• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Jumat, Juli 3, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

    Sasar Segmen Premium, Induk OYO Indonesia Ekspansi Properti di Bali & Kota Berkembang

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Mulai 2026, Produksi Migas Digenjot dan Batubara Dikendalikan

Mulai 2026, Produksi Migas Digenjot dan Batubara Dikendalikan

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-12-23
0

Mulai 2026, Produksi Migas Digenjot dan Batubara Dikendalikan

wmhg.org – JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyusun arah kebijakan sektor energi yang akan dijalankan mulai 2026.

Fokus utama kebijakan tersebut diarahkan pada penguatan ketahanan energi nasional, peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas), percepatan transisi energi, serta pengendalian produksi mineral dan batubara agar tetap sejalan dengan dinamika pasar global.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, program Kementerian ESDM pada 2026 akan menitikberatkan pada peningkatan kemandirian energi.

Salah satu target utama ialah mendorong produksi minyak bumi minimal mencapai 610.000 barel per hari (bph), lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun berjalan.

“Program Kementerian ESDM 2026 utamanya adalah peningkatan ketahanan dan kemandirian energi,” ujar Yuliot kepada Kontan, Selasa (23/12).

Selain migas, sambung Yuliot, pemerintah juga akan mempercepat implementasi program bioenergi. Mulai tahun depan, bauran bahan bakar nabati ditingkatkan melalui penerapan biodiesel B50, bioetanol E10–E15, hingga pengembangan bioavtur untuk sektor penerbangan.

Di sisi hilir, pemerintah mendorong peningkatan kapasitas pengolahan minyak di dalam negeri, baik melalui optimalisasi kilang eksisting maupun pembangunan kilang baru.

Kebijakan lainnya mencakup percepatan pengembangan energi hijau guna meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT), serta penambahan kapasitas terpasang daya listrik, terutama di daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemerintah juga melanjutkan program listrik desa dan bantuan pasang baru listrik untuk memperluas akses energi.

Dari sisi hulu migas, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) sebelumnya telah mengunci target investasi sebesar US$ 16 miliar atau sekitar Rp 266,04 triliun pada 2026. Investasi tersebut diarahkan terutama untuk mendorong eksplorasi agresif.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, target tersebut telah dimasukkan dalam work program and budget (WP&B) 2026. SKK Migas menargetkan pengeboran minimal 100 sumur eksplorasi, pelaksanaan 100 kegiatan multi-stage fracturing (MSF), serta pengeboran 100 sumur di struktur atau lapangan baru.

“Dalam work program and budget 2026, paling tidak minimum 100 sumur eksplorasi, kemudian 100 MSF, dan 100 sumur di struktur atau lapangan-lapangan baru,” ujar Djoko saat Rapat Koordinasi Dukungan Bisnis (Rakor Dukbis) SKK Migas 2025 di Sentul, Bogor, Rabu (3/12).

Djoko menjelaskan, saat ini tim teknis SKK Migas tengah memetakan sekitar 300 struktur potensial sebagai calon titik pengeboran. Selain eksplorasi, lembaga tersebut juga membidik kenaikan lifting minyak menjadi 610.000 bph pada 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi 2025 sebesar 605.000 bph.

Optimisme tersebut ditopang oleh penerapan teknologi peningkatan produksi, seperti enhanced oil recovery (EOR), optimalisasi sumur tua dan sumur idle, serta pengelolaan sumur masyarakat.

Namun, Djoko mengakui target tersebut masih dibayangi sejumlah tantangan, mulai dari perizinan, ketidakpastian rantai pasok pengadaan, kesiapan vendor nasional, hingga pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Meski demikian, Djoko menilai terdapat perbaikan pada aspek monetisasi gas, khususnya dalam proses negosiasi harga.

“Untuk negosiasi harga gas yang sebelumnya sangat lama, sekarang alhamdulillah bisa selesai dalam waktu kurang dari satu jam, bahkan lima sampai 10 menit,” katanya.

Sementara itu, dari sektor batubara, industri diperkirakan masih menghadapi tekanan pada 2026 seiring melemahnya permintaan global.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani memperkirakan harga batubara tahun depan relatif stabil dan tidak akan mengalami perubahan signifikan dibandingkan rata-rata tahun ini.

APBI mencatat target produksi batubara nasional 2025 sebesar 735 juta ton berpotensi tidak tercapai. Hingga pertengahan tahun, realisasi produksi tertinggal akibat penurunan permintaan dari pasar utama seperti China dan India. 

Menurut Gita, langkah pemerintah menyesuaikan target produksi merupakan keputusan yang rasional.

“Penetapan target sudah melalui berbagai pertimbangan, baik dari sisi kebutuhan nasional maupun dinamika pasar global,” ujarnya.

Pandangan senada disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Hendra Sinadia. Ia memperkirakan produksi batubara nasional tahun ini hanya sekitar 779 juta ton, turun sekitar 55 juta ton dibandingkan 2024.

Pelemahan ekonomi China, perang tarif, serta tren transisi energi menjadi faktor utama penurunan permintaan.

“Melihat dinamika pasar seperti ini, langkah pemerintah melakukan kontrol produksi merupakan pilihan rasional,” kata Hendra.

Namun, ia mengingatkan agar penurunan target produksi 2026 hingga di bawah 700 juta ton perlu dikaji secara mendalam karena berpotensi berdampak besar terhadap industri tambang, jasa penunjang, logistik, dan masyarakat sekitar tambang.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy menambahkan, produksi batubara nasional hingga September 2025 baru mencapai 509 juta ton, turun sekitar 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan tren tersebut, produksi sepanjang 2025 diperkirakan hanya 700 juta ton–720 juta ton.

Ia menilai proyeksi produksi batubara 2026 di bawah 700 juta ton cukup realistis, mengingat ketergantungan ekspor Indonesia pada Tiongkok dan India.

Di sisi lain, konsumsi domestik diperkirakan stabil di kisaran 210 juta ton–230 juta ton per tahun, sehingga penurunan ekspor sulit sepenuhnya ditutup oleh permintaan dalam negeri.

Selanjutnya: Harga Minyak Relatif Stabil di Tengah Isu Venezuela dan Ketegangan Rusia-Ukraina

Menarik Dibaca: KAI Dorong Pelanggan Manfaatkan Access by KAI untuk Mudahkan Perjalanan Nataru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Rais Aam PBNU Kembali Mangkir, Para Kiai Sepuh Khawatir NU Terancam Pecah

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Hilirisasi Emas Indonesia Paling Lengkap, dari Tambang hingga Produk Keuangan

Hilirisasi Emas Indonesia Paling Lengkap, dari Tambang hingga Produk Keuangan

2026-03-09
Ini 21 Daftar Koperasi yang Jalankan Kegiatan di Sektor Jasa Keuangan

Ini 21 Daftar Koperasi yang Jalankan Kegiatan di Sektor Jasa Keuangan

2025-01-16
Purbaya Usul Anggaran Kemenkeu Rp 52 Triliun di 2026, Paling Besar Buat Pelayanan Umum

Purbaya Usul Anggaran Kemenkeu Rp 52 Triliun di 2026, Paling Besar Buat Pelayanan Umum

2025-09-12
Kabar Gembira! BLT Rp 30 Triliun Mulai Ditransfer Minggu Depan

Kabar Gembira! BLT Rp 30 Triliun Mulai Ditransfer Minggu Depan

2025-10-19
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

2026-06-25
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

2026-06-25
Update Harga Emas Pegadaian Rabu 24 Juni 2026

Update Harga Emas Pegadaian Rabu 24 Juni 2026

2026-06-25

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
0
Minat terhadap Bitcoin Merosot, Pencarian Google Sentuh Level Terendah

Minat terhadap Bitcoin Merosot, Pencarian Google Sentuh Level Terendah

2026-06-25
0
Harga Kripto 24 Juni 2026: Bitcoin Cs Kompak Parkir di Zona Merah

Harga Kripto 24 Juni 2026: Bitcoin Cs Kompak Parkir di Zona Merah

2026-06-25
0
Pendiri BitMEX Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Bakal Sentuh Rp 715,7 Juta

Pendiri BitMEX Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Bakal Sentuh Rp 715,7 Juta

2026-06-25
0
Ethereum Foundation PHK 54 Karyawan

Ethereum Foundation PHK 54 Karyawan

2026-06-25
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

2026-06-25

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.