Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan komitmen OJK dalam mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang diinisiasi Presiden, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Friderica menyampaikan, OJK memahami berbagai kendala di lapangan yang disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, terutama terkait penggunaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dalam proses pengajuan pembiayaan perumahan.
BACA JUGA:OJK Rilis Panduan Media Sosial Perbankan, Perkuat Tata Kelola dan Reputasi Digital
BACA JUGA:SLIK Jadi Kendala Rumah Subsidi, Maruarar Sirait Diskusi dengan OJK
“Intinya OJK mendukung program yang sangat mulia dari Bapak Presiden, bagaimana 3 juta rumah ini bisa terwujud untuk masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Friderica di Kantor OJK, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, SLIK pada dasarnya memiliki tujuan positif, yakni menyediakan rekam jejak (track record) kredit bagi pelaku jasa keuangan untuk menilai tingkat tanggung jawab seseorang dalam aktivitas keuangan.
Namun demikian, OJK mengakui adanya kekhawatiran dari masyarakat dan pengembang terkait penerapan SLIK yang dinilai terlalu ketat, bahkan hingga mencatat tunggakan dalam nominal yang sangat kecil.
Sebagai respons, OJK berencana mengeluarkan kebijakan khusus terkait SLIK dengan menetapkan ambang batas (threshold) informasi kredit yang dilaporkan.
“Kami memahami concern tersebut, sehingga kami akan menetapkan threshold informasi yang disampaikan dalam SLIK, tidak lagi dari nol. Saat ini bahkan Rp 1, Rp 2, Rp 3 pun tercatat, ke depan ini akan kami sesuaikan,” jelasnya.
/2025/02/26/422208481.jpg)
/2024/04/01/2112947672.jpg)
/2024/02/06/1212503633.jpg)
/2024/03/03/1059739962.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4415470/original/037518200_1683199930-20230504-Revitalisasi-Stasiun-Tanah-Abang-Tallo-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546920/original/007282100_1775386332-IMG_0329.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461301/original/013023100_1767362851-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546599/original/026506000_1775355291-IMG_0325.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4989211/original/076237300_1730628007-20241103-Polusi_Pakistan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3325766/original/009709700_1608119114-20201216-Pemprov-DKI-Segera-Berlakukan-WFH-hingga-75-Persen-FANANI-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546918/original/056754100_1775386026-IMG-20260405-WA0013.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/966239/original/043979200_1440492322-20150825--Keselamatan-Tenaga-Kerja-Jakarta-01.jpg)