• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Rabu, September 30, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    MHU Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Di Saat Rupiah Loyo, Panca Residence Ciracas Tetap Optimistis Bidik Pasar Milenial

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

    Pelemahan Rupiah Mulai Picu Kenaikan Harga Produk di Industri Ritel

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » HKI, DILD, BEST, KIJA & SSIA Ungkap Sektor Potensial yang Bakal Investasi pada 2026

HKI, DILD, BEST, KIJA & SSIA Ungkap Sektor Potensial yang Bakal Investasi pada 2026

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-02-07
0

HKI, DILD, BEST, KIJA & SSIA Ungkap Sektor Potensial yang Bakal Investasi pada 2026

wmhg.org – JAKARTA. Asosiasi dan para pengembang kawasan industri melirik sederet sektor usaha yang berpotensi mengucurkan investasi pada tahun 2026. Para pengembang optimistis peluang investasi masih datang dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma’ruf Maulana mengungkapkan bahwa efek perang dagang dan eskalasi geopolitik membuka peluang relokasi investasi dari sejumlah perusahaan global. Asia Tenggara menjadi tujuan pengalihan basis produksi. HKI memotret Indonesia masuk radar investor global.

Ma'ruf memperkirakan industri semi-konduktor, pusat data (data center) dan industri berbasis hilirisasi akan menggerakkan investasi di kawasan industri pada tahun ini.

Permintaan lahan juga datang dari industri berbasis energi hijau atau transisi energi seperti manufaktur produk Battery Energy Storage System (BESS), baterai kendaraan listrik (EV battery), solar panel, hingga green hydrogen.

Kawasan industri yang siap energi dan utilitas akan tumbuh lebih cepat. Dengan fondasi kebijakan yang lebih kuat, diplomasi ekonomi yang terarah, dan kesiapan kawasan yang semakin matang, HKI optimistis tahun 2026 akan menjadi titik akselerasi bagi kawasan industri, ungkap Ma'ruf kepada Kontan.co.id beberapa waktu yang lalu.

Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk (DILD) Theresia Rustandi menyoroti proyeksi dan data dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang menunjukkan bahwa sektor manufaktur masih menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan hilirisasi dan substitusi impor juga mendorong peningkatan permintaan kawasan industri yang siap pakai dan terintegrasi.

Dari perspektif pengembang, hal ini membuka peluang bagi kawasan industri yang memiliki perencanaan matang, infrastruktur memadai, serta mampu mendukung kebutuhan produksi jangka panjang, kata Theresia saat dihubungi Kontan.co.id beberapa hari yang lalu.

Sejalan dengan kebijakan Kemenperin, permintaan kawasan industri pada tahun 2026 diperkirakan tetap didominasi sektor manufaktur. Terutama sub sektor yang mendukung penguatan pasar domestik dan substitusi impor seperti logam dasar, makanan dan minuman, kimia, serta farmasi.

Untuk menangkap peluang tersebut, Intiland mengembangkan kawasan industri yang selaras kebijakan pemerintah dan kebutuhan investor, dengan fokus pada kesiapan infrastruktur, keandalan utilitas, dan fleksibilitas lahan, ujar Theresia.

Dihubungi terpisah, Head of Corporate Finance & Investor Relations PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) Rika Mandasari berharap dukungan kebijakan pemerintah yang lebih pro-pertumbuhan, pembangunan infrastruktur, serta tren penurunan suku bunga akan mendorong realisasi investasi. Di sisi lain, investor tetap selektif dengan memilih lokasi yang strategis dengan kesiapan infrastruktur.

BEST memandang potensi permintaan lahan bersumber dari ekspansi bisnis domestik, relokasi Lokasi pabrik, dan pertumbuhan masif di sektor berbasi teknologi tinggi, seperti data center.

Meskipun ada berbagai tantangan global, Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik bagi pemodal asing, baik untuk relokasi pabrik maupun ekspansi baru, kata Rika.

Selain PMA, Rika menyebut bahwa minat dari investor domestik atau PMDN juga tetap terjaga. Permintaan lahan akhir tahun 2025 pada pipeline BEST mencapai sekitar 70 hektare. Beberapa pipeline sudah berhasil terealisasi pada tahun 2025.

Sedangkan permintaan pipeline saat ini terdiversifikasi dari beberapa sektor seperti data center, F&B, logistic-warehouse, packaging, hingga otomotif. Kami terus memperkuat daya saing kawasan industri MM2100 melalui berbagai inisiatif, ujar Rika.

Sementara itu, Direktur Utama PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Johannes Suriadjaja melirik peluang yang datang dari industri otomotif, tekstil, data center dan industri yang terkait dengan kebutuhan konsumsi sehari-hari atau Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).

SSIA tetap mempromosikan investasi di Indonesia ke negara-negara Asia, Eropa dan Amerika, kata Johannes.

Sedangkan Chairman & Founder PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) Setyono Djuandi Darmono menyoroti peluang dari upaya diversifikasi rantai pasok global yang masih berlangsung, lantaran perusahaan global tidak ingin hanya bergantung pada satu negara. Peluang untuk menangkap relokasi pabrik global masih terbuka, terutama dari Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan dan Eropa.

Di sisi yang lain, Darmono melihat kebijakan hilirisasi dan industrialisasi nasional mulai menunjukkan hasil, khususnya di sektor logam, kimia, dan energi. Pada 2026, KIJA melihat permintaan lahan industri datang dari beberapa sektor utama, baik dari PMA maupun PMDN. 

Pertama, industri manufaktur yang berorientasi ekspor. Antara lain industri otomotif & komponen, termasuk kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dan baterai, serta industri mesin dan elektronik. 

Kedua, industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA) atau hilirisasi. Antara lain mencakup industri logam, kimia dasar dan petrokimia, serta agro-industri bernilai tambah. 

Ketiga, industri berbasis teknologi tinggi. Antara lain data center & infrastruktur digital, kesehatan dan alat medis, serta bio-teknologi, processed food dan clean technology.

Meski begitu, Darmono memberikan catatan bahwa kawasan industri masih berhadapan dengan sederet tantangan. Mulai dari ketersediaan dan harga energi yang kompetitif, kesiapan infrastruktur pendukung (air, listrik, logistik), kualitas dan produktivitas tenaga kerja, serta kepastian dan konsistensi regulasi.

Harapan kami, pemerintah pusat dan daerah dapat terus memperkuat sinergi dengan pengelola kawasan industri agar Indonesia tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga menjadi basis produksi berdaya saing global, tegas Darmono.

Johannes turut menyoroti regulasi dan kebijakan pemerintah yang menjadi pertimbangan penting bagi para investor global. Kalau Indonesia bisa menjelaskan kebijakan dan regulasi dengan baik ke dunia dan manfaatnya, itu akan sangat signifikan, tandas Johannes.

Selanjutnya: Dapen BCA Beberkan Sejumlah Tantangan yang Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Aset di 2026

Menarik Dibaca: Semifinal BATC 2026 : Berikut Skuad Tim Putra Indonesia Melawan Jepang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Danantara Targetkan Groundbreaking 18 Proyek Hilirisasi Selesai Semester I 2026

Danantara Targetkan Groundbreaking 18 Proyek Hilirisasi Selesai Semester I 2026

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Harga Minyak Turun, Dibayangi Prospek Permintaan yang Lemah

Harga Minyak Turun, Dibayangi Prospek Permintaan yang Lemah

2024-08-06
BPS: Ekspor Bulan Juli 2024 Meningkat 6,55% Jadi US$ 22,21 Miliar

BPS: Ekspor Bulan Juli 2024 Meningkat 6,55% Jadi US$ 22,21 Miliar

2024-08-15
Adaro Andalan (AADI) Listing Hari ini (5/12), Ada Komitmen dari Boy Thohir

Adaro Andalan (AADI) Listing Hari ini (5/12), Ada Komitmen dari Boy Thohir

2024-12-05
Siapa Saja Pemegang Saham Terbesar Bukalapak (BUKA), Ini Daftarnya

Siapa Saja Pemegang Saham Terbesar Bukalapak (BUKA), Ini Daftarnya

2024-12-12
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

2026-09-30
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

2026-09-30
Harga Emas Antam Turun 2 Hari Beruntun, Cek Rinciannya!

Harga Emas Antam Turun 2 Hari Beruntun, Cek Rinciannya!

2026-09-30
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Rp 2,619 Juta, UBS Rp 2,530 Juta

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Rp 2,619 Juta, UBS Rp 2,530 Juta

2026-09-30

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Altcoin Season Dimulai? Ini Prospek Beberapa Hari ke Depan

Altcoin Season Dimulai? Ini Prospek Beberapa Hari ke Depan

2026-09-30
0
Harga Kripto 29 September 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Melemah

Harga Kripto 29 September 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Melemah

2026-09-30
0
Citi Gandeng Coinbase Permudah Pembayaran dengan Stablecoin

Citi Gandeng Coinbase Permudah Pembayaran dengan Stablecoin

2026-09-30
0
Raja Kripto Kanada Segera Diadili atas Dugaan Penipuan US$ 30 Juta

Raja Kripto Kanada Segera Diadili atas Dugaan Penipuan US$ 30 Juta

2026-09-30
0
Strive Beli Bitcoin 1.107 Bitcoin, Total Pembelian Sentuh Rp 1,69 Triliun

Strive Beli Bitcoin 1.107 Bitcoin, Total Pembelian Sentuh Rp 1,69 Triliun

2026-09-30
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

Harga Emas Dunia Jatuh ke US$ 4.131, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed

2026-09-30
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026

2026-09-30

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.