Jakarta – Bank Indonesia menyatakan, kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) terus dioptimalkan untuk mendorong peningkatan kredit/pembiayaan perbankan ke sektor prioritas guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, implementasi penguatan KLM sejak 16 Desember 2025 diarahkan untuk memberikan insentif yang lebih tinggi bagi bank yang mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor tertentu yang ditetapkan Bank Indonesia (lending channel) serta bank yang lebih responsif dalam menurunkan suku bunga kredit baru sejalan dengan arah penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia (interest rate channel).
BACA JUGA:BI Sebut Pembelian Tunai Dolar di Atas USD 50 Ribu Tetap Dapat Dilakukan, Ini Ketentuannya
BACA JUGA:Realisasi Penukaran Uang Jelang Lebaran Capai 91%
BACA JUGA:Turis Jepang Bisa Bayar Pakai QR di Indonesia
BACA JUGA:BI: Momen Ramadan Dongkrak Pertumbuhan Uang Beredar
Insentif KLM yang diperoleh bank pada minggu pertama Maret 2026 adalah sebesar Rp 427,1 triliun dengan alokasi pada lending channel sebesar Rp 357,6 triliun serta interest rate channel sebesar Rp 69,5 triliun, ujar Perry dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil RDG Maret 2026, Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan kelompok bank, KLM disalurkan masing-masing kepada bank BUMN sebesar Rp 225,6 triliun, BUSN sebesar Rp 165,8 triliun, BPD sebesar Rp 28,0 triliun, dan KCBA sebesar Rp 7,7 triliun.
Secara sektoral, KLM telah disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, mencakup sektor Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, sektor Jasa termasuk Ekonomi Kreatif, sektor Konstruksi, Real Estate, dan Perumahan, serta sektor UMKM, Koperasi, Inklusi, dan Berkelanjutan.
/2025/09/05/1983514634.jpg)
/2025/03/04/2092239660.jpg)
/2021/02/09/652248560.jpg)
/2014/08/05/573778175.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4924083/original/020178500_1724226549-Screenshot_20240821_140319_Samsung_Notes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4904275/original/038891900_1722250525-IMG-20240729-WA0113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4587783/original/084518200_1695632631-IMG-20230925-WA0006.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5351995/original/061653800_1758089721-WhatsApp_Image_2025-09-17_at_12.59.58.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545719/original/087868100_1629425274-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5533664/original/040176700_1773755481-Chief_Technology_Officer_Danantara_Indonesia__Sigit_Puji_Santosa-17_Maret_2026.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5533697/original/078616900_1773760429-1f3912ca-7653-45df-a7ab-d64716c225a3.jpeg)