Jakarta – Pasar emas kembali didominasi oleh berita terkait perang Iran. Kabar awal mengenai perdamaian Iran mendorong pasar pada Selasa (7/4/2026), namun para pelaku pasar logam mulia masih bersikap skeptis terhadap prospek jangka menengah bahkan terhadap kemungkinan gencatan senjata bertahan cukup lama untuk mengambil posisi investasi yang berarti.
Mengutip laman Kitco.com, Sabtu (11/4/2026), harga emas spot memulai pekan di level USD 4.630,61 per ons, dan seperti yang kerap terjadi belakangan ini, segera mencatatkan level terendah mingguan dengan turun menguji USD 4.600 per ons.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Sepekan 6-11 April 2026: Turun Tajam Lalu Bangkit Lagi
BACA JUGA:Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24 dan UBS Stagnan, Antam Naik Tipis!
BACA JUGA:Rincian Harga Emas Antam Hari Ini 11 April 2026, Lebih Mahal Dibanding Kemarin!
Dari titik tersebut, emas naik secara bertahap sepanjang malam dan mencapai puncak sedikit di atas USD 4.700 pada pukul 17.15 waktu Timur sebelum sesi Amerika Utara mengurangi momentumnya.
Pada Senin (6/4/2026) malam, harga emas kembali melemah ke USD 4.626 per ons, lalu bergerak dalam kisaran sempit saat pasar menunggu tenggat waktu Selasa malam dari Presiden Donald Trump bagi AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan.
Ketika kesepakatan gencatan senjata dua minggu diumumkan pada Selasa siang, pasar merespons dengan reli tajam. Harga emas melonjak dari USD 4.662 pada pukul 14.45 menjadi USD4.835 pada pukul 19.45 waktu Timur.
Setelah gagal menembus level resistensi yang sama pada Rabu dini hari, emas kembali melemah selama sesi Eropa dan Amerika Utara hingga turun mendekati USD 4.700 satu jam sebelum penutupan pasar saham.
Selanjutnya, emas memasuki pola konsolidasi seiring pasar mencerna perdamaian yang belum sepenuhnya stabil. Harga emas spot bergerak dalam rentang USD 100 antara USD 4.700 hingga USD 4.800 sepanjang sisa pekan.
Meski batas atas USD 4.800 bertahan hingga Jumat sore, batas bawahnya terus meningkat, memberi harapan bagi pelaku pasar bahwa pekan berikutnya bisa positif bagi logam mulia ini.

/2026/02/14/83493240.jpg)
/2026/02/14/692664697.jpg)
/2018/09/27/32774489.jpg)
/2024/11/02/85377258.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552927/original/031736300_1775876159-4ef0c232-4b1e-4a0c-b06c-daa35534819d.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497595/original/070518800_1770638545-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547860/original/066933300_1775473871-dpr9.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3146805/original/023865600_1591608597-Foto_01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3458470/original/028995200_1621321945-20210518-Harga-Emas-Antam-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493433/original/072755900_1770214249-1000225263.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552537/original/018807500_1775812494-Menteri_Pekerjaan_Umum__PU___Dody_Hanggodo-10_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1650980/original/058211100_1500289004-20170717-Kinerja-Ekspor-dan-Impor-RI-Jeblok-Angga-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551637/original/043590500_1775732047-Pedagang_di_Pasar_Senen-9_April_2026a.jpeg)