• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Kamis, Februari 5, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Kawasaki Meluncurkan Tiga Lini Produk untuk Perkuat Pasar di Segmen Premium

    Kawasaki Meluncurkan Tiga Lini Produk untuk Perkuat Pasar di Segmen Premium

    Danone Gandeng Muhammadiyah hingga PMI Salurkan Bantuan Pasca Bencana ke Sumatra

    Danone Gandeng Muhammadiyah hingga PMI Salurkan Bantuan Pasca Bencana ke Sumatra

    Pasar Kendaraan Niaga Masih Menantang Tahun Depan, Ini Sebabnya

    Pasar Kendaraan Niaga Masih Menantang Tahun Depan, Ini Sebabnya

    Kinerja Melonjak Signifikan, Begini Strategi Solusi Sinergi Digital (WIFI)

    Kinerja Melonjak Signifikan, Begini Strategi Solusi Sinergi Digital (WIFI)

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Kawasaki Meluncurkan Tiga Lini Produk untuk Perkuat Pasar di Segmen Premium

    Kawasaki Meluncurkan Tiga Lini Produk untuk Perkuat Pasar di Segmen Premium

    Danone Gandeng Muhammadiyah hingga PMI Salurkan Bantuan Pasca Bencana ke Sumatra

    Danone Gandeng Muhammadiyah hingga PMI Salurkan Bantuan Pasca Bencana ke Sumatra

    Pasar Kendaraan Niaga Masih Menantang Tahun Depan, Ini Sebabnya

    Pasar Kendaraan Niaga Masih Menantang Tahun Depan, Ini Sebabnya

    Kinerja Melonjak Signifikan, Begini Strategi Solusi Sinergi Digital (WIFI)

    Kinerja Melonjak Signifikan, Begini Strategi Solusi Sinergi Digital (WIFI)

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » EKONOMI » KEUANGAN » AZEC Kongkretkan Proposal untuk Wujudkan Nol Emisi Karbon

AZEC Kongkretkan Proposal untuk Wujudkan Nol Emisi Karbon

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-08-31
0

AZEC Kongkretkan Proposal untuk Wujudkan Nol Emisi Karbon

wmhg.org – Seiring dengan meningkatnya intensitas bencana alam di seluruh dunia, urgensi penanganan perubahan iklim semakin mendesak. Untuk itu, Asia Zero Emission Community (AZEC) berkomitmen untuk segera mencapai netralitas karbon tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi. Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan Advocacy Group Round Table AZEC.

Presiden Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Tetsuya Watanabe, menyampaikan bahwa para menteri yang tergabung di dalam AZEC memiliki tugas besar untuk merumuskan kebijakan yang mendorong negara-negara di ASIA dan ASEAN mencapai nol emisi karbon, serta menjadikan AZEC sebagai pusat dari nol emisi karbon dunia.

AZEC akan mengintensifkan komunikasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan sektor swasta agar memiliki pemahaman yang sama dalam peta jalan dekarbonisasi ini.

Dalam paparannya, Watanabe juga menyoroti peningkatan permintaan energi di ASEAN yang sejalan dengan pertumbuhan populasi, pembangunan ekonomi, dan perluasan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, ASEAN harus memastikan pasokan energi yang cukup sambil terus mendorong dekarbonisasi tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.

Sampai saat ini, bahan bakar fosil masih menjadi sumber energi utama di banyak negara di ASEAN, yang tentu berkontribusi pada peningkatan emisi karbon. Oleh karena itu, para menteri yang tergabung di dalam AZEC harus mampu untuk mendorong transformasi menuju pengunaan energi terbarukan yang bersih dan ramah lingkungan.

“Terdapat berbagai opsi untuk upaya dekarbonisasi ini, namun masing-masing memiliki tantangan tersendiri. Kita perlu berkoordinasi dengan pasar untuk menarik investasi di sektor energi zero carbon,” tambah Tetsuya Watanabe ditulis Jumat (30/8/2024).

Dalam forum yang sama, Keidanren, Takashi Uchida, menyampaikan harapannya agar isu ini menjadi perhatian utama bagi negara-negara ASIA dan ASEAN. Ia berharap Advocacy Group Round Table Meeting ini, dapat mengeluarkan usulan konkret untuk mendorong penurunan emisi karbon di masing-masing negara.

Ke depan, Takashi menyebutkan bahwa akan ada penandatanganan MoU untuk membangun sistem yang mendukung keberlanjutan nol emisi karbon di masing-masing negara.

Sementara itu, Arsyad Rasyid dari ASEAN-BAC Indonesia menegaskan bahwa Indonesia sebagai bagian dari AZEC berkomitmen terhadap agenda internasional nol emisi karbon ini. Ia menilai peluang pertumbuhan ekonomi di sektor zero karbon cukup besar untuk dijadikan fokus pengembangan ekonomi ke depan.

“Perubahan iklim global harus menjadi perhatian bersama, dan kita harus melihatnya sebagai peluang,” ungkap Arsyad.

Arsyad juga menekankan pentingnya pemahaman bersama dalam mewujudkan transisi energi ini. Menurutnya, pengembangan energi zero carbon harus memiliki tingkat keamanan yang memadai, dan AZEC diharapkan dapat menjadi dunia usaha dalam transisi energi.

“Indonesia sangat mengapresiasi kehadiran AZEC dalam mengkampanyekan nol karbon, dan kami siap menjadikannya sebagai tantangan bagi ASIA dan ASEAN,” tambahnya.

Dr Han Phoumin, Ekonom Energi Senior, mengungkapkan bahwa saat ini bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam masih mendominasi bauran energi primer di ASEAN dan kawasan KTT Asia Timur (EAS) hingga mencapai delapan puluh persen (80%).

“Peningkatan permintaan energi ini mengancam keamanan energi dan lingkungan kawasan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa investasi dalam infrastruktur energi berkelanjutan, teknologi bersih, efisiensi energi, serta penggunaan energi terbarukan yang bersih adalah kunci untuk membawa pembangunan berkelanjutan ke kawasan tersebut, sekaligus mencapai dekarbonisasi

Dr Phoumin menambahkan bahwa pada tahun 2050 bahan bakar fosil diperkirakan masih akan mendukung sekitar 60 persen dari permintaan energi. Dan 20 persen dari penggunaan bahan bakar fosil ini akan didekarbonisasi menggunakan tekonologi Carbon Capture and Storage (CCS). Sektor industri dan transportasi akan tetap menjadi pengguna utama bahan bakar fosil yang menekankan pentingnya dekarbonisasi di sektor-sektor yang sulit dikurangi.

Namun, bila ketergantungan terhadap energi fosil ini tidak berkurang, hal ini akan bertentangan dengan perjanjian Paris dan Pakta Iklim Glasgow. Dalam upaya mencapai netralitas karbon, diharapkan output dari sumber daya terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan biomassa akan memberikan kontribusi yang signifikan pada tahun 2050, serta energi bersih lainnya seperti tenaga air, panas bumi, dan nuklir.

Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan The Institute of Energy Economics, Japan (IEEJ) telah melakukan simulasi penerapan teknologi energi yang optimal dari segi biaya untuk mencapai netralitas karbon pada 2060 di kawasan ASEAN.

ERIA bekerja sama dengan negara-negara ASEAN yang berminat, termasuk Indonesia, Thailand, dan Vietnam, untuk mengembangkan skenario masing-masing. Ini mencangkup pemanfaatan tenaga surya fotovoltaik, tenaga angin lepas pantai dan darat, tenaga air, tenaga panas bumi, biomassa, nuklir, CCUS, hidrogen, amonia, DACCS, dan BECCS yang digabungkan berdasarkan berbagai asumsi.

“Dalam jangka pendek hingga menengah, pembangkit listrik berbahan bakar gas yang efisien akan menekan emisi CO2 dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Sekitar 300 Mt-CO2 dapat dikurangi pada tahun 2050 melalui peralihan bahan bakar batu bara ke gas di ASEAN. Dalam jangka panjang, teknologi CCUS, pembakaran bersama dengan amonia atau hydrogen, serta penggunaan 100 persen amonia dan hidrogen akan memainkan peran penting,” ujar Dr Phoumin.

Mengingat bahan bakar fosil akan terus memainkan peran besar dalam bauran energi ASEAN, negara-negara ASEAN menurut Dr Phoumin memerlukan teknologi untuk dekarbonisasi awal, parsial, dan mendalam dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil secara bertahap.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
CMO PINTU: Indonesia Jadi Pemain Kunci Industri Crypto di Asia Tenggara

CMO PINTU: Indonesia Jadi Pemain Kunci Industri Crypto di Asia Tenggara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
BSN Bakal Jadi Bank Para Developer, Ini Maksudnya

BSN Bakal Jadi Bank Para Developer, Ini Maksudnya

2026-02-05
Polytron Sudah Jual 12.000 Unit Motor Listrik Sepanjang Semester I-2024

Polytron Sudah Jual 12.000 Unit Motor Listrik Sepanjang Semester I-2024

2024-08-12

Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret

2026-02-05
Bursa Kripto CFX Gelar Diskusi Cryptalk untuk Tingkatkan Daya Saing Industri Kripto di Indonesia

Bursa Kripto CFX Gelar Diskusi Cryptalk untuk Tingkatkan Daya Saing Industri Kripto di Indonesia

2026-02-05
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

OJK Gandeng KUB BPD Tingkatkan Kredit UMKM dan Ekonomi Daerah

OJK Gandeng KUB BPD Tingkatkan Kredit UMKM dan Ekonomi Daerah

2026-02-05
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 4 Februari 2026 di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 4 Februari 2026 di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata

2026-02-05
Permintaan Perhiasan Emas Turun 18%, World Gold Council Ungkap Penyebabnya

Permintaan Perhiasan Emas Turun 18%, World Gold Council Ungkap Penyebabnya

2026-02-05
World Gold Council: Permintaan Emas Batangan di RI Melonjak 29 Persen

World Gold Council: Permintaan Emas Batangan di RI Melonjak 29 Persen

2026-02-05

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Pelaporan SPT Tahunan PPh 2025 Tembus 1,34 Juta per 3 Februari

Pelaporan SPT Tahunan PPh 2025 Tembus 1,34 Juta per 3 Februari

2026-02-05
0
Bos Danantara Masih Finalisasi Merger Anak Usaha Pertamina

Bos Danantara Masih Finalisasi Merger Anak Usaha Pertamina

2026-02-05
0
Bos Danantara: 6 Proyek Hilirisasi Bakal Dimulai Pekan Ini

Bos Danantara: 6 Proyek Hilirisasi Bakal Dimulai Pekan Ini

2026-02-05
0
Purbaya Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Segini di Kuartal IV 2025

Purbaya Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Segini di Kuartal IV 2025

2026-02-05
0
Begini Jurus Gopay Berantas Judi Online yang Jadi Ancaman Serius Indonesia

Begini Jurus Gopay Berantas Judi Online yang Jadi Ancaman Serius Indonesia

2026-02-05
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

OJK Gandeng KUB BPD Tingkatkan Kredit UMKM dan Ekonomi Daerah

OJK Gandeng KUB BPD Tingkatkan Kredit UMKM dan Ekonomi Daerah

2026-02-05
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 4 Februari 2026 di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 4 Februari 2026 di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata

2026-02-05

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.