Jakarta – Harga emas pulih pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) usai turun pada perdagangan sebelumnya. Namun harga emas tetap berada di area bearish karena dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dan imbal hasil obligasi pemerintah yang tinggi terus mengurangi daya tarik logam mulia tersebut.
Dikutip dari CNBC, Rabu (25/3/2026), harga emas turun 0,1% menjadi USD 4.400 per ons, jauh di atas titik terendah. Sedangkan harga emas AS untuk kontrak pengiriman April terakhir terlihat turun 0,3% menjadi USD 4.395,70 per ons.
BACA JUGA:Logam Mulia Pegadaian Terpantau Masih Lesu, Harga Emas Batangan 24 Karat Antam Melesat
BACA JUGA:World Gold Council Kembangkan Infrastruktur Emas Digital Lewat Cara Ini
BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Termurah Dipastok Segini
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang, naik 0,5% pada hari Selasa. Dolar yang lebih kuat mengurangi daya tarik emas batangan yang dihargai dalam dolar AS karena membuatnya lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Harga emas di pasar spot kini telah turun 21% sejak mencapai rekor tertinggi USD 5.594,82 per ons pada akhir Januari, dengan logam mulia tersebut kehilangan hampir 10% minggu lalu dalam kinerja terburuknya sejak September 2011. Sementara itu, indeks dolar telah menguat sekitar 3% sejak awal perang.
Para pengamat pasar mengaitkan penurunan tersebut dengan kombinasi faktor makro dan faktor yang didorong oleh penyesuaian posisi pasar.
“Meskipun harga emas awalnya naik karena permintaan sebagai aset aman di awal konflik (Iran), harga emas baru-baru ini mengalami penurunan,” kata Ahli Strategi Investasi Senior di Standard Chartered, Rajat Bhattacharya.
“Kami sering melihat pola ini berulang selama periode tekanan pasar yang tinggi karena investor mengumpulkan uang tunai untuk membayar margin call atau sekadar mengambil keuntungan sebisa mungkin,” katanya.
Dia menambahkan bahwa penguatan dolar baru-baru ini juga telah membebani permintaan emas.
/2023/06/14/114521361.jpg)
/2017/03/08/1326898684.jpg)
/2025/08/25/283907732.jpg)
/2025/07/26/1598174070.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537599/original/087810700_1774428360-1000271770.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535304/original/047133700_1773979944-IMG_0270.jpeg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4011968/original/082923100_1651298809-20220430-Pedagang_di_Tol_Jalan_tol_Cikopo_-_Palimanan_KM_73-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537038/original/072670700_1774407873-WhatsApp_Image_2026-03-25_at_08.59.29.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537747/original/086782900_1774438005-OJK-25_Maret_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4837498/original/067081100_1716195906-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)