Jakarta – Harga emas dunia semakin tertekan pada Jumat, 20 Maret 2026 (Jakarta waktu setempat). Seiring koreksi harga emas itu membawa harga emas alami pekan terburuk dalam 15 tahun terakhir. Hal ini karena investor khawatir mengenai dampak ekonomi dari perang Amerika Serikat (AS)-Iran.
Mengutip CNBC, Sabtu (21/3/2026), harga kontrak berjangka emas turun 0,7% menjadi USD 4.574,90 per ounce, turun dari kenaikan yang terjadi pada Jumat pagi waktu setempat. Logam mulia ini anjlok 9,6% pada pekan ini, kerugian mingguan terbesar sejak September 2011.
BACA JUGA:Harga Emas Anjlok 11% Selama Sepekan, Ini Penyebabnya
BACA JUGA:Harga Emas Antam Stabil saat Hari Pertama Lebaran, Sabtu 21 Maret 2026
BACA JUGA:Harga Emas Pegadaian Kompak Merosot saat Hari Pertama Lebaran 2026
Harga emas berada di jalur untuk mengalami bulan terburuk sejak Oktober 2008. Namun, harga emas masih naik lebih dari 5% pada 2026, menekankan kenaikan besar-nya sebelum konflik Teluk Persia.
Kontrak berjangka perak anjlok lebih dari 2% menjadi USD 69,66, level penutupan terendah sejak Desember. Logam mulia ini mencatat pekan penurunan ketiga berturut-turut dengan penurunan lebih dari 14%. Harga perak kini turun lebih dari 1% untuk 2026.
Penurunan pada Jumat memperpanjang sesi yang sulit bagi logam mulia pada Kamis, dengan harga spot turun sekitar 3%. Hal ini terjadi setelah mengalami kerugian yang lebih dalam pada awal hari di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari perang Iran.
Volatilitas di pasar minyak telah memengaruhi sentimen investor global sejak awal perang AS-Israel dengan Iran. Harga minyak mencapai USD 112 pada sesi Jumat.
Saham AS anjlok pada Jumat, menyeret Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite mendekati penurunan 10% dari level tertinggi baru-baru ini, yang oleh Wall Street didefinisikan sebagai koreksi. Presiden Trump mengatakan pada Jumat kalau tidak menginginkan gencatan senjata dalam perang dengan Iran.
/2026/01/20/1078598350.jpg)
/2026/01/05/369835760.jpg)
/2026/01/20/1056040193.jpg)
/2024/01/07/512833856.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534694/original/030997000_1773884307-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931803/original/003038800_1724943087-WhatsApp_Image_2024-08-29_at_12.27.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4946745/original/070587600_1726638796-9869342a-c57a-423d-9c65-10b442bfd9d5.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016981/original/055489100_1652075718-20220905-FOTO---ASN-PEMROV-DKI-JAKARTA-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2836176/original/077516600_1561369125-20190624-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535413/original/068439700_1774002745-WhatsApp_Image_2026-03-20_at_17.30.27.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1363011/original/054355300_1475488357-20161003-Pasar-Tebet-Jakarta--Angga-Yuniar-03.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532599/original/022364200_1773658824-7.jpg)