Jakarta – Peneliti INDEF Deniey Adi Purwanto menyoroti urgensi menjaga independensi Bank Indonesia (BI) setelah Thomas Djiwandono ditunjuk sebagai Deputi Gubernur BI.Â
Ia menegaskan, secara kelembagaan BI semestinya terbebas dari campur tangan politik dalam merumuskan serta menjalankan kebijakan moneter, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang
BACA JUGA:Harapan Bos BCA ke Thomas Djiwandono Sebagai Deputi Gubernur BI
BACA JUGA:Sah, Paripurna DPR RI Setujui Thomas Djiwandono Jabat Deputi Gubernur Bank Indonesia
BACA JUGA:Rupiah Diramal Kembali ke Rp 16.750 di Penutupan Hari Ini
BACA JUGA:Janji Thomas Djiwandono Usai Terpilih Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia
Dari sisi independensi tujuan dan instrumen, BI memiliki kewenangan penuh memilih instrumen untuk mencapai stabilitas nilai rupiah, ujar Deniey dalam diskusi publik dengan tema Depresiasi Rupiah dan Dilema Independensi, Selasa (27/1/2026).
Deniey menjelaskan bahwa keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bersifat kolektif serta tidak dapat dibatalkan oleh pihak lain, sebagai wujud independensi operasional. Ia juga memaparkan sejumlah aspek penting dalam menjaga kemandirian bank sentral.
Bukti empiris menunjukkan bank sentral independen berkorelasi dengan inflasi yang lebih rendah dan stabil, ujar Deniey.
Ia menambahkan, Bank Dunia menilai independensi sebagai faktor krusial untuk memperkuat kepercayaan investor ketika terjadi gejolak eksternal. Menurutnya, kemandirian BI juga berperan penting dalam mencegah dominasi fiskal, agar bank sentral tidak dimanfaatkan untuk membiayai defisit secara tidak berkelanjutan.
/2023/11/14/265599980.jpg)
/2023/02/06/1670990717.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4915603/original/086439000_1723438542-Foto_2_-_Superbank_Raih_1_Juta_Nasabah.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2793619/original/013488900_1556718746-Kembang-Api-Buruh4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3457615/original/088329700_1621231850-FOTO_001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5330454/original/029687200_1756361195-IMG_1809.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486677/original/085045300_1769595276-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_16.13.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486550/original/072648900_1769590191-Deputi_Gubernur_Bank_Indonesia_terpilih_Thomas_Djiwandono-_28_Januari_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129438/original/034681000_1739288405-BI_10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484915/original/056960900_1769488796-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_10.56.47.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)