Jakarta – Desa Celuk di Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan yang kaya akan kreativitas. Di tengah meningkatnya minat terhadap produk fesyen berbahan alami dan ramah lingkungan, kerajinan serat alam dari daerah ini terus menarik perhatian pasar.
Salah satu brand yang berkembang dari desa tersebut adalah TSDC Bali (Tanda Sayang dan Cinta). Usaha ini menghadirkan berbagai produk kerajinan berbahan serat alam seperti ate, rotan, dan pandan yang dikerjakan secara handmade oleh para pengrajin lokal.
BACA JUGA:Sambut Arus Mudik 2026, BRI Hadirkan Posko Mudik BRImo dengan Beragam Fasilitas
BACA JUGA:BRI Dirikan Posko Mudik BRImo 2026 di Jalur Tol Jakarta-Jawa, Lengkap dengan Layanan untuk Pemudik
Melalui perpaduan teknik anyaman tradisional dengan desain modern, bahan alami tersebut diolah menjadi berbagai produk fesyen seperti tas, dompet, hingga aksesori.
Beberapa produk yang paling diminati konsumen antara lain beach bag, topi, serta dompet anyaman yang sering digunakan untuk kegiatan liburan maupun aktivitas sehari-hari.
Founder dan Owner TSDC Bali Ni Wayan Sri Mustika Dewi menjelaskan bahwa usaha ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan produk kerajinan yang memiliki nilai emosional bagi para penggunanya.
“TSDC mulai dirintis pada tahun 2020 dari keinginan untuk menghadirkan ‘tanda sayang’ melalui produk yang personal dan bermakna. Nama ‘Tanda Sayang dan Cinta’ bukan sekadar label, tetapi mencerminkan filosofi bahwa setiap produk buatan tangan membawa energi kasih sayang dari pembuatnya kepada pemakainya. Proses membangun usaha ini dimulai dari eksplorasi kekayaan serat alam di Bali seperti ata, pandan, dan rotan. Dari usaha skala kecil, TSDC terus menjaga konsistensi kualitas dan desain yang relevan dengan pasar modern hingga akhirnya berkembang menjadi brand yang dikenal di berbagai pameran,” jelasnya.
/2026/01/12/1406010689.jpg)
/2025/10/15/1790361821.jpg)
/2026/01/16/1560477888.jpg)
/2016/10/26/1015215961.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522139/original/000729400_1772718909-e055bfb0-d53a-42c5-ad40-0243568a7760.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876292/original/002461400_1719462328-fotor-ai-20240627112338.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156442/original/088611200_1663062671-Emas6.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5533195/original/025884600_1773727160-Foto_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532675/original/099330300_1773665888-IMG-20260316-WA0013__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532681/original/027599600_1773666412-WhatsApp_Image_2026-03-16_at_16.58.45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1946058/original/021251600_1519810687-20180228-Tembakau-AFP3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532672/original/031344900_1773665569-1000031369.jpg)