Baca 10 detik
Megawati Soekarnoputri menerima Doktor Honoris Causa ke-11 dari PNU, Arab Saudi, Senin (9/2) atas kiprah kepemimpinan politik.
Megawati akan menyampaikan orasi tentang pemberdayaan perempuan dalam pemerintahan, relevan dengan karakter universitas tersebut.
Penganugerahan ini menjadikan Megawati tokoh non-Arab Saudi pertama yang menerima gelar kehormatan dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University.
wmhg.org – Presiden Kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri dijadwalkan menerima penganugerahan Gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU), Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (9/2). Penganugerahan tersebut menjadi simbol pengakuan internasional atas kiprah Megawati dalam kepemimpinan politik dan pemberdayaan perempuan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah menyampaikan, dalam agenda tersebut Megawati juga akan menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Pemberdayaan Perempuan dalam Pemerintahan Negara”. Topik itu dinilai relevan dengan karakter PNU sebagai institusi pendidikan khusus perempuan terbesar di dunia.
PNU merupakan universitas perempuan terbesar di dunia dan ini sebagai apresiasi atas upaya luar biasanya sebagai presiden perempuan pertama Republik Indonesia, kata Basarah dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu.
Basarah menjelaskan, gelar doktor kehormatan dari PNU ini menjadi gelar Doctor Honoris Causa ke-11 yang diterima Megawati, setelah sebelumnya memperoleh 10 gelar doktor kehormatan dan tiga profesor kehormatan dari berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional.
Ia menilai penganugerahan tersebut mencerminkan pengakuan global terhadap dedikasi Megawati di bidang politik dan sosial. Selama menjabat sebagai Presiden RI periode 2001–2004, Megawati disebut berkontribusi signifikan dalam penguatan demokrasi serta hubungan internasional Indonesia.
Ibu Megawati menjadi tokoh pertama di dunia di luar warga Arab Saudi yang menerima gelar,” kata dia.
Menurut Basarah, penganugerahan itu juga memiliki makna strategis bagi dunia Islam dan gerakan emansipasi perempuan. Sosok Megawati dinilai dapat menjadi referensi penting bagi institusi pendidikan dan negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.
Dan mungkin dapat menjadi role model bagaimana di negara-negara dunia Islam lainnya, emansipasi perempuan dan memberikan perempuan pada tempat dan hak yang sama dengan kaum laki-laki, kata dia.
Penganugerahan Doctor Honoris Causa tersebut sekaligus menegaskan posisi Megawati sebagai tokoh perempuan dunia yang kiprahnya melampaui batas nasional, khususnya dalam mendorong kesetaraan gender di ruang kepemimpinan negara.
/2024/02/15/2106305076.jpg)
/2025/02/10/857296683.jpg)
/2025/12/14/52894173.jpg)
/2023/01/09/817601117.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/3617288/original/052829700_1635503921-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-4.jpg)



