• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Senin, September 28, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Harga Oli Naik Hingga 17%, Pertamina Lubricants: Dipicu Tekanan Bahan Baku

    Harga Oli Naik Hingga 17%, Pertamina Lubricants: Dipicu Tekanan Bahan Baku

    Begini Strategi Kimia Farma (KAEF) Jaga Kinerja di Tengah Pelemahan Rupiah

    Begini Strategi Kimia Farma (KAEF) Jaga Kinerja di Tengah Pelemahan Rupiah

    Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Kejar Pertumbuhan Dua Digit di 2026, Ini Srateginya

    Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Kejar Pertumbuhan Dua Digit di 2026, Ini Srateginya

    KIJA Tegaskan Fundamental Tetap Kuat, Target Marketing Sales Rp 3,75 T Tidak Berubah

    KIJA Tegaskan Fundamental Tetap Kuat, Target Marketing Sales Rp 3,75 T Tidak Berubah

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Harga Oli Naik Hingga 17%, Pertamina Lubricants: Dipicu Tekanan Bahan Baku

    Harga Oli Naik Hingga 17%, Pertamina Lubricants: Dipicu Tekanan Bahan Baku

    Begini Strategi Kimia Farma (KAEF) Jaga Kinerja di Tengah Pelemahan Rupiah

    Begini Strategi Kimia Farma (KAEF) Jaga Kinerja di Tengah Pelemahan Rupiah

    Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Kejar Pertumbuhan Dua Digit di 2026, Ini Srateginya

    Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Kejar Pertumbuhan Dua Digit di 2026, Ini Srateginya

    KIJA Tegaskan Fundamental Tetap Kuat, Target Marketing Sales Rp 3,75 T Tidak Berubah

    KIJA Tegaskan Fundamental Tetap Kuat, Target Marketing Sales Rp 3,75 T Tidak Berubah

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » JP Morgan Ungkap Lima Faktor Pendorong Pemulihan Properti Global 2026

JP Morgan Ungkap Lima Faktor Pendorong Pemulihan Properti Global 2026

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-05-16
0

JP Morgan Ungkap Lima Faktor Pendorong Pemulihan Properti Global 2026

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

​wmhg.org. Pasar properti komersial global atau commercial real estate (CRE) diproyeksikan memasuki fase pemulihan baru pada 2026 setelah sempat tertekan selama beberapa tahun terakhir akibat lonjakan suku bunga global dan tingginya biaya pendanaan.

Dalam laporan Alternative Investments Outlook 2026, JPMorgan Chase & Co. yang dikutip pada Sabtu (16/5/2026) menyebut, pemulihan sektor properti global mulai terlihat seiring normalisasi pasar modal, penurunan suku bunga, serta kembali meningkatnya permintaan terhadap aset properti berkualitas tinggi.

JP Morgan menilai selama beberapa tahun terakhir pasar properti mengalami dislokasi yang cukup tajam.

Dalam periode tersebut, instrumen utang justru memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan ekuitas properti, kondisi yang dinilai tidak lazim dalam struktur investasi real estat.

Akibat tekanan suku bunga tinggi, valuasi properti komersial turun di banyak negara, sementara aktivitas transaksi dan penghimpunan dana melambat signifikan.

Meski demikian, aset properti premium di lokasi dengan permintaan tinggi dan pasokan terbatas dinilai tetap mampu bertahan dan mencatat pertumbuhan pendapatan yang solid.

Lima Faktor Pendorong Pemulihan Properti Global

JP Morgan memproyeksikan pemulihan properti global akan semakin kuat pada 2026 dengan didorong lima faktor utama.

Pertama, valuasi properti saat ini masih relatif murah dibandingkan periode sebelum pandemi Covid-19. Di saat yang sama, pertumbuhan pendapatan sewa tetap positif, terutama untuk aset berkualitas tinggi.

Kedua, ekspektasi penurunan suku bunga global diperkirakan akan mendorong aktivitas transaksi dan pembiayaan properti. JP Morgan memperkirakan Federal Reserve dan European Central Bank mulai memangkas suku bunga hingga pertengahan 2026.

Ketiga, kebijakan fiskal dan moneter yang lebih akomodatif diproyeksikan menopang permintaan properti. Stimulus ekonomi di Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia Pasifik dinilai mampu menjaga pertumbuhan ekonomi dan menekan risiko resesi global.

Keempat, biaya pembangunan yang tinggi serta aturan zonasi yang ketat membuat pasokan properti baru semakin terbatas. Kondisi ini dinilai akan mendukung kenaikan harga sewa dan meningkatkan nilai aset eksisting.

Kelima, JP Morgan melihat prospek jangka panjang sektor properti global masih menarik karena didukung kombinasi pertumbuhan permintaan dan keterbatasan suplai di berbagai negara.

Sektor Industri dan Logistik Jadi Primadona

Dalam laporan tersebut, sektor industri dan logistik diprediksi menjadi salah satu segmen paling menarik dalam beberapa tahun ke depan.

Tren relokasi manufaktur, meningkatnya kebutuhan pusat data, pengembangan kecerdasan buatan (AI), serta upaya banyak negara memperkuat rantai pasok domestik menjadi pendorong utama permintaan properti industri.

Di Amerika Serikat, kebutuhan ruang manufaktur berteknologi tinggi meningkat pesat, terutama untuk sektor semikonduktor, baterai, farmasi, robotik, hingga pusat data AI.

JP Morgan mencatat properti industri dengan kapasitas listrik tinggi menghasilkan imbal hasil jauh lebih besar dibandingkan gudang konvensional.

Fenomena serupa juga terjadi di Eropa dan Asia Pasifik. Banyak negara mulai mempercepat pembangunan infrastruktur industri untuk mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok global.

Krisis Hunian Dorong Prospek Properti Residensial

Selain sektor industri, properti residensial juga diperkirakan tetap prospektif akibat krisis kekurangan pasokan rumah di banyak negara.

JP Morgan mencatat harga rumah yang terus naik membuat generasi muda semakin sulit membeli rumah, sehingga permintaan sewa meningkat tajam.

Di Amerika Serikat misalnya, kekurangan pasokan rumah diperkirakan mencapai 4,7 juta unit. Sementara di Eropa, pembangunan hunian baru masih jauh di bawah kebutuhan pasar.

Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan sektor hunian sewa seperti apartemen multifamily, single-family rental, hingga student housing atau PBSA (purpose-built student accommodation).

Di Asia Pasifik, permintaan hunian sewa juga terus meningkat, terutama di Jepang, Australia, Singapura, dan Korea Selatan seiring tingginya harga rumah dan perubahan gaya hidup masyarakat urban.

Sektor Ritel Mulai Bangkit

JP Morgan juga melihat sektor ritel mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat tertekan pertumbuhan e-commerce selama bertahun-tahun.

Saat ini, pusat perbelanjaan premium dan retail berbasis kebutuhan harian kembali mencatat peningkatan okupansi dan pertumbuhan sewa.

Konsep omnichannel turut menjadi pendorong baru karena toko fisik kini juga difungsikan sebagai pusat distribusi dan pengambilan pesanan online.

Di Amerika Serikat, tingkat kekosongan pusat ritel mendekati level terendah historis, sementara pembangunan pusat ritel baru masih sangat terbatas.

Perkantoran Premium Kembali Diminati

Sektor perkantoran juga mulai pulih, terutama untuk gedung premium di kawasan pusat bisnis utama.

Banyak perusahaan global mulai kembali menerapkan kebijakan kerja dari kantor sehingga permintaan ruang kantor berkualitas meningkat.

JP Morgan menilai gedung dengan fasilitas modern, lokasi strategis, dan standar ESG yang baik akan menjadi pemenang dalam siklus pemulihan berikutnya.

Sementara itu, gedung perkantoran lama dengan fasilitas terbatas diperkirakan akan menghadapi tekanan lebih besar karena tingginya biaya renovasi dan perubahan preferensi penyewa.

Secara keseluruhan, JP Morgan memproyeksikan sektor properti global memasuki fase baru pertumbuhan setelah melewati tekanan suku bunga tinggi selama tiga tahun terakhir.

Namun, perusahaan menekankan bahwa keberhasilan investasi ke depan akan sangat ditentukan oleh kualitas aset, lokasi strategis, serta kemampuan pengelolaan properti secara aktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Pelemahan Rupiah Mulai Bebani Sektor Properti, Segmen Komersial Paling Terdampak

Pelemahan Rupiah Mulai Bebani Sektor Properti, Segmen Komersial Paling Terdampak

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Polemik Kadin Indonesia Bikin Buruh, UMKM hingga Investor Asing Cemas

Polemik Kadin Indonesia Bikin Buruh, UMKM hingga Investor Asing Cemas

2024-09-27
IHSG Menguat ke 7.343 di Sesi I Selasa (13/8), ISAT, MAPI, SMGR Top Gainers LQ45

IHSG Menguat ke 7.343 di Sesi I Selasa (13/8), ISAT, MAPI, SMGR Top Gainers LQ45

2024-08-13
Motor Listrik Nasional Ditarget Tembus Pasar Global

Motor Listrik Nasional Ditarget Tembus Pasar Global

2026-08-14
BPS: Ekspor Bulan Juli 2024 Meningkat 6,55% Jadi US$ 22,21 Miliar

BPS: Ekspor Bulan Juli 2024 Meningkat 6,55% Jadi US$ 22,21 Miliar

2024-08-15
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, Cek di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, Cek di Sini

2026-09-28
Harga Emas Antam Sepekan Sempat Lesu, Kemudian Berbalik Arah Menguat

Harga Emas Antam Sepekan Sempat Lesu, Kemudian Berbalik Arah Menguat

2026-09-28
Daftar Lengkap Harga Emas Perhiasan Hari Ini 27 September 2026

Daftar Lengkap Harga Emas Perhiasan Hari Ini 27 September 2026

2026-09-28
Prediksi Harga Emas Pekan Depan, Logam Mulia Berpotensi Merosot ke Rp 2,52 Juta

Prediksi Harga Emas Pekan Depan, Logam Mulia Berpotensi Merosot ke Rp 2,52 Juta

2026-09-28

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Zcash Naik 100% Sebulan, Co-Founder Ramal Tembus US$ 5.000

Harga Zcash Naik 100% Sebulan, Co-Founder Ramal Tembus US$ 5.000

2026-09-28
0
Trader Senior Sebut XRP Koin Bodoh, Tetap Pilih Bitcoin untuk Portofolio Kripto

Trader Senior Sebut XRP Koin Bodoh, Tetap Pilih Bitcoin untuk Portofolio Kripto

2026-09-28
0
Altcoin Curi Perhatian, Dominasi Bitcoin Merosot Usai Gagal Tembus US$ 87.000

Altcoin Curi Perhatian, Dominasi Bitcoin Merosot Usai Gagal Tembus US$ 87.000

2026-09-28
0
Aliran Dana Masuk ETF Bitcoin Tembus Rp 42,99 Triliun

Aliran Dana Masuk ETF Bitcoin Tembus Rp 42,99 Triliun

2026-09-28
0
Kapitalisasi Pasar Kripto Altcoin Melonjak Rp 6.646 Triliun

Kapitalisasi Pasar Kripto Altcoin Melonjak Rp 6.646 Triliun

2026-09-28
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, Cek di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, Cek di Sini

2026-09-28
Harga Emas Antam Sepekan Sempat Lesu, Kemudian Berbalik Arah Menguat

Harga Emas Antam Sepekan Sempat Lesu, Kemudian Berbalik Arah Menguat

2026-09-28

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.