Jakarta – Bilau tukar Rupiah terpantau melemah menjadi sekitar Rp 16.752 per dolar Amerika Serikat (AS), Kamis (29/1/2025). Analis melihat ada dampak dari penetapan suku bunga Federal Reserve (The Fed) hingga pengaruh dari anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di bursa saham.
Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra menyampaikan pelemahan rupiah itu didorong oleh bos The Fed, Jerome Powell yang cenderung hati-hati dengan menahan suku bunga AS.
BACA JUGA:Kurs Dolar Bikin Rupiah Ambruk, Analis Soroti Sentimen Ini
BACA JUGA:Dibuka Menguat, Intip Prediksi Rupiah Sepanjang Hari Ini 28 Januari 2026
BACA JUGA:IHSG Ambruk, Rupiah Malah Perkasa Lawan Dolar AS Hari Ini
Pelemahan ini karena dalam rapat FOMC, Gubernur Bank Sentral Jerome Powell memberikan pernyataan yang lebih hawkish dari harapan. Penurunan IHSG yang dalam juga memberikan sentimen negatif ke rupiah, ungkap Ariston, saat dihubungi Kamis (29/1/2026).
Secara umum, dia memandang pelemahan rupiah juga turut dipengaruhi oleh kebijakan stimulus fiskal dan moneter yang diambil.
Overall, kebijakan stimulus fiskal dan moneter dari pemerintah dan BI yang ingin memperbesar likuiditas rupiah memang memberikan sentimen pelemahan ke rupiah, katanya.
Harapannya, suku bunga AS bisa turun lebih besar. Dengan demikian, Ariston memprediksi, nilai tukar rupiah bakal menguat me level Rp 16.000 per dolar AS tahun ini. Kita menunggu kebijakan pemangkasan suku bunga acuan Bank Sentral AS tahun ini. Bila terindikasi the Fed akan memangkas suku bunga lebih besar (75 bp), rupiah bisa berangsur menguat ke Rp 16.000, bebernya.
/2023/02/25/321248679.jpg)
/2025/02/24/1530473509.jpg)
/2025/12/09/920216395.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3457615/original/088329700_1621231850-FOTO_001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486233/original/062057000_1769580738-Bakti_GoTo_untuk_Negeri_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5330454/original/029687200_1756361195-IMG_1809.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487908/original/019378300_1769683532-38ad1699-a169-4193-9e6f-b7734c88ab34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472846/original/096950000_1768378113-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1338349/original/016327000_1473147933-673x373.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487478/original/021081700_1769666416-1000219659.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5360697/original/082788100_1758719568-183357.jpg)