Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara mengenai kucuran tambahan Rp 100 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan. OJK memandang pembelian Surat Berharga Negara (SBN) oleh bank tidak menjadi masalah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan pembelian SBN oleh perbankan dari tambahan likuiditas tersebut merupakan langkah yang cukup tepat, meskipun pada akhirnya bank akan tetap mengarahkan dana pada pembiayaan kredit.
BACA JUGA:Fitch Pangkas Outlook, Begini Kondisi Industri Perbankan Indonesia
BACA JUGA:BNI Tutup Internet Banking Mulai 21 April 2026
BACA JUGA:Bank Gede Rajin Bagi Dividen Besar Tekan Modal Jangka Panjang? Ini Kata OJK
Itu kan hanya temporary, istilahnya temporary investment. Daripada dibiarkan menganggur, lebih baik diinvestasikan berapa persen pun. Tetapi tujuan akhir sebuah bank tentu adalah memberikan kredit, ungkap Dian saat ditemui di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Diketahui, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah mengucurkan kembali Rp100 triliun ke perbankan untuk meningkatkan likuiditas. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian.
Dian menambahkan, bank akan cenderung memilih pembiayaan kredit karena tingkat bunga yang lebih kompetitif. Coba bandingkan, berapa bunga SBN paling tinggi sekarang? Sekitar 6 persen. Kalau kredit itu bisa di atas 9-10 persen, katanya.
/2023/06/14/114521361.jpg)
/2017/03/08/1326898684.jpg)
/2025/08/25/283907732.jpg)
/2025/07/26/1598174070.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537754/original/037324300_1774438747-1000271973.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535304/original/047133700_1773979944-IMG_0270.jpeg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4011968/original/082923100_1651298809-20220430-Pedagang_di_Tol_Jalan_tol_Cikopo_-_Palimanan_KM_73-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537038/original/072670700_1774407873-WhatsApp_Image_2026-03-25_at_08.59.29.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537747/original/086782900_1774438005-OJK-25_Maret_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537599/original/087810700_1774428360-1000271770.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4837498/original/067081100_1716195906-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)