Jakarta – Bayang-bayang krisis ekonomi masa lalu kembali mencuat seiring memanasnya situasi geopolitik global. Analis memperingatkan bahwa dampak konflik saat ini bisa menyerupai efek jangka panjang Perang Teluk. posisi dolar AS sebagai aset penyelamat jauh lebih kuat dibandingkan emas.
Analis pasar keuangan Ibrahim Assyiabi menilai, dolar AS saat ini lebih berperan sebagai safe haven dibanding emas, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
BACA JUGA:Harga Emas Pegadaian Hari Ini Lebih Murah Usai Tembus Rp 3 Juta
BACA JUGA:Harga Emas dan Harga Perak Tiba-Tiba Amblas, Ini Penyebabnya
BACA JUGA:Top 3: Tips Listrik Rumah Aman saat Ditinggal Mudik
Menurut Ibrahim, kondisi tersebut berpotensi mendorong penguatan dolar dalam jangka lebih panjang. Ia bahkan membandingkan situasi saat ini dengan konflik berkepanjangan seperti Perang Teluk yang berdampak hingga krisis ekonomi global 2008.
“Dalam kondisi sekarang, bukan emas yang jadi safe haven, tapi dolar. Geopolitik akan membuat dolar semakin kuat dan dampaknya bisa panjang,” ujarnya kepada www.wmhg.org, Kamis (19/3/2026).
Ia menyarankan pelaku pasar untuk tidak terburu-buru melepas dolar yang dimiliki hingga situasi mereda. Di sisi lain, peluang akumulasi dinilai masih terbuka.
“Lebih baik ditahan dulu, jangan dijual sampai kondisi Timur Tengah membaik. Kalau mau masuk lagi, sebaiknya di bawah Rp 17.000 per dolar AS,” kata Ibrahim.
/2026/01/20/1078598350.jpg)
/2026/01/05/369835760.jpg)
/2026/01/20/1056040193.jpg)
/2024/01/07/512833856.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534694/original/030997000_1773884307-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931803/original/003038800_1724943087-WhatsApp_Image_2024-08-29_at_12.27.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4946745/original/070587600_1726638796-9869342a-c57a-423d-9c65-10b442bfd9d5.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016981/original/055489100_1652075718-20220905-FOTO---ASN-PEMROV-DKI-JAKARTA-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2836176/original/077516600_1561369125-20190624-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535413/original/068439700_1774002745-WhatsApp_Image_2026-03-20_at_17.30.27.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1363011/original/054355300_1475488357-20161003-Pasar-Tebet-Jakarta--Angga-Yuniar-03.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532599/original/022364200_1773658824-7.jpg)