Jakarta – Harga emas dunia naik di atas USD 5.300 per ounce untuk pertama kali pada Rabu, (28/1/2026). Kenaikan harga emas dunia terjadi setelah melemahnya kepercayaan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran seputar independensi bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) sehingga meningkatkan permintaan logam mulia yang termasuk aset safe haven.
Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot naik 1,7% menjadi USD 5.275,68 per ounce pada pukul 09.40 GMT setelah mencapai rekor USD 5.311,31. Harga emas telah naik lebih dari 3% pada sesi sebelumnya.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Akhirnya Tembus Rp 3 Juta per Gram, Cek di Sini!
BACA JUGA:Harga Emas 24 Karat Hari Ini 28 Januari 2026 di Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata Abadi
BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari Ini 28 Januari 2026, Cetak Rekor Termahal Lagi Usai Merosot
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini 27 Januari 2026: Fluktuasi dan Perbandingan Antar Penyedia
Di sisi lain, harga kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari bertambah 3,7% menjadi USD 5.271,70 per ounce.
Emas naik bukan hanya karena kecemasan pasar, tetapi juga karena kepercayaan pada tatanan moneter fiskal global bergeser ke arah sikap yang lebih hati-hati,” kata Analis Senior XS.com, Linh Tran dikutip dari CNBC.
Sementara itu, dolar AS berjuang di dekat level terendah dalam empat tahun pada Rabu pekan ini setelah Presiden AS Donald Trump mengabaikan pelemahan baru-baru ini. Hal ini membuat emas batangan yang dihargai dolar AS lebih menarik bagi pembeli luar negeri.
Trump juga menuturkan akan segera mengumumkan pilihannya untuk menjabat sebagai Kepala The Federal Reserve (the Fed) dan memprediksi suku bunga akan turun setelah kepala baru menjabat.
“Yang benar adalah salah satu kandidat yang akan diusulkan mungkin akan kurang resisten daripada Powell terhadap tuntutan Trump, yang menguntungkan emas,” ujar WisdomTree Commodities Strategiest Nitesh Shah.
/2025/09/05/1983514634.jpg)
/2025/03/04/2092239660.jpg)
/2021/02/09/652248560.jpg)
/2014/08/05/573778175.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1013558/original/005420700_1444269375-rupiah230715.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4721214/original/094318300_1705710833-fotor-ai-202401207334.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4967681/original/010007900_1728810787-Depositphotos_650143686_L.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545719/original/087868100_1629425274-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5533664/original/040176700_1773755481-Chief_Technology_Officer_Danantara_Indonesia__Sigit_Puji_Santosa-17_Maret_2026.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5533697/original/078616900_1773760429-1f3912ca-7653-45df-a7ab-d64716c225a3.jpeg)