Semarang – Musim mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana khas di berbagai kota yang dilalui para pemudik, termasuk Semarang. Selain menjadi kota persinggahan, Semarang juga dikenal sebagai salah satu destinasi favorit untuk berburu oleh-oleh khas daerah.
Di antara beragam pilihan buah tangan yang tersedia, nama Bandeng Juwana Elrina sudah sangat familiar bagi banyak orang. Bagi para pemudik, perjalanan melintasi Semarang sering kali terasa belum lengkap tanpa membawa pulang bandeng presto dari toko legendaris tersebut.
BACA JUGA:Dari Usaha Rumahan hingga Ikon Oleh-Oleh Semarang, Perjalanan Bandeng Juwana Elrina yang Bertumbuh bersama BRI
BACA JUGA:Lebaran 2026, BRI Dukung Kebutuhan Finansial PMI dan Keluarga lewat Layanan Remitansi
BACA JUGA:Momentum Idulfitri 2026, Kiriman Dana PMI via BRI Melonjak hingga Rp19,67 Triliun
Jason Nathaniel Kusmadi, cucu dari pendiri Bandeng Juwana Elrina, menceritakan bahwa usaha ini bermula dari mimpi sang kakek yang ingin memiliki bisnis sendiri. Tujuannya sederhana namun penuh makna, yakni agar dapat membiayai pendidikan anak-anaknya hingga jenjang akademi bahkan ke luar negeri.
Awalnya, keluarga berencana membuka usaha bakery. Namun keterbatasan modal membuat rencana tersebut tidak dapat diwujudkan. Inspirasi kemudian datang dari lingkungan sekitar rumah yang banyak menjual ikan bandeng.
Melihat peluang tersebut, keluarga mencoba mengolah bandeng sendiri untuk dijual di depan rumah. Usaha ini secara resmi dimulai pada 3 Januari 1981 dengan konsep yang masih sangat sederhana.
“Bukan toko besar seperti sekarang, melainkan hanya sebuah stand kecil yang menempel di rumah yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus praktik dokter” ungkapnya.
Perkembangan bisnis tersebut terbilang cukup cepat. Hanya dalam waktu tiga tahun, tepatnya pada 1984, lapak kecil tersebut berkembang menjadi toko oleh-oleh yang lebih besar. Produk andalannya tetap bandeng duri lunak atau bandeng presto yang menjadi ciri khas mereka.
/2026/01/20/883161196.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2026/01/20/1078598350.jpg)
/2026/01/05/369835760.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931532/original/090545100_1724925587-IMG-20240829-WA0029.jpg)







:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523301/original/058794000_1772800726-IMG_0761.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535727/original/090736300_1774097311-PT_Kereta_Api_Logistik_atau_KAI_Logistik_kembali_mengangkut_dua_lokomotif_hidrolik-_21_Maret_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535730/original/073491700_1774100404-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-21_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4401674/original/056918100_1681909694-20230419-Mudik-Jalur-Pantura-Angga-3.jpg)