Jakarta – Harga emas dunia turun lebih dari 1% pada perdagangan Senin. Penurunan ini dipicu penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga di tengah kekhawatiran inflasi akibat konflik di Timur Tengah.
Mengutip CNBC, Selasa (10/3/2026), harga emas spot tercatat turun 1,5% menjadi USD 5.091,62 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup melemah 1,1% ke level USD 5.103,70 per ounce.
BACA JUGA:Update Harga Emas 24 Karat Hari Ini 10 Maret 2026, Siapa Termurah?
BACA JUGA:Kemarin Anjlok Rp 55.000, Harga Emas Antam Hari Ini 10 Maret 2026 Naik Rp 8.000
BACA JUGA:Harga Emas Pegadaian Anjlok Rp 52.000 per Gram pada 10 Maret 2026, Cek Rinciannya!
Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi akibat ketidakpastian perang memberi tekanan terhadap harga emas.
Namun di sisi lain, konflik yang berlangsung lebih lama justru berpotensi menjaga permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.
“Konflik yang berkepanjangan diperkirakan akan mempertahankan permintaan aset safe haven dan memberikan batas bawah bagi harga emas,” kata Wyckoff.
Emas selama ini dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, ketika suku bunga rendah, daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil (zero-yield asset) biasanya meningkat.
/2025/12/22/1382838809.jpg)
/2025/01/01/314892037.jpg)
/2025/09/03/1680158180.jpg)
/2025/12/29/511986178.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5526263/original/087567900_1773115943-PT_BPR_Koperindo_Jaya_09032026-08.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4412750/original/051626400_1683024970-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-3.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/1650979/original/007849000_1500289004-20170717-Kinerja-Ekspor-dan-Impor-RI-Jeblok-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2858898/original/006856400_1563614299-20190720-Gangguan-Bank-Mandiri-HERMAN-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4375853/original/035596900_1680074819-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525981/original/065011300_1773105860-WhatsApp_Image_2026-03-10_at_07.37.51.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5526183/original/056227500_1773114146-d1924f23-047f-46c5-817a-0a33baec9952.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382998/original/053653000_1760612390-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4038521/original/052833700_1653980220-Daging-Sapi-Pasar-Senen-Virus-PMK-Iqbal-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4338025/original/002773600_1677392396-ilustrasi_investasi.jpg)