• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Kamis, Agustus 27, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Izin Tambang Ingin Diubah Seperti Migas: Kepastian Hukum & Investasi Jadi Sorotan

    Izin Tambang Ingin Diubah Seperti Migas: Kepastian Hukum & Investasi Jadi Sorotan

    Indosat (ISAT) Siapkan Strategi, Peluang Pendapatan Tumbuh Dua Digit di 2026 Terbuka

    Indosat (ISAT) Siapkan Strategi, Peluang Pendapatan Tumbuh Dua Digit di 2026 Terbuka

    Strategi Optimalisasi Aset Agung Podomoro (APLN) Efektif Jaga Ketahanan Bisnis

    Strategi Optimalisasi Aset Agung Podomoro (APLN) Efektif Jaga Ketahanan Bisnis

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Izin Tambang Ingin Diubah Seperti Migas: Kepastian Hukum & Investasi Jadi Sorotan

    Izin Tambang Ingin Diubah Seperti Migas: Kepastian Hukum & Investasi Jadi Sorotan

    Indosat (ISAT) Siapkan Strategi, Peluang Pendapatan Tumbuh Dua Digit di 2026 Terbuka

    Indosat (ISAT) Siapkan Strategi, Peluang Pendapatan Tumbuh Dua Digit di 2026 Terbuka

    Strategi Optimalisasi Aset Agung Podomoro (APLN) Efektif Jaga Ketahanan Bisnis

    Strategi Optimalisasi Aset Agung Podomoro (APLN) Efektif Jaga Ketahanan Bisnis

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Industri Furnitur Terbentur Tarif Tambahan Trump, Berpotensi Pangkas Pesanan dari AS

Industri Furnitur Terbentur Tarif Tambahan Trump, Berpotensi Pangkas Pesanan dari AS

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-10-02
0

Industri Furnitur Terbentur Tarif Tambahan Trump, Berpotensi Pangkas Pesanan dari AS

wmhg.org – JAKARTA. Prospek industri furnitur terbentur oleh kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan mengenakan tarif impor tinggi bagi sejumlah produk. Kebijakan yang rencananya mulai berlaku pada 14 Oktober 2025 itu antara lain menyasar produk berbasis kayu.

Pemerintah AS akan mengenakan tarif impor 10% untuk produk kayu lunak (softwood lumber), serta 25% untuk sejumlah produk furnitur berlapis (upholstered furniture) dan kabinet dapur. Kebijakan ini akan menambah beban pelaku industri atau eksportir furnitur yang sebelumnya telah terkena tarif resiprokal sebesar 19%.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menjelaskan jika pengenaan tarif tambahan ini terealisasi, maka produk kategori lumber bakal terkena tarif sebesar 29%. Sedangkan tarif untuk produk upholstered furniture akan naik menjadi 44%.

Abdul mengkhawatirkan hal ini akan membawa tekanan harga, serta berdampak cukup signifikan bagi penjualan sejumlah produk. Abdul memberikan gambaran, kategori upholstery (HS 9401 tertentu) berisiko mengalami penurunan pesanan antara 20% – 35% dari pembeli di AS dalam tiga hingga enam bulan, terutama untuk kontrak Original Equipment Manufacturer (OEM) private label yang memiliki margin tipis.

Sementara itu, produk kategori wooden casegoods (HS 9403 tidak berlapis) bakal terkena dampak tidak langsung melalui biaya bahan dan substitusi. Kategori produk ini berpotensi mengalami penurunan 10% – 15% jika para pembeli menunda pesanan atau beralih ke pemasok lain.

Para eksportir juga memerlukan waktu untuk negosiasi ulang harga. Negosiasi pun akan mencakup pengenaan beban atas tarif impor tersebut, supaya bisa ditanggung bersama (shared cost) antara eksportir dan pembeli. 

Selain itu, pelaku industri akan melakukan re-routing logistik serta kewajiban asal bahan baku (rules of origin), yang berpotensi menambah sekitar satu hingga dua bulan untuk siklus pre-order pada kuartal IV-2025.

Angka-angka tersebut merupakan estimasi dari pelaku industri dan HIMKI berdasarkan elastisitas historis dan share AS sekitar 50% ekspor Indonesia, kata Abdul saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (2/10/2025).

Pasar AS memang masih dominan menopang kinerja ekspor produk furnitur Indonesia. Berdasarkan data yang diolah oleh HIMKI, ekspor produk furnitur Indonesia tumbuh 2,1% secara tahunan (year on year) menjadi US$ 925,01 juta pada semester I-2025.

Ekspor ke pasar AS masih bisa tumbuh 7,6% pada paruh pertama 2025, dengan nilai US$ 499,28 juta atau setara dengan 53,97% dari total ekspor. Sebagai mitigasi dampak pemberlakuan tarif tambahan ini, HIMKI mendorong agar pemerintah kembali melakukan diplomasi tarif, serta pemberian insentif domestik.

Insentif tersebut bisa mencakup Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) terbatas serta tax credit untuk investasi mesin upholstery & foam compliance. Juga asuransi ekspor atau penjaminan agar usaha kecil menengah tidak kalah cash-flow, kata Abdul.

Memacu Diversifikasi Pasar

Secara bisnis, sebagian pelaku industri furnitur juga telah memacu diversifikasi pasar dengan menyasar sejumlah wilayah seperti Timur Tengah dan India. Selain itu, eksportir juga berharap adanya dorongan positif dari perjanjian dagang antara Indonesia dengan Uni Eropa (IEU-CEPA) serta dengan Kanada (ICA-CEPA).

Dihubungi terpisah, Investor Relations PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) Ravenal Arvense mengungkapkan bahwa penjualan ekspor masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi mencapai 95% terhadap total penjualan pada semester I-2025. AS menjadi pasar utama bagi ekspor WOOD dengan porsi sekitar 90%.

WOOD pun terus memperkuat diversifikasi melalui produk baru seperti flooring dan outdoor furniture, serta memperluas pasar ke Eropa dan Timur Tengah. Strategi ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar.

Meski begitu, Ravenal menegaskan strategi itu dibarengi dengan komitmen WOOD untuk tetap menjaga hubungan dengan mitra di AS. Apalagi, Ravenal menekankan bahwa kebijakan tarif baru AS yang akan berlaku mulai 14 Oktober 2025 tidak berdampak secara langsung terhadap kinerja ekspor WOOD.

Ravenal membeberkan tarif baru itu ditujukan pada kayu mentah, kabinet dapur, serta furnitur berlapis kain. Sedangkan WOOD tidak mengekspor kategori produk tersebut ke pasar AS. 

Segmen utama WOOD yaitu komponen bangunan yang menyumbang lebih dari 80% ekspor ke AS, tetap termasuk dalam kategori bebas tarif.

Dengan demikian, tidak diperlukan penyesuaian harga jual maupun revisi kontrak dengan buyer di AS, tandas Ravenal. 

Selanjutnya: FIA Terapkan Regulasi Heat Hazard di F1 Singapura, Pertama Kalinya dalam Sejarah

Menarik Dibaca: Jadi Tren, Ini 6 Manfaat Olahraga Padel untuk Wanita

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
KemenPPPA Dorong Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Pasca Kasus Keracunan

KemenPPPA Dorong Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Pasca Kasus Keracunan

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Saratoga Investama Sedaya Optimalkan Peluang Investasi di Brawijaya Healthcare

Saratoga Investama Sedaya Optimalkan Peluang Investasi di Brawijaya Healthcare

2024-08-01
Wamenperin Ungkap Potensi dan Strategi Pengembangan Industri Kapal di Indonesia

Wamenperin Ungkap Potensi dan Strategi Pengembangan Industri Kapal di Indonesia

2025-05-30
OpenAI Kehilangan 13 Pemimpin, Ini Daftarnya

OpenAI Kehilangan 13 Pemimpin, Ini Daftarnya

2026-08-27
Amerika Serikat Ancam Pembeli Minyak Iran, China Jadi Sorotan

Amerika Serikat Ancam Pembeli Minyak Iran, China Jadi Sorotan

2026-08-27
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Hari Ini Lesu di Tengah Dolar AS Melemah

Harga Emas Hari Ini Lesu di Tengah Dolar AS Melemah

2026-08-27
Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus 2026 Turun Rp 18.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus 2026 Turun Rp 18.000, Simak Rincian di Sini

2026-08-27
Cek Daftar Lengkap Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 Agustus 2026

Cek Daftar Lengkap Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 Agustus 2026

2026-08-27
Harga Emas Pegadaian 26 Agustus 2026: Galeri24, Antam dan UBS Kompak Turun

Harga Emas Pegadaian 26 Agustus 2026: Galeri24, Antam dan UBS Kompak Turun

2026-08-27

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Pemakaian Kartu Stablecoin Diprediksi Naik Jadi Rp 886 Triliun

Pemakaian Kartu Stablecoin Diprediksi Naik Jadi Rp 886 Triliun

2026-08-27
0
Harga Kripto 26 Agustus 2026: Bitcoin Tertekan, Dogecoin Memimpin Koreksi

Harga Kripto 26 Agustus 2026: Bitcoin Tertekan, Dogecoin Memimpin Koreksi

2026-08-27
0
Shinhan Financial Group dan Visa Jalin Kerja Sama Aset Digital

Shinhan Financial Group dan Visa Jalin Kerja Sama Aset Digital

2026-08-27
0
Altcoin Season Index Turun ke 38, Bitcoin Masih Dominasi Pasar Kripto

Altcoin Season Index Turun ke 38, Bitcoin Masih Dominasi Pasar Kripto

2026-08-27
0
Bos Kripto Terancam Penjara 280 Tahun Usai Tipu Investor Rp 424,6 Miliar

Bos Kripto Terancam Penjara 280 Tahun Usai Tipu Investor Rp 424,6 Miliar

2026-08-27
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini Lesu di Tengah Dolar AS Melemah

Harga Emas Hari Ini Lesu di Tengah Dolar AS Melemah

2026-08-27
Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus 2026 Turun Rp 18.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus 2026 Turun Rp 18.000, Simak Rincian di Sini

2026-08-27

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.