,49 miliar.
BACA JUGA:Paus Bitcoin Bangkit Setelah 6 Tahun, Pindahkan BTC Rp 6,76 Triliun
BACA JUGA:Harga Kripto 14 Oktober 2026: Bitcoin Melonjak, Zcash Melambung 7,52%
BACA JUGA:TD Cowen Sebut Usulan Aturan Kripto CFTC Harus Rampung Sebelum 2028
Adapun harga bitcoin ini juga berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 126.198,07 pada 6 Oktober 2026. Pergerakan ini berlangsung di tengah tekanan pasar yang dipengaruhi oleh sejumlah perkembangan ekonomi dan geopolitik.
Bittime menilai, pergerakan bitcoin perlu dipahami dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global, bukan hanya perkembangan internal industri kripto. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn mengatakan, pergerakan bitcoin saat ini perlu dilihat dalam konteks ekonomi global yang lebih luas.
“Perubahan ekspektasi suku bunga, penguatan dolar AS, dan ketidakpastian geopolitik dapat memengaruhi selera risiko investor. Karena itu, penting bagi pelaku pasar untuk memahami bagaimana berbagai faktor tersebut saling berkaitan sebelum mengambil keputusan,” ujar Ryan dikutip dari keterangan resmi, Rabu, (14/10/2026).
Tiga Faktor yang Perlu Dicermati dari Pergerakan Bitcoin
Salah satu faktor yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di tengah ketidakpastian geopolitik. Dalam laporan pada 12 Oktober 2026, Reuters menyoroti penguatan dolar AS ke dekat level tertinggi dalam 18 bulan, didukung permintaan terhadap aset yang dianggap lebih aman dan perhatian investor terhadap data inflasi AS. Perubahan sentimen tersebut menjadi konteks penting dalam memahami minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2026/01/06/861433562.jpg)
/2024/12/09/820861297.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002630/original/007588900_1731407780-22.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372680/original/084137500_1791886721-WhatsApp_Image_2026-10-12_at_16.01.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050779/original/091139900_1522730510-20180403-Bitcoin-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)