• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Kamis, Maret 5, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    PPN DTP 100% Rumah Tapak dan Apartemen Diperpanjang, REI Soroti Tantangan Ini

    PPN DTP 100% Rumah Tapak dan Apartemen Diperpanjang, REI Soroti Tantangan Ini

    Hadapi 2026, Samudera Indonesia (SMDR) Ekspansi Armada dan Rute Pelayaran

    Hadapi 2026, Samudera Indonesia (SMDR) Ekspansi Armada dan Rute Pelayaran

    Masuk 2026, SUN Energy Perkuat Bisnis Industri dan Perluas Segmen IPP

    Masuk 2026, SUN Energy Perkuat Bisnis Industri dan Perluas Segmen IPP

    Sebelum Setop Impor Solar, Pemerintah Tunggu RDMP Balikpapan Beroperasi Penuh

    Sebelum Setop Impor Solar, Pemerintah Tunggu RDMP Balikpapan Beroperasi Penuh

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    PPN DTP 100% Rumah Tapak dan Apartemen Diperpanjang, REI Soroti Tantangan Ini

    PPN DTP 100% Rumah Tapak dan Apartemen Diperpanjang, REI Soroti Tantangan Ini

    Hadapi 2026, Samudera Indonesia (SMDR) Ekspansi Armada dan Rute Pelayaran

    Hadapi 2026, Samudera Indonesia (SMDR) Ekspansi Armada dan Rute Pelayaran

    Masuk 2026, SUN Energy Perkuat Bisnis Industri dan Perluas Segmen IPP

    Masuk 2026, SUN Energy Perkuat Bisnis Industri dan Perluas Segmen IPP

    Sebelum Setop Impor Solar, Pemerintah Tunggu RDMP Balikpapan Beroperasi Penuh

    Sebelum Setop Impor Solar, Pemerintah Tunggu RDMP Balikpapan Beroperasi Penuh

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Kinerja Emiten di Semester I: Pertumbuhan Pendapatan dan Serapan Capex Turun

Kinerja Emiten di Semester I: Pertumbuhan Pendapatan dan Serapan Capex Turun

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-08-07
0

Kinerja Emiten di Semester I: Pertumbuhan Pendapatan dan Serapan Capex Turun

wmhg.org – JAKARTA. Mayoritas emiten sudah merilis kinerja keuangan semester pertama 2024.

Tim Analis BCA, Lazuardin Thariq Hamzah dan Barra Kukuh Mamia melihat, raihan pertumbuhan pendapatan dan realisasi anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) emiten dinilai memburuk sepanjang semester I 2024.

Lazuardin mengatakan, perlambatan raihan pendapatan dan realisasi capex menunjukkan bahwa para emiten cenderung menggunakan kas untuk kebutuhan, bukannya untuk melakukan ekspansi dan mendapatkan keuntungan lebih.

Alhasil, permintaan asing terhadap saham Indonesia masih lemah. Hal ini ditunjukkan dengan rendahnya volume perdagangan dan aliran masuk asing yang hanya sebesar US$ 0,14 miliar ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam seminggu terakhir.

“Alasan pasar saham Indonesia masih lesu adalah investor asing tidak terlalu tertarik pada prospek pendapatan para emiten saat ini,” ujarnya dalam riset tertanggal 5 Agustus 2024.

Pendapatan emiten mungkin naik dari -2,98% secara tahunan alias year on year (YoY) di kuartal I ke -2,3% YoY di kuartal II. Namun, pertumbuhan itu bukanlah hal yang menggembirakan.

“Pelemahan pendapatan para emiten ini karena kinerja mereka terdikte oleh fluktuasi harga komoditas,” paparnya.

Secara sektoral, penurunan pendapatan sektor mineral tercatat paling tinggi, yaitu turun 18,5% YoY. Lalu, sektor paper & forestry turun 4,6% YoY, sektor industri turun 3,7% YoY.

Memburuknya permintaan dari pasar membuat para emiten juga menekan penyerapan realisasi capex di mayoritas sektor, kecuali emiten kimia dan emiten batubara yang realisasi capex naik 153,9% YoY.

Sektor yang serapan capex turun paling dalam adalah sektor jasa industri yang terkoreksi 48,2% YoY. Sektor metals & mining turun 24,8% YoY dan sektor telekomunikasi turun 22,5% YoY.

PMI manufaktur Indonesia mengalami kontraksi pada bulan Juli 2024, pertama kalinya sejak Agustus 2021. Hal ini menunjukkan periode yang lambat untuk investasi di masa depan.

Di sisi lain, tingkat pinjaman bank untuk industri pun terkerek akibat perlambatan pendapatan, sehingga mendorong para emiten untuk mengambil lebih banyak pinjaman di kuartal II.

“Kondisi ini juga menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia mungkin masih perlu waktu pemulihan lagi untuk beberapa saat pascapandemi Covid-19,” paparnya.

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan, saat sebagian besar harga saham turun dan hanya sedikit yang naik, memang banyak investor ritel dan sebagian investor institusi menahan diri untuk tidak trading atau bertransaksi.

Namun, Budi melihat, sebagian besar dapat memenuhi ekspektasi di semester I 2024. 

“Beberapa sektor, seperti emiten poultry dan emiten farmasi laba bersihnya meningkat di semester I 2024,” katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (7/8).

Di sisi lain, serapan capex emiten di semester I yang masih rendah disebabkan oleh para emiten yang masih wait and see dengan kondisi pasar yang masih lesu. Kondisi ini kemungkinan masih akan terjadi hingga kuartal III.

“Mereka tengah wait and see, karena menunggu kabinet baru dan kebijakan presiden baru juga. Plus, ini untuk mengantisipasi resesi di beberapa negara besar juga,” ungkapnya.

Terkait peningkatan jumlah emiten yang mengambil kredit perbankan, Budi melihat, langkah tersebut karena menjadi salah satu langkah termudah untuk mendapatkan dana di tengah kondisi pasar yang tak menentu.

Pilihan pendanaan emiten di antaranya adalah mengambil kredit bank atau rights issue. Pada saat harga saham emiten sedang tidak tinggi, mengambil kredit bank akan lebih menguntungkan. 

Sementara, pada saat harga saham-saham nanti sudah tinggi, emiten akan memilih untuk rights issue. 

“Ini praktik lumrah dan biasanya disebut perusahaan tengah berusaha melakukan market timing. Ini sepertinya yang tengah terjadi di bursa kita saat ini,” paparnya.

Meskipun pasar tengah lesu, momentum ini bisa dimanfaatkan oleh investor untuk masuk berinvestasi di bursa. Kata Budi, sektor komoditas, seperti batubara dan perbankan bisa dipilih. Sementara, saat bunga turun properti dan consumers goods juga menjadi menarik.

“Komoditas dan perbankan masih bagus, tetapi properti dan consumer goods tergantung penurunan suku bunga dan peningkatan daya beli,” ungkapnya.

Head of Research RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya mengatakan, kinerja sejumlah emiten di semester I masih mampu memenuhi ekspektasi pasar.

Sektor yang kinerjanya unggul di semester I adalah sektor kesehatan, poultry, otomotif, pertambangan logam, dan properti kawasan industri.

Pendapatan sektor perbankan sejalan dengan pertumbuhan kredit yang solid, yaitu 5,1% YoY. Sementara, sektor konsumen menunjukkan hasil yang beragam. Sementara itu, sektor ritel, tembakau, dan semen berkinerja buruk.

Sektor layanan kesehatan mencatatkan volume pasien yang kuat dan memiliki prospek yang lebih baik pada kuartal III 2024. Sektor poultry mendapat manfaat dari rata-rata harga jual alias average selling price (ASP) yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah.

Lalu, sektor otomotif unggul karena segmen suku cadang, alat berat, dan pembiayaan kendaraan. Peningkatan kinerja sektor pertambangan logam disebabkan oleh peningkatan penjualan feronikel dan bijih nikel.

”Di sisi lain, sektor ritel dan tembakau dilanda penurunan volume penjualan dan kenaikan biaya,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (7/8).

Andrey merekomendasi beli untuk AKRA, BBCA, BMRI, BBRI, MIKA, dan AMRT dengan target harga masing-masing Rp 1.950 per saham, Rp 12.060 per saham, Rp 8.100 per saham, Rp 5.900 per saham, Rp 3.500 per saham, dan Rp 3.400 per saham. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat, realisasi capex emiten bergantung pada kebutuhan masing-masing emiten. 

“Namun, saat kondisi makroekonomi dan industri tak mendukung, tentu wait and see akan jadi pilihan, sehingga capex tidak akan diserap sepenuhnya,” ungkapnya kepada Kontan, Rabu (7/8).

Di semester II, pertumbuhan pendapatan dan serapan capex para emiten diproyeksikan akan lebih tinggi dibandingkan paruh pertama tahun ini. Sentimen positifnya adalah adanya pilkada, pelantikan presiden, pemilihan kabinet baru, hingga potensi pemangkasan suku bunga The Fed.

Sentimen negatifnya adalah peningkatan tensi geopolitik dan batalnya pemangkasan tingkat suku bunga The Fed.

”Sektor yang bisa dilirik investor adalah perbankan, consumer non-cyclical, energi, tambang emas, infrastruktur, dan consumer goods,” tuturnya.

Nico pun merekomendasikan beli untuk BBCA dengan target harga Rp 11.300 per saham, BBRI Rp 5.600 per saham, BMRI Rp 7.400 per saham, BBNI Rp 6.000 per saham, AMRT Rp 3.400 per saham, ICBP Rp 13.100 per saham, MYOR Rp 2.980 per saham, MAPI Rp 1.900 per saham, ACES Rp 1.000 per saham, MEDC Rp 1.900 per saham.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Bitcoin Cetak Kinerja Terburuk Sejak Bangkrutnya Bursa Kripto FTX

Bitcoin Cetak Kinerja Terburuk Sejak Bangkrutnya Bursa Kripto FTX

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Kontribusi UMKM ke PDB Indonesia Tembus Rp 9.580 Triliun

Kontribusi UMKM ke PDB Indonesia Tembus Rp 9.580 Triliun

2024-08-07
Masuk 2026, SUN Energy Perkuat Bisnis Industri dan Perluas Segmen IPP

Masuk 2026, SUN Energy Perkuat Bisnis Industri dan Perluas Segmen IPP

2026-01-06

Pengamat: BHR untuk Mitra Ojol Bentuk Kebijakan Perusahaan Berbasis Produktivitas

2026-03-05
Silaturahmi dengan MUI, Menko Airlangga Beri Jaminan Produk Halal di Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Silaturahmi dengan MUI, Menko Airlangga Beri Jaminan Produk Halal di Perjanjian Dagang Indonesia-AS

2026-03-05
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Angkat Ornamen Nusantara, Brand Hijasmita Kembangkan Bisnis Hijab Modern Berkat Pemberdayaan BRI

Angkat Ornamen Nusantara, Brand Hijasmita Kembangkan Bisnis Hijab Modern Berkat Pemberdayaan BRI

2026-03-05
20 Nama Lolos Seleksi Administrasi Calon ADK OJK: Ada Petinggi BI hingga Danantara

20 Nama Lolos Seleksi Administrasi Calon ADK OJK: Ada Petinggi BI hingga Danantara

2026-03-05
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Rabu 4 Maret 2026, UBS dan Galeri24 Kompak Lebih Murah

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Rabu 4 Maret 2026, UBS dan Galeri24 Kompak Lebih Murah

2026-03-05
Top 3: Arab Saudi Setop Impor Unggas dari Indonesia

Top 3: Arab Saudi Setop Impor Unggas dari Indonesia

2026-03-05

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
UMKM Perempuan Terbuka Peluang Dibina Lewat Program PFpreneur

UMKM Perempuan Terbuka Peluang Dibina Lewat Program PFpreneur

2026-03-05
0
KAI Logistik Bidik Pendapatan Rp 2,47 Triliun pada 2026, Angkutan Non-Batu Bara jadi Fokus

KAI Logistik Bidik Pendapatan Rp 2,47 Triliun pada 2026, Angkutan Non-Batu Bara jadi Fokus

2026-03-05
0
OJK Hentikan 951 Pinjol Ilegal, IASC Blokir Dana Korban Rp 566,1 Miliar

OJK Hentikan 951 Pinjol Ilegal, IASC Blokir Dana Korban Rp 566,1 Miliar

2026-03-05
0
Aset SMI Tembus Rp 121,3 Triliun pada 2025

Aset SMI Tembus Rp 121,3 Triliun pada 2025

2026-03-05
0
KSPI Ingatkan THR Belum Dibayar dan Minta Bebas Pajak

KSPI Ingatkan THR Belum Dibayar dan Minta Bebas Pajak

2026-03-05
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Angkat Ornamen Nusantara, Brand Hijasmita Kembangkan Bisnis Hijab Modern Berkat Pemberdayaan BRI

Angkat Ornamen Nusantara, Brand Hijasmita Kembangkan Bisnis Hijab Modern Berkat Pemberdayaan BRI

2026-03-05
20 Nama Lolos Seleksi Administrasi Calon ADK OJK: Ada Petinggi BI hingga Danantara

20 Nama Lolos Seleksi Administrasi Calon ADK OJK: Ada Petinggi BI hingga Danantara

2026-03-05

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.