• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Selasa, Februari 24, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Kaleidoskop 2025: Ini Daftar Merek Mobil Baru yang Masuk Indonesia

    Kaleidoskop 2025: Ini Daftar Merek Mobil Baru yang Masuk Indonesia

    Pengusaha di Industri Tekstil Sulit Dapat Kredit, Ini Catatan APSyFI dan AGTI

    Pengusaha di Industri Tekstil Sulit Dapat Kredit, Ini Catatan APSyFI dan AGTI

    Menakar Peluang dan Tantangan Pembiayaan Bioenergi di Tengah Transisi Energi

    Menakar Peluang dan Tantangan Pembiayaan Bioenergi di Tengah Transisi Energi

    Asosiasi Pengusaha di Industri Padat Karya Menyoroti UMP 2026, Begini Catatannya

    Asosiasi Pengusaha di Industri Padat Karya Menyoroti UMP 2026, Begini Catatannya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Kaleidoskop 2025: Ini Daftar Merek Mobil Baru yang Masuk Indonesia

    Kaleidoskop 2025: Ini Daftar Merek Mobil Baru yang Masuk Indonesia

    Pengusaha di Industri Tekstil Sulit Dapat Kredit, Ini Catatan APSyFI dan AGTI

    Pengusaha di Industri Tekstil Sulit Dapat Kredit, Ini Catatan APSyFI dan AGTI

    Menakar Peluang dan Tantangan Pembiayaan Bioenergi di Tengah Transisi Energi

    Menakar Peluang dan Tantangan Pembiayaan Bioenergi di Tengah Transisi Energi

    Asosiasi Pengusaha di Industri Padat Karya Menyoroti UMP 2026, Begini Catatannya

    Asosiasi Pengusaha di Industri Padat Karya Menyoroti UMP 2026, Begini Catatannya

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Asosiasi Pengusaha di Industri Padat Karya Menyoroti UMP 2026, Begini Catatannya

Asosiasi Pengusaha di Industri Padat Karya Menyoroti UMP 2026, Begini Catatannya

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-12-25
0

Asosiasi Pengusaha di Industri Padat Karya Menyoroti UMP 2026, Begini Catatannya

wmhg.org – JAKARTA. Sejumlah asosiasi pengusaha yang bergerak di industri padat karya menyoroti penetapan upah minimum untuk tahun 2026. Adapun, tenggat pengumuman penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 pada Rabu (24/12/2025). 

Kenaikan UMP 2026 bervariasi dengan rentang 6% – 7%, meski ada juga yang menetapkan kenaikan hingga 9%. Kenaikan UMP 2026 merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan, yang menetapkan rentang alfa antara 0,5 – 0,9.

Merespons kenaikan UMP 2026, asosiasi pengusaha di industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), industri mebel dan industri alas kaki meminta supaya kenaikan upah dibarengi dengan peningkatan produktivitas. Sebab, komponen biaya tenaga kerja memiliki porsi yang cukup signifikan dalam struktur biaya bagi industri padat karya.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengungkapkan komponen biaya tenaga kerja pada struktur biaya di industri furnitur dan kerajinan bisa mencapai 30%–40% dari total biaya produksi. Dus, dampak langsung dari kenaikan UMP adalah peningkatan biaya produksi yang berpotensi menekan daya saing harga furnitur Indonesia di pasar ekspor.

Oleh karena itu, kenaikan UMP sebaiknya mempertimbangkan produktivitas tenaga kerja dan daya saing ekspor, agar tujuan perlindungan pekerja berjalan seimbang dengan keberlanjutan usaha dan kemampuan industri dalam mempertahankan lapangan kerja, kata Sobur saat dihubungi Kontan.co.id pada Rabu (24/12/2025).

Apalagi, saat ini pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa masih dalam fase pemulihan. Sedangkan persaingan dengan negara-negara seperti Vietnam, Malaysia, dan China semakin ketat karena biaya produksi yang lebih rendah dan ekosistem industri yang lebih efisien.

Adapun, industri furnitur dan kerajinan nasional menyerap lebih dari 2 juta tenaga kerja, dengan dominasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan industri menengah. Sobur mengingatkan ada sejumlah risiko yang berpotensi muncul jika kenaikan upah tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya lainnya.

Mulai dari terbatasnya ekspansi kapasitas produksi, penundaan perekrutan tenaga kerja baru, tekanan berat bagi UMKM furnitur sebagai tulang punggung industri, serta potensi terjadinya relokasi sebagian pesanan ke negara pesaing. 

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Yoseph Billie Dosiwoda turut mengingatkan bahwa kenaikan upah yang belum selaras dengan pertumbuhan produktivitas berpotensi menimbulkan tekanan biaya. Hal ini pada akhirnya dapat mendorong kenaikan harga maupun tekanan efisiensi tenaga kerja.

Dalam kondisi tersebut, setiap tambahan beban biaya perlu dicermati secara hati-hati karena berisiko menimbulkan tekanan lanjutan terhadap operasional perusahaan apabila tidak disertai langkah mitigasi yang memadai. Mitigasi dan pembinaan perlu dipersiapkan, khususnya bagi perusahaan yang menghadapi keterbatasan kemampuan

Menurut Billie, hal itu penting untuk diperhatikan agar penyesuaian kebijakan tidak langsung berujung pada langkah efisiensi tenaga kerja. Dengan begitu, keberlangsungan usaha dapat terjaga dan risiko pemutusan hubungan kerja dapat dihindari. 

Harapannya semua pihak harus melihat kondisi ini lebih objektif dalam menjaga industri untuk produktivitas yang lebih stabil dan iklim industri yang lebih kondusif, dengan pengupahan yang sesuai dan berimbang sesuai kemampuan pelaku industri yang menciptakan lapangan kerja, tegas Billie.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) Anne Patricia Sutanto sepakat bahwa kenaikan upah harus disertai dengan peningkatan produktivitas. Pada saat yang sama, Anne menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah agar industri bisa menjalankan operasional bisnisnya dengan lebih efisien.

Sudah pasti sangat berat untuk kami (pengusaha) kalau tidak meningkatkan produktivitas dan pemerintah tidak memperbaiki ease of doing business, mengatasi bottle necking, serta tidak membuat perusahaan itu less cost dari sisi perizinan dan lainnya, terang Anne.

Anne mengingatkan industri TPT menghadapi persaingan yang sengit dengan produk dari negara lain, baik untuk pasar ekspor maupun di pasar domestik. Dus, Anne meminta agar pemerintah melakukan tolok ukur (benchmarking) untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam menumbuhkan industri tekstil.

Benchmarking bisa dilakukan kepada negara-negara yang telah menumbuhkan industri tekstil secara signifikan seperti Vietnam dan Bangladesh. Kami juga minta pemerintah bantu dengan penambahan efisiensi di aturan, jangan overlapping, jangan ada sertifikasi berlebih. Ujungnya kan cost itu akumulasi dari berbagai biaya, bukan hanya upah, tegas Anne.

Hal senada disampaikan oleh pelaku usaha di hulu industri tekstil. Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Farhan Aqil Syauqi menuntut adanya persaingan usaha yang sehat serta perlindungan dari gempuran produk impor.

Pemerintah juga harus menjaga persaingan usaha di industri tekstil. Jika masih terjadi dumping, sulit untuk kami memenuhi kenaikan UMP, tandas Farhan.

Selanjutnya: Imbal Hasil SRBI Naik di Akhir Tahun Meski BI Rate Stabil

Menarik Dibaca: 7 Cara agar Panjang Umur Menurut Pakar, Mau Terapkan?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Raih Top Media of The Year 2025 di Seedbacklink Summit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
BEI Pantau Pergerakan Saham ITMA dan SHIP, Tetapkan Status UMA

BEI Pantau Pergerakan Saham ITMA dan SHIP, Tetapkan Status UMA

2025-03-20
Pakar Ungkap 3 Masalah Utama dalam Percepatan Penggunaan Gas Bumi di Indonesia

Pakar Ungkap 3 Masalah Utama dalam Percepatan Penggunaan Gas Bumi di Indonesia

2025-12-24
Siswa SD di Riau Tewas Diduga Dibully karena Beda Agama, Pemerintah Dituntut Serius Soal Bullying

Siswa SD di Riau Tewas Diduga Dibully karena Beda Agama, Pemerintah Dituntut Serius Soal Bullying

2025-05-31

LPSK Tangani 5.162 Permohonan Restitusi, Kasus Anak Meroket Tajam

2025-12-19
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Uang Beredar dan Penyaluran Kredit Kompak Meningkat

Uang Beredar dan Penyaluran Kredit Kompak Meningkat

2026-02-24
Kurs Dolar Melemah, Rupiah Perkasa Usai Trump Kalah di MA

Kurs Dolar Melemah, Rupiah Perkasa Usai Trump Kalah di MA

2026-02-24
Realisasi Kredit Bank Mandiri Tumbuh 15% di Januari 2026

Realisasi Kredit Bank Mandiri Tumbuh 15% di Januari 2026

2026-02-24
Penukaran Uang pintar.bi.go.id Diperpanjang, Simak Jadwal dan Prosedurnya!

Penukaran Uang pintar.bi.go.id Diperpanjang, Simak Jadwal dan Prosedurnya!

2026-02-24

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 22 Februari 2026: UBS dan Galeri24 Kembali Melesat

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 22 Februari 2026: UBS dan Galeri24 Kembali Melesat

2026-02-24
0
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 22 Februari 2026 Stabil, Cek di Sini

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 22 Februari 2026 Stabil, Cek di Sini

2026-02-24
0
Trump Bakal Naikkan Tarif Impor 15%, Ini Dampaknya ke Indonesia

Trump Bakal Naikkan Tarif Impor 15%, Ini Dampaknya ke Indonesia

2026-02-24
0
Indonesia Buka Keran Impor Beras dan Jagung dari AS, Ini Alasannya

Indonesia Buka Keran Impor Beras dan Jagung dari AS, Ini Alasannya

2026-02-24
0
Indonesia Buka Keran Impor Ayam dari AS, Bagaimana Nasib Peternak?

Indonesia Buka Keran Impor Ayam dari AS, Bagaimana Nasib Peternak?

2026-02-24
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Uang Beredar dan Penyaluran Kredit Kompak Meningkat

Uang Beredar dan Penyaluran Kredit Kompak Meningkat

2026-02-24
Kurs Dolar Melemah, Rupiah Perkasa Usai Trump Kalah di MA

Kurs Dolar Melemah, Rupiah Perkasa Usai Trump Kalah di MA

2026-02-24

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.