• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Senin, Juni 1, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Konflik Timur Tengah Hantam Industri Plastik, Bahan Baku Seret dan Harga Melonjak

Konflik Timur Tengah Hantam Industri Plastik, Bahan Baku Seret dan Harga Melonjak

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-03-15
0

Konflik Timur Tengah Hantam Industri Plastik, Bahan Baku Seret dan Harga Melonjak

wmhg.org – JAKARTA. Dampak perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memantik eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah telah menghantam berbagai industri, tak terkecuali industri plastik yang terkait erat dengan komoditas minyak mentah dan produk petrokimia.

Sekretaris Jenderal Indonesia Olefin, Aromatic and Plastic Industry Association (Inaplas) Fajar Budiono mengungkapkan saat ini tingkat utilisasi industri hilir petrokimia masih cukup tinggi, yakni sekitar 70%. Rata-rata tingkat utilisasi masih terjaga lantaran pelaku industri masih berupaya memenuhi permintaan pasar untuk akhir Ramadan hingga satu pekan setelah Idulfitri.

Tetapi, Fajar memprediksi gangguan baru akan terasa pada pekan kedua atau H+10 pasca Idulfitri. Sebab, konflik di Timur Tengah telah memukul industri petrokimia yang terkait dengan rantai pasok bahan baku untuk industri plastik. Para produsen pun semakin selektif menerima kontrak menyesuaikan pasokan bahan baku yang tersedia.

Pabrik-pabrik hanya melayani atau mengirim yang (sudah) kontrak saja. Orderan baru belum dilayani. Kontrak baru pun nanti dipilih-pilih, apakah bisa dikasih 100% atau tidak, sehingga dari sisi supply memang ada kehati-hatian karena dampak perang ini bisa lebih panjang daripada yang diperkirakan. Utilisasi di April pasti akan turun, tapi turun seberapa besar, kami belum tahu, ujar Fajar saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (15/3/2026).

Indonesia masih belum bisa lepas dari ketergantungan terhadap impor bahan baku plastik. Fajar bilang, porsi impor untuk setiap kategori berbeda-beda. Beberapa sudah bisa diperoleh dari dalam negeri, namun untuk bahan baku seperti polypropylene dan polyethylene, porsi impor bisa mencapai lebih dari 50%.

Lebih dari separuh kebutuhan impor di industri petrokimia hilir ini berasal dari wilayah Timur Tengah. Dus, adanya keadaan kahar (force majeure) dan sejumlah pabrik petrokimia di Timur Tengah yang terkena serangan militer membuat pasokan bahan baku tersendat.

Para produsen industri plastik pun sedang berlomba mengamankan pasokan bahan baku. Fajar mengatakan, China, menjadi alternatif utama karena Negeri Panda ini memiliki teknologi yang bisa mengolah berbagai jenis bahan. Mulai dari nafta, gas, batubara hingga bahan anorganik lainnya. 

Dalam hal ini China secara supply masih cukup untuk penetrasi ke market-market yang mempunyai harga bagus. Sekarang posisi China pasti akan jual mahal, karena yang punya banyak teknologi, volume dan bisa kirim hanya China, kata Fajar.

Gangguan rantai pasok telah mendongkrak harga bahan baku plastik. Fajar mencontohkan harga polimer yang dalam sepekan terakhir ini saja sudah melejit dari sekitar US$ 1.100 menjadi US$ 1.700 per metrik ton.

Jadi lumayan naiknya, 80%-90% dari sebelum perang atau hampir dua kali lipat, imbuh Fajar.

Produk plastik digunakan oleh berbagai industri lainnya. Saat ini, industri makanan dan minuman menjadi pelanggan utama dengan porsi sekitar 35% – 40%. Industri lain yang punya kebutuhan tinggi terhadap produk plastik adalah konstruksi, otomotif serta peralatan rumah tangga dan elektronik. 

Dampak ke Industri Kemasan

Gangguan rantai pasok dan harga bahan baku plastik yang melonjak naik berdampak terhadap industri kemasan. Direktur Eksekutif Indonesia Packaging Federation (IPF), Henky Wibawa menegaskan bahwa pelaku industri mewaspadai ketidakpastian pasokan dan harga bahan baku akibat gangguan di sepanjang rantai pasok petrokimia dan polimer global. 

Beberapa perusahaan petrokimia telah mendeklarasikan force majeure atau menurunkan tingkat operasi pada naphtha cracker dan fasilitas polimer hilir. Situasi ini terjadi pada sejumlah produsen di Timur Tengah, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Indonesia, China, Taiwan, dan Vietnam yang mencerminkan luasnya dampak dari eskalasi konflik. 

Kami berusaha untuk mencari kesempatan dengan cara-cara solusi alternatif yang dapat menekan biaya produksi tanpa mengurangi fungsi kemasan yang diharapkan, ungkap Henky kepada Kontan.co.id, Minggu (15/3/2026).

Porsi impor bahan baku plastik untuk kemasan mencapai sekitar 50% – 60%. Sebab, kapasitas dalam negeri hanya dapat memenuhi maksimal 50% dari kebutuhan. Belum lagi jenis plastik yang bermacam-macam, tidak semuanya dapat dipenuhi dalam negeri. Kondisi industri kemasan plastik dan hampir semua bisnis terkait juga tidak mudah saat ini, ungkap Henky.

Pelaku industri pun masih bertahan dengan stok yang tersedia, sembari berupaya mencari alternatif pasokan bahan baku dan inovasi produk. Apalagi, gangguan rantai pasok serta lonjakan biaya dan harga di komoditas hulu turut mengerek naik harga bahan baku plastik.

Henky menggambarkan, kenaikan harga bahan baku plastik bisa mencapai sekitar 80% – 100%, atau dapat menembus satu setengah hingga dua kali lipat dibandingkan harga normal sebelum perang Timur Tengah. Adapun, porsi biaya bahan baku berkisar 50% – 70% dari biaya total kemasan.

Meski begitu, besaran kenaikan harga di pasar atau di tingkat konsumen akan tergantung dari berbagai faktor, termasuk dari strategi pengusaha dalam menjaga margin. Bisa dibayangkan, bagi produsen kemasan harus menaikkan harga jual atau memotong margin keuntungan? Bagi produk jadi, harus menghitung dari elastisitas permintaan. Maka perlu kolaborasi dan inovasi bersama antara produsen kemasan dan pemilik merek, terang Henky.

Para pelaku industri pun memperkuat kolaborasi dan inovasi sebagai salah satu bentuk strategi mitigasi. Para produsen kemasan berkolaborasi dengan pemilik merek atau produsen Fast Moving Consumer Goods (FMCG) untuk mencari alternatif pengganti material yang tidak terdampak langsung dengan pengurangan bahan baku.

Misalnya di kemasan flexible, yang tadinya memakai film polypropylene yang terdampak dapat digantikan dengan film polyester, yang saat ini belum terdampak. Bisa juga mencoba untuk dapat digantikan dengan kemasan kertas jika memungkinkan, terang Henky.

Fajar mengemukakan hal serupa. Saat ini, pelaku industri pengguna plastik berupaya memacu inovasi untuk mengurangi pemakaian bahan plastik, memperbanyak porsi kemasan non-plastik, mencari alternatif bahan lain atau dengan menambah komposisi produk daur ulang. 

Dalam situasi ini semua terkena dampaknya. Tinggal bagaimana kesiapan menghadapinya. Rasanya kita harus bertahan dengan inovasi-inovasi yang bisa dilakukan, karena demand dalam negeri sebenarnya masih cukup bagus, ujar Fajar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Harga Emas Antam Hari Ini 30 Mei 2026 Kembali Melejit, Cek Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 30 Mei 2026 Kembali Melejit, Cek Rincian di Sini

2026-06-01
Pekerja Indomaret Demo di Kantor Kemnaker, Bawa 6 Tuntutan

Pekerja Indomaret Demo di Kantor Kemnaker, Bawa 6 Tuntutan

2026-05-27
Harga Referensi Biji Kakao Naik Imbas Penutupan Selat Hormuz

Harga Referensi Biji Kakao Naik Imbas Penutupan Selat Hormuz

2026-06-01
Influencer dan Selebgram Tak Bisa Nikmati PPh Final UMKM 0,5%

Influencer dan Selebgram Tak Bisa Nikmati PPh Final UMKM 0,5%

2026-06-01
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Mengapa EORMC Mewajibkan 2FA: Tanggung Jawab Platform terhadap Keamanan Akun

Mengapa EORMC Mewajibkan 2FA: Tanggung Jawab Platform terhadap Keamanan Akun

2026-06-01
Cek Rincian Harga Emas 24 Karat di Antam, Pegadaian, dan Hartadinata

Cek Rincian Harga Emas 24 Karat di Antam, Pegadaian, dan Hartadinata

2026-06-01
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 31 Mei 2026: UBS, Antam, dan Galeri24 Makin Berkilau

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 31 Mei 2026: UBS, Antam, dan Galeri24 Makin Berkilau

2026-06-01
Harga Emas Antam Hari Ini 31 Mei 2025 Stabil, Simak Daftar Lengkap di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 31 Mei 2025 Stabil, Simak Daftar Lengkap di Sini

2026-06-01

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Mengapa EORMC Mewajibkan 2FA: Tanggung Jawab Platform terhadap Keamanan Akun

Mengapa EORMC Mewajibkan 2FA: Tanggung Jawab Platform terhadap Keamanan Akun

2026-06-01
0
Harga Emas Dunia Melesat, Negosiasi Amerika Serikat-Iran Membayangi

Harga Emas Dunia Melesat, Negosiasi Amerika Serikat-Iran Membayangi

2026-06-01
0
Harga Emas Antam Hari Ini 30 Mei 2026 Kembali Melejit, Cek Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 30 Mei 2026 Kembali Melejit, Cek Rincian di Sini

2026-06-01
0
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 30 Mei 2026: UBS, Antam, Galeri24 Kompak Perkasa

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 30 Mei 2026: UBS, Antam, Galeri24 Kompak Perkasa

2026-06-01
0
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 30 Mei 2026

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 30 Mei 2026

2026-06-01
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Mengapa EORMC Mewajibkan 2FA: Tanggung Jawab Platform terhadap Keamanan Akun

Mengapa EORMC Mewajibkan 2FA: Tanggung Jawab Platform terhadap Keamanan Akun

2026-06-01
Cek Rincian Harga Emas 24 Karat di Antam, Pegadaian, dan Hartadinata

Cek Rincian Harga Emas 24 Karat di Antam, Pegadaian, dan Hartadinata

2026-06-01

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.