• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Minggu, Februari 15, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Permintaan Tinggi, ESDM Masih Hitung Kuota Impor BBM untuk Swasta

    Permintaan Tinggi, ESDM Masih Hitung Kuota Impor BBM untuk Swasta

    Barantin Targetkan Revitaslisasi Laboratorium Setara Internasional pada Tahun 2026

    Barantin Targetkan Revitaslisasi Laboratorium Setara Internasional pada Tahun 2026

    Bahlil Ingatkan SPBU Swasta untuk Patuhi Aturan Impor BBM

    Bahlil Ingatkan SPBU Swasta untuk Patuhi Aturan Impor BBM

    Modernisasi Gedung Mendorong Kebutuhan Efisiensi Operasional

    Modernisasi Gedung Mendorong Kebutuhan Efisiensi Operasional

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Permintaan Tinggi, ESDM Masih Hitung Kuota Impor BBM untuk Swasta

    Permintaan Tinggi, ESDM Masih Hitung Kuota Impor BBM untuk Swasta

    Barantin Targetkan Revitaslisasi Laboratorium Setara Internasional pada Tahun 2026

    Barantin Targetkan Revitaslisasi Laboratorium Setara Internasional pada Tahun 2026

    Bahlil Ingatkan SPBU Swasta untuk Patuhi Aturan Impor BBM

    Bahlil Ingatkan SPBU Swasta untuk Patuhi Aturan Impor BBM

    Modernisasi Gedung Mendorong Kebutuhan Efisiensi Operasional

    Modernisasi Gedung Mendorong Kebutuhan Efisiensi Operasional

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » EKONOMI » Sejumlah Pengusaha Minta Kenaikan PPN Jadi 12% Ditunda

Sejumlah Pengusaha Minta Kenaikan PPN Jadi 12% Ditunda

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-11-18
0

Sejumlah Pengusaha Minta Kenaikan PPN Jadi 12% Ditunda

wmhg.org – JAKARTA. Sejumlah pelaku usaha manufaktur dan ritel keberatan atas rencana kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai awal Januari 2025. Kebijakan ini berpotensi membuat kinerja industri sulit tumbuh di tengah kondisi ekonomi nasional yang tak menentu.

Asal tahu saja, rencana pengenaan PPN 12% mengacu pada Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmoniasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono mengatakan, kenaikan tarif PPN tentu akan mengerek harga jual produk-produk di pasar, mengingat PPN adalah bagian dari komponen biaya.

Apindo pun mengingatkan ke pemerintah agar mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan dari pemberlakuan PPN 12% awal tahun depan. Apalagi, rencana kenaikan PPN terjadi di tengah daya beli masyarakat belum stabil, sehingga tingkat produksi dari sisi pelaku usaha berisiko turun. Hal ini akan berimbas pula pada berkurangnya permintaan bahan baku.

Beban yang mesti ditanggung pelaku usaha pun makin banyak. Selain kenaikan PPN, pengusaha juga dihadapkan beban pungutan lain seperti sertifikasi halal dan pengelolaan limbah.

Kalau bisa ditunda, tapi kami tidak melakukan penekanan, ujar dia, Senin (18/11).

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menilai, kebijakan PPN 12% akan semakin menekan industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Ada kekhawatiran para produsen TPT nasional makin sulit bersaing dengan produk-produk impor ilegal yang dijual dengan harga miring di pasar. Padahal, pasar domestik sangat diandalkan bagi pebisnis TPT mengingat permintaan ekspor masih lesu.

Barang impor ilegal akan lebih murah dan para konsumen akan memburu barang tersebut tanpa memikirkan barangnya sudah membayar PPN atau tidak, terang Ketua Umum API Jemmy Kartiwa Sastraatmaja, Senin (18/11).

Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan Indonesia (Asrim) Triyono Prijosoesilo berpendapat, secara riil kenaikan PPN berpotensi lebih dari 1% karena akan terjadi pembulatan ke atas ketika produk minuman ringan dijual di kalangan pengecer.

Sebagai contoh, di atas kertas harga minuman ringan senilai Rp 3.500 akan naik jadi Rp 3.535 jika tarif PPN berubah dari 11% ke 12%. Namun, harga produk tersebut berpotensi naik menjadi Rp 3.600 bahkan hingga Rp 4.000 di tingkat eceran.

Kenaikan harga minuman ringan di tingkat eceran akan mengurangi penjualan, karena daya beli konsumen masih rentan, kata dia, Senin (18/11).

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menyebut, seharusnya kenaikan PPN jadi 12% tidak terjadi pada 2025 karena akan memberatkan masyarakat yang daya belinya sedang melemah.

Industri keramik tentu terpaksa harus menyesuaikan harga jual produk paska penerapan PPN 12%, karena kebijakan ini juga bisa memicu kenaikan harga bahan baku, komponen, kemasan, dan lain-lain.

Pengusaha juga tengah dihadapkan oleh rencana kenaikan UMR tahun 2025, imbuh Ketua Umum Asaki Edy Suyanto, Senin (18/11).

Ancaman sektor ritel

Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hipindo) juga meminta agar kenaikan PPN ditunda sementara waktu, mengingat Indonesia sedang dalam tahap pemulihan daya beli masyarakat usai terjadinya deflasi selama 5 bulan beruntun.

Penerapan PPN 12% tentu akan mengerek harga jual produk-produk ritel di pusat perbelanjaan yang pada akhirnya membuat para konsumen mengurangi pembelian. Risikonya, tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan juga akan merosot.

Padahal, kami ingin penjualan ritel tumbuh agar pelaku usaha bisa menyetor pajak lebih banyak ke pemerintah, jelas Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah, Senin (18/11).

Kalapun tarif PPN jadi naik, Hippindo meminta agar pendapatan pemerintah dari PPN tersebut dikembalikan ke masyarakat kelas menengah ke bawah dalam bentuk stimulus ekonomi agar daya beli mereka tetap terjaga.

Senada, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyatakan, tidak ada alasan mendesak bagi pemerintah untuk mengerek tarif PPN menjadi 12% pada 2025 nanti. Menurutnya, tarif PPN Indonesia sudah cukup kompetitif dibandingkan negara-negara lain.

Pemerintah diminta fokus memperkuat pertumbuhan dunia usaha terlebih dahulu. Jika pertumbuhan usaha telah mencapai tingkat yang optimal, barulah pemerintah dapat mempertimbangkan kenaikan PPN.

APPBI pun memperkirakan pertumbuhan sektor ritel hanya berada di level single digit atau di bawah 10% pada 2025 jika kenaikan PPN tidak dibarengi oleh pemberian stimulus ekonomi yang optimal dan tepat sasaran kepada masyarakat.

Tak hanya itu, APPBI juga memprediksi bahwa tanpa adanya mitigasi, kenaikan PPN akan menekan konsumsi yang selama ini menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Momen-momen penting seperti Ramadan, Idulfitri, dan Natal-Tahun Baru yang biasanya jadi puncak belanja masyarakat juga akan terdampak, tandas dia.    

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
PN Jaksel Gelar Sidang Perdana Praperadilan Tom Lembong Hari Ini

PN Jaksel Gelar Sidang Perdana Praperadilan Tom Lembong Hari Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Desa Wisata Prai Ijing, Bukti Kearifan Lokal yang Harumkan Nama Indonesia di Pentas Global

Desa Wisata Prai Ijing, Bukti Kearifan Lokal yang Harumkan Nama Indonesia di Pentas Global

2026-02-15
Cerita Warga Punya Hunian 2 Lantai Gratis di Rumah Deret Surakarta

Cerita Warga Punya Hunian 2 Lantai Gratis di Rumah Deret Surakarta

2026-02-15
Menkeu Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi 6%, Keluar dari Kutukan 5%

Menkeu Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi 6%, Keluar dari Kutukan 5%

2026-02-15
Prabowo Sebut Koperasi Merah Putih untuk Lawan Rentenir

Prabowo Sebut Koperasi Merah Putih untuk Lawan Rentenir

2026-02-15
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Cara Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Melalui pintar.bi.go.id

Cara Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Melalui pintar.bi.go.id

2026-02-15
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Februari 2026, Lebih Murah di Hari Valentine

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Februari 2026, Lebih Murah di Hari Valentine

2026-02-15
Top 3: Harga Emas Tersungkur ke Level Terendah Bikin Penasaran

Top 3: Harga Emas Tersungkur ke Level Terendah Bikin Penasaran

2026-02-15
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 14 Februari 2026: Cocok untuk Hadiah Hari Valentine

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 14 Februari 2026: Cocok untuk Hadiah Hari Valentine

2026-02-15

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Analis Memperingatkan Dominasi Bitcoin Terancam Stablecoin

Analis Memperingatkan Dominasi Bitcoin Terancam Stablecoin

2026-02-15
0
3 Penipuan Kripto yang Mengintai Investor

3 Penipuan Kripto yang Mengintai Investor

2026-02-15
0
Investor Berpotensi Tinggalkan ETF Bitcoin AS Beralih ke Pasar Global

Investor Berpotensi Tinggalkan ETF Bitcoin AS Beralih ke Pasar Global

2026-02-15
0
X Money Mulai Uji Coba, Elon Musk Mau Ubah Medsos Jadi Super App Keuangan

X Money Mulai Uji Coba, Elon Musk Mau Ubah Medsos Jadi Super App Keuangan

2026-02-15
0
Bitcoin Masuk Zona Kapitulasi, Harga BTC Berpotensi Anjlok

Bitcoin Masuk Zona Kapitulasi, Harga BTC Berpotensi Anjlok

2026-02-15
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Cara Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Melalui pintar.bi.go.id

Cara Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Melalui pintar.bi.go.id

2026-02-15
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Februari 2026, Lebih Murah di Hari Valentine

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Februari 2026, Lebih Murah di Hari Valentine

2026-02-15

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.