• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Kamis, Juli 30, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    BP AKR Ungkap Alasan Tak Naikkan Harga BBM di Tengah Melonjaknya Harga Minyak Dunia

    BP AKR Ungkap Alasan Tak Naikkan Harga BBM di Tengah Melonjaknya Harga Minyak Dunia

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    BP AKR Ungkap Alasan Tak Naikkan Harga BBM di Tengah Melonjaknya Harga Minyak Dunia

    BP AKR Ungkap Alasan Tak Naikkan Harga BBM di Tengah Melonjaknya Harga Minyak Dunia

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Utilisasi Produksi Keramik Di Bawah Ekspektasi, Melandai ke 70% pada Kuartal I-2026

Utilisasi Produksi Keramik Di Bawah Ekspektasi, Melandai ke 70% pada Kuartal I-2026

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-03-24
0

Utilisasi Produksi Keramik Di Bawah Ekspektasi, Melandai ke 70% pada Kuartal I-2026

wmhg.org – JAKARTA. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mencatat tingkat pemanfaatan kapasitas produksi (utilisasi) keramik nasional melandai pada awal tahun ini. Rata-rata utilisasi produksi keramik nasional hingga menjelang akhir kuartal I-2026 hanya mencapai sekitar 70% – 72%.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto mengungkapkan tingkat utilisasi tersebut di bawah ekspektasi atau masih meleset dari target Asaki dengan rata-rata utilisasi 80% pada 2026. Rata-rata utilisasi pada awal tahun ini juga sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 73%.

Asaki membeberkan sederet tantangan yang mengadang industri keramik nasional, terutama soal pasokan dan harga gas industri serta ancaman dari serbuan produk impor yang kembali menekan produsen lokal. Edy menyoroti gangguan pasokan gas industri pada awal tahun 2026 yang terjadi di wilayah Jawa bagian Barat dan Jawa bagian Timur.

Akibat gangguan pasokan gas pada Januari 2026 tersebut, Edy mengatakan bahwa sejumlah industri keramik di Jawa Timur terpaksa menghentikan operasional produksi sekitar satu minggu. “Gangguan suplai gas ini berdampak langsung terhadap operasional pabrik dan produktivitas industri,” kata Edy kepada Kontan.co.id, Selasa (24/3/2026).

Selain gangguan pasokan, Asaki menyoroti penurunan Alokasi Gas Industri Tertentu (AGIT) serta kenaikan harga surcharge gas. Edy menggambarkan, rata-rata AGIT di Jawa Barat sepanjang 2025 berada di level 67%, turun dari tahun 2024 yang mencapai sekitar 79%. Penurunan kembali terjadi pada awal tahun 2026, dengan rata-rata AGIT pada Februari 2026 hanya mencapai sekitar 49%.

Kondisi serupa terjadi di Jawa Timur, dengan rata-rata AGIT hanya sekitar 51% pada Februari 2026. Penurunan ini berdampak langsung terhadap lonjakan harga gas ke level US$ 10 – US$ 10,5 per million british thermal unit (MMBTU) di Jawa Barat dan sekitar US$ 8 per MMBTU di Jawa Timur.

Menurut Edy, kondisi supply gas dengan penerapan AGIT 50% – 55% tidak sesuai dengan tujuan awal dari kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Harga gas aktual yang dibayar oleh industri penerima berada di US$ 10 – US$ 10,5 per MMBTU. Ini berarti industri harus membayar 40% lebih tinggi dari HGBT US$ 7 per MMBTU yang tercantum di dalam Kepmen ESDM No.76K/2025, ungkap Eddy.

Akibatnya, porsi biaya energi dalam struktur biaya produksi industri keramik melonjak menjadi 33% – 35%. Sebagai perbandingan, saat kebijakan HGBT mulai diterapkan pada tahun 2021, pelaku industri keramik bisa menekan biaya energi di level 25% – 27%.

Asaki pun mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis. Salah satunya dengan menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) gas bumi serta mengurangi porsi ekspor gas demi menjaga ketahanan energi nasional.

Asaki meminta DMO gas bumi diprioritaskan untuk industri manufaktur nasional. “Gas bumi seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan industri dalam negeri yang memiliki multiplier effect besar, seperti penyerapan tenaga kerja dan mendorong investasi baru,” ungkap Edy.

Edy menegaskan, kepastian pasokan dan harga gas yang terjangkau menjadi faktor krusial bagi daya saing industri keramik nasional. Apalagi, serbuan produk impor terutama dari China dan India kembali menghantui produsen lokal. 

Edy pun mengaitkan persoalan ini dengan dampak yang bergulir dari gejolak di Timur Tengah, imbas konflik Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Asaki menyoroti potensi pengalihan ekspor keramik dari China dan India ke Indonesia akibat terganggunya pasar utama kedua negara tersebut di kawasan Timur Tengah.

Edy mengingatkan bahwa kondisi ini bisa membahayakan industri keramik nasional, mengingat industri keramik di China dan India tengah mengalami oversupply dan overcapacity. Terlebih, produk impor dari dua negara tersebut lebih kompetitif karena biaya produksi yang lebih rendah. Sementara industri keramik dalam negeri justru tengah dibebani kenaikan biaya energi.

Kenaikan komponen biaya energi dari 27% ke 35% menggerus daya saing industri keramik nasional. Di satu sisi, ancaman pengalihan pasar ekspor keramik China dan India ke Indonesia dari pasar utama mereka di Amerika dan Timur Tengah. Apalagi China dan India mengalami kondisi oversupply dan overcapacity, sehingga ancaman gempuran impor yang disertai unfairtrade harus menjadi alarm, tegas Edy.

Selain itu, Edy menambahkan bahwa pelaku industri keramik nasional juga dibayangi tekanan dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pasalnya, pembayaran gas ke pemasok utama, yakni PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menggunakan kurs dolar AS,  sehingga situasi saat ini meningkatkan beban biaya produksi.

Sebelumnya, Asaki telah menyusun outlook dan peta jalan (roadmap) pengembangan industri keramik nasional dengan pendekatan yang optimitis. Asaki menargetkan utilisasi produksi keramik nasional bakal terus naik dari 73% pada 2025, mendaki ke level 80% pada tahun ini.

Sedangkan pada tahun depan, Asaki membidik utilisasi produksi keramik bisa naik menjadi 85%. Setelah itu, 2028 seterusnya, kami memberanikan diri untuk set (target utilisasi) di atas 90%, kata Edy pada agenda pelantikan Dewan Pengurus Asaki Periode 2026 – 2029 di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada 3 Februari 2026.

Tak hanya utilisasi, kapasitas produksi industri keramik pun bakal naik. Edy membeberkan bahwa kapasitas produksi industri keramik nasional tahun lalu berada di level 650 juta meter². Kapasitas terpasang akan bertambah sekitar 4% menjadi 672 juta meter² pada tahun ini.

Dua tahun ke depan, paling lambat 2028 ada tambahan lagi sehingga mencapai 701 juta meter². Nah, ini semakin mengokohkan industri keramik (Indonesia) pada lima besar dunia, sebut Edy.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri keramik bersifat siklikal. Kinerjanya akan sangat dipengaruhi oleh dinamika pertumbuhan makro ekonomi, terutama dari sisi aktivitas pembangunan di sektor properti dan konstruksi.

Berdasarkan data Kemenperin, saat ini Indonesia memiliki 36 perusahaan keramik dengan total kapasitas terpasang sebesar 650 juta meter². Indonesia merupakan negara produsen keramik terbesar kelima di dunia. Adapun, empat produsen keramik terbesar adalah China, India, Brazil dan Vietnam.

Saat ini, rata-rata konsumsi keramik di Indonesia baru sekitar 2,5 meter² per kapita. Masih di bawah rata-rata regional Asia Tenggara dengan konsumsi keramik 3 – 3,5 meter² per kapita, maupun negara produsen utama seperti China yang mencapai 4 meter² per kapita.

Menurut Agus, data tersebut menunjukkan potensi pasar domestik masih sangat besar untuk dapat dikembangkan, sekaligus menjadi peluang ekspansi bagi industri keramik. Kami juga optimis bahwa dengan kinerja yang terus meningkat dengan baik, misi kita untuk menjadikan sektor keramik naik tingkat ke posisi keempat dunia bisa segera tercapai, ungkap Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Penambang Bitcoin Tinggalkan Kripto, Lebih Untung Garap AI

Penambang Bitcoin Tinggalkan Kripto, Lebih Untung Garap AI

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Top 3: Pria Sidoarjo Gratis Isi BBM Pertamax Setahun Gara-Gara Aksi Heroik di SPBU

Top 3: Pria Sidoarjo Gratis Isi BBM Pertamax Setahun Gara-Gara Aksi Heroik di SPBU

2024-08-16
Hari Ini, Jokowi Sampaikan 2 Pidato Kenegaraan di Gedung DPR MPR

Hari Ini, Jokowi Sampaikan 2 Pidato Kenegaraan di Gedung DPR MPR

2024-08-16
Rincian Jadwal Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR – DPD 2024, dan Pembacaan Nota Keuangan 2025

Rincian Jadwal Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR – DPD 2024, dan Pembacaan Nota Keuangan 2025

2024-08-16
IFG Pangkas 12 Entitas, Bos Danantara Soroti Misinvestment

IFG Pangkas 12 Entitas, Bos Danantara Soroti Misinvestment

2026-07-24
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Juli 2026, Antam Tembus Rp 2,7 Juta per Gram

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Juli 2026, Antam Tembus Rp 2,7 Juta per Gram

2026-07-30
Prediksi Harga Emas 28 Juli 2026, Resistance US$ 4.089 Jadi Penentu

Prediksi Harga Emas 28 Juli 2026, Resistance US$ 4.089 Jadi Penentu

2026-07-30
Cek Harga Emas 24 Karat Hari Ini di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata

Cek Harga Emas 24 Karat Hari Ini di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata

2026-07-30
Tongkat Estafet Gubernur BI Berpindah, PR Menanti Pengganti Perry Warjiyo

Tongkat Estafet Gubernur BI Berpindah, PR Menanti Pengganti Perry Warjiyo

2026-07-30

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Bitmine Kini Genggam 5,79 Juta Ethereum

Bitmine Kini Genggam 5,79 Juta Ethereum

2026-07-30
0
Harga Kripto 29 Juli 2026: Ethereum Memimpin Kenaikan

Harga Kripto 29 Juli 2026: Ethereum Memimpin Kenaikan

2026-07-30
0
Proyek Kripto Rugi Rp 18 Triliun Gara-Gara Peretasan

Proyek Kripto Rugi Rp 18 Triliun Gara-Gara Peretasan

2026-07-30
0
Emirates Kini Terima Pembayaran Kripto

Emirates Kini Terima Pembayaran Kripto

2026-07-30
0
Harga Memecoin CATE Melonjak 25%, Video Anak Kucing Jadi Pemicu

Harga Memecoin CATE Melonjak 25%, Video Anak Kucing Jadi Pemicu

2026-07-30
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Juli 2026, Antam Tembus Rp 2,7 Juta per Gram

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Juli 2026, Antam Tembus Rp 2,7 Juta per Gram

2026-07-30
Prediksi Harga Emas 28 Juli 2026, Resistance US$ 4.089 Jadi Penentu

Prediksi Harga Emas 28 Juli 2026, Resistance US$ 4.089 Jadi Penentu

2026-07-30

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.