Jakarta – Ketegangan geopolitik global kembali menjadi sorotan setelah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel semakin memanas. Situasi tersebut dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga komoditas strategis dunia, terutama emas dan minyak mentah, khususnya imbas penutupan Selat Hormuz.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan konflik yang terus meningkat membuat investor global mencari aset yang dianggap aman atau safe haven. Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik, emas dan dolar Amerika Serikat biasanya menjadi pilihan utama pasar.
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini 9 Maret 2026: Termurah Sentuh Level Segini
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Tertekan, XAU/USD Berpotensi Turun ke USD 4960
Nah, perang ini cukup menarik sebenarnya, membuat dolar mengalami penguatan sebagai safe haven, di samping itu pun juga harga emas dunia logam mulia pun juga dijadikan sebagai safe haven, kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, perang yang berlangsung di kawasan Timur Tengah terjadi hampir setiap hari dengan eskalasi yang semakin signifikan. Bahkan Amerika Serikat disebut turut mendorong oposisi, termasuk kelompok Kurdi, untuk menghadapi Iran. Namun, kekuatan Kurdi disebut mengalami tekanan sehingga konflik semakin kompleks.
Kemudian, Amerika pun juga menyuruh oposisi di sini adalah suku Kurdi untuk melawan Iran, tetapi rupanya pasukan Kurdi itu pun juga bisa dilumpuhkan, ujarnya.
/2025/05/23/1773589716.jpg)
/2024/05/08/49081693.jpg)
/2021/09/19/1933925616.jpg)
/2025/05/13/879668017.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382998/original/053653000_1760612390-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524910/original/088029300_1773024560-a642b33a-2b7a-46dd-b064-2fb0aab29e93.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524919/original/093651200_1773024997-kopi_kenangan_edit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525079/original/059612500_1773031060-WhatsApp_Image_2026-03-09_at_10.25.06.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521456/original/046444200_1772690467-unnamed__73_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2034336/original/042934000_1522123940-Sawit_Jambi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504194/original/061386800_1771227775-PT_Kereta_Api_Indonesia__Persero__mencatat_perjalanan_KA_di_lintas_utara_berangsur_normal-16_Februari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512269/original/047632000_1771936819-1000843403.jpg)