Jakarta – Indonesia resmi bergabung dalam proyek Nexus Global Payments sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara. Melalui keikutsertaan ini, Bank Indonesia (BI) akan berkolaborasi dengan lima bank sentral lain untuk menghadirkan solusi pembayaran antarnegara yang lebih efisien, aman, dan terjangkau.
Lima bank sentral yang terlibat dalam proyek Nexus bersama BI yakni Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), Bank of Thailand (BOT), dan Reserve Bank of India (RBI). Keenam otoritas moneter tersebut akan mengimplementasikan Nexus dengan menghubungkan sistem pembayaran instan domestik masing-masing negara.
BACA JUGA:Bentuk Pansel OJK, Purbaya Ajak BI
BACA JUGA:Bank Indonesia Pede Inflasi 2026-2027 Turun meski Januari Tinggi
BACA JUGA:UOB: Inflasi Terkendali, Ekonomi Tetap Stabil
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan keikutsertaan Indonesia dalam Nexus merupakan langkah strategis, mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu koridor remitansi terbesar di dunia.
Keterhubungan sistem pembayaran lintas negara yang semakin terpadu diyakini tidak hanya mempermudah transaksi masyarakat dan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara mitra di kawasan.
keikutsertaan Indonesia dalam Nexus merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pembayaran antarnegara yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia, jelas Perry dalam keterangan tertulis, Selasa (3/1/2026).
Partisipasi Indonesia dalam Nexus juga mencerminkan komitmen BI untuk terus memperkuat infrastruktur pembayaran nasional agar mampu bersaing dan terintegrasi secara global.
/2017/04/27/313583694.jpg)
/2025/12/11/1752474654.jpg)
/2019/07/01/1516431989.jpg)
/2025/12/12/590783714.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5491877/original/086302700_1770109168-WhatsApp_Image_2026-02-03_at_11.55.47__1_.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369943/original/032417700_1476098428-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5198172/original/061456600_1745500065-56e1a315-d25b-47fb-abe6-e936eafd527a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5285271/original/007266900_1752663315-20250716-Inflasi-ANG_8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490979/original/053391900_1770037175-Direktorat_Jenderal_Perkeretaapian__DJKA__Kementerian_Perhubungan_mengecek_kesiapan_LRT_Jabodebek-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490995/original/001390300_1770039523-IMG_0952.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1360914/original/098618500_1475232909-20160930--Bea-Cukai-Rilis-Temuan-Rokok-Ilegal-Jakarta--Faizal-Fanani-08.jpg)