Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai peningkatan literasi pembiayaan hijau (green financing) bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi kunci agar pelaku usaha memahami manfaat jangka panjang dari praktik berkelanjutan.
Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK, Ludy Arlianto, mengatakan pemerintah ingin mendorong UMKM agar dapat tumbuh lebih cepat melalui penerapan pembiayaan hijau.
BACA JUGA:OJK Masih Kaji Status Syariah Aset Kripto, Libatkan DSN hingga MUI
BACA JUGA:Free Float Belum 15%, Unilever Siap Patuhi Aturan Baru OJK dan BEI
BACA JUGA:Skandal Saham SWAT: OJK Bongkar Rekayasa Harga, Satu Tersangka Diserahkan
BACA JUGA:Purbaya Blak-blakan Pendaftar Calon Dewan Komisioner OJK: Banyak Masuk Tapi …
“Memang UMKM kita, khususnya untuk bicara green financing, memang harus terus kita dorong literasinya,” kata Ludy dalam acara PROMISE II IMPACT oleh International Labour Organization (ILO), Kamis (12/2).
Ludy mengungkapkan, ketersediaan pendanaan sebenarnya sudah cukup memadai. Namun, pemanfaatannya belum optimal untuk mendorong pertumbuhan secara signifikan. Hal ini disebabkan perbankan masih banyak menerapkan kebijakan business to business.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan UMKM belum menjadi prioritas utama, karena lembaga keuangan masih mempertimbangkan aspek risiko dan kelayakan usaha. Padahal, potensi ekonomi hijau di berbagai daerah dinilai cukup besar.
“Ini harus mulai dikembangkan, karena ekonomi hijau sangat dekat dengan sustainable financing. Ke depan akan lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan perubahan praktik produksi UMKM agar lebih ramah lingkungan. Menurutnya, penyesuaian perlu dilakukan mulai dari proses bisnis, penggunaan bahan baku, hingga peningkatan literasi.
“Hal-hal sederhana saja, seperti bahan baku atau proses produksi yang lebih hijau, itu sudah jadi isu. Jadi memang harus pelan-pelan,” tutupnya.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2024/09/05/1181790103.jpg)
/2025/10/01/1177083743.jpg)
/2015/04/28/458714412.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/2835792/original/038785100_1561357842-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5182572/original/043086700_1744095807-20250408-ASN_Pemprov_DK_Jakarta-HER_9.jpg)
/2025/12/07/399938828.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473893/original/049823100_1768461020-1500_x_845.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496433/original/011805000_1770535416-9d276887-a3b4-4679-a2c8-cbdbdbf50a52.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499484/original/079695700_1770787736-IMG_1308.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3258331/original/091172300_1601894551-20201005-Kemiskinan-DKI-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1639535/original/088370600_1499173244-asdwdefcgf.jpg)