• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Sabtu, Maret 14, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Pemerintah Patok Produksi Nikel Tahun Ini Sebanyak 250 Juta–260 Juta Ton

    Pemerintah Patok Produksi Nikel Tahun Ini Sebanyak 250 Juta–260 Juta Ton

    RKAB Batubara Terlambat, PLN IP Pastikan Stok PLTU Aman

    RKAB Batubara Terlambat, PLN IP Pastikan Stok PLTU Aman

    Kapasitas Produksi Diesel Naik, Implementasi Campuran Biodiesel B50 Ditunda

    Kapasitas Produksi Diesel Naik, Implementasi Campuran Biodiesel B50 Ditunda

    Intip Lima Orang Terkaya Vietnam di Awal 2026 dan Bisnis Mereka

    Intip Lima Orang Terkaya Vietnam di Awal 2026 dan Bisnis Mereka

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Pemerintah Patok Produksi Nikel Tahun Ini Sebanyak 250 Juta–260 Juta Ton

    Pemerintah Patok Produksi Nikel Tahun Ini Sebanyak 250 Juta–260 Juta Ton

    RKAB Batubara Terlambat, PLN IP Pastikan Stok PLTU Aman

    RKAB Batubara Terlambat, PLN IP Pastikan Stok PLTU Aman

    Kapasitas Produksi Diesel Naik, Implementasi Campuran Biodiesel B50 Ditunda

    Kapasitas Produksi Diesel Naik, Implementasi Campuran Biodiesel B50 Ditunda

    Intip Lima Orang Terkaya Vietnam di Awal 2026 dan Bisnis Mereka

    Intip Lima Orang Terkaya Vietnam di Awal 2026 dan Bisnis Mereka

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » EKONOMI » Industri Manufaktur Kontraksi, Apindo Beberkan Pangkal Masalahnya

Industri Manufaktur Kontraksi, Apindo Beberkan Pangkal Masalahnya

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-08-07
0

Industri Manufaktur Kontraksi, Apindo Beberkan Pangkal Masalahnya

wmhg.org – JAKARTA. Penurunan kinerja industri manufaktur yang sejalan dengan perlambatan ekonomi nasional mendapat sorotan dari kalangan pengusaha.

Seperti yang diketahui, S&P Global melaporkan bahwa Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia pada bulan Juli 2024 berada di level 49,3 atau turun dari bulan sebelumnya yakni 50,7. Posisi ini menunjukkan kontraksi pertama kalinya sejak Agustus 2021 atau setelah 34 bulan beruntun berada di fase ekspansi.

Di tengah penurunan PMI Manufaktur Indonesia, pertumbuhan ekonomi nasional juga melambat di level 5,05% year on year (yoy) pada kuartal II-2024.

Banyak kalangan yang menilai, penurunan kinerja industri manufaktur disebabkan isu kebijakan relaksasi impor yang membuat banyak subsektor manufaktur kewalahan belakangan ini.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menilai, isu impor ilegal dan impor dengan predatory pricing merupakan masalah serius yang merusak permintaan terhadap industri nasional. Namun, maraknya impor ilegal dan produk impor dengan harga miring pada dasarnya bukan isu baru, justru hal tersebut merupakan isu lama.

“Isu impor ilegal dan impor dengan predatory pricing lebih seperti penyakit kronis yang sudah lama dan dampak negatifnya akan mencuat ketika kondisi pasar sedang tidak terlalu baik,” ungkap dia, Rabu (7/8).

Menurut dia, isu utama saat ini adalah pelemahan kondisi pasar dalam negeri yang membuat permintaan menjadi tertekan. Asal tahu saja, industri manufaktur Indonesia didominasi oleh subsektor yang berorientasi pasar dalam negeri. Hanya segelintir saja yang berorientasi ekspor.

Hal ini berbanding terbalik dengan industri manufaktur negara kelompok ASEAN-5 lainnya seperti Malaysia, Filipina, Thailand, dan Singapura yang lebih berorientasi ekspor. Saat ini, PMI manufaktur di negara-negara tersebut justru terapresiasi karena perbaikan permintaan ekspor meski tidak terlalu signifikan.

Pergerakan PMI sendiri sangat sensitif terhadap faktor-faktor seperti pertumbuhan daya beli, keinginan (appetite), dan kepercayaan konsumsi di pasar utama industri tersebut. Jadi, ketika PMI manufaktur turun seperti saat ini, pemerintah perlu memperhatikan ketiga faktor tadi.

Berkaca pada perkembangan kondisi ekonomi terkini, tiga faktor tadi memang menunjukkan gejala pelemahan. Hal ini disebabkan beberapa hal seperti subsidi-subsidi yang menyokong ketahanan daya beli dan pertumbuhan konsumsi masyarakat kelas menengah bawah sejak awal tahun terhenti per akhir Juni 2024.

“Tidak mengherankan bila pertumbuhan konsumsi di kelas menengah bawah sebagai basis konsumen terbesar melambat,” imbuh Shinta.

Selain itu, Indonesia masih dalam transisi kepemimpinan, sehingga secara natural ekspansi usaha dan konsumsi besar akan dihindari sampai pemerintahan baru punya arah kebijakan ekonomi yang lebih jelas efeknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka pendek-menengah.

Kondisi ini secara tidak langsung berdampak pada potensi pendapatan masyarakat, karena pertumbuhan lapangan kerja dan produktivitas ekonomi cenderung lebih stagnan. “Potensi pertumbuhan daya beli masyarakat lebih terbatas, khususnya di level kelas menengah atas yang selama ini menjadi penggerak pertumbuhan konsumsi domestik,” terang Shinta.

Permintaan kelas menengah atas juga terdampak oleh ketidakpastian yang ada, khususnya risiko suku bunga acuan tinggi dan pelemahan rupiah. Maka itu, konsumsi terhadap durable goods seperti kendaraan, hunian, elektronik, dan pengeluaran investasi lainnya juga mengecil. Tren seperti ini sudah terlihat sejak musim Pemilu akhir tahun lalu.

Apindo melihat kuartal III-2024 tidak terdapat momentum konsumsi besar seperti kuartal I atau II yang punya momentum Ramadan dan Libur Lebaran Idulfitri. Alhasil, sulit untuk mendongkrak konsumsi pasar domestik di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang.

Dari situ, Apindo berpandangan hal yang lebih dibutuhkan adalah stimulus peningkatan produktivitas ekonomi di sisi suplai seperti fasilitasi ekspor, investasi, pembiayaan usaha, dan insentif UMKM. Selain itu, diperlukan stimulus di sisi konsumsi seperti pemotongan PPN, insentif pembelian durable goods, keterjangkauan suku bunga kredit ritel, dan lain-lain.

Di samping itu, penegakan hukum terhadap impor ilegal dan impor dengan predatory pricing harus terus dilakukan sebagai bagian dari usaha memacu suplai dan produktivitas industri manufaktur nasional.

“Penegakan hukum ini harus tetap dilaksanakan apa pun kondisinya. Tidak perlu tunggu PMI jatuh. Kami sangat mendukung upaya-upaya pemerintah untuk mengatasi isu ini,” tegas Shinta.

Tidak ketinggalan, kebijakan impor seperti bea masuk anti dumping (BMAD) dan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) bisa dijadikan instrumen yang membantu pemulihan industri manufaktur nasional.

Walau demikian, kedua instrumen tersebut dan kebijakan pengetaan impor lainnya tetap harus dikonsultasikan dengan pelaku usaha pengguna barang impor agar tidak kontraproduktif dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Bitcoin Cetak Kinerja Terburuk Sejak Bangkrutnya Bursa Kripto FTX

Bitcoin Cetak Kinerja Terburuk Sejak Bangkrutnya Bursa Kripto FTX

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Dorong Transparansi, CFX Rilis Laporan Data Industri Kripto

Dorong Transparansi, CFX Rilis Laporan Data Industri Kripto

2026-03-13
Perjanjian Dagang ART 2026 Bisa Beri Indonesia Posisi Strategis di ASEAN, Ini Komoditasnya

Perjanjian Dagang ART 2026 Bisa Beri Indonesia Posisi Strategis di ASEAN, Ini Komoditasnya

2026-03-07
Jumlah Kecelakaan Kerja Capai 462.241 Kasus di Sepanjang Tahun 2024

Jumlah Kecelakaan Kerja Capai 462.241 Kasus di Sepanjang Tahun 2024

2025-03-02
Harga Minyakita Naik Lampaui HET, GIMNI Sebut Kemungkinan Ada Kebocoran di Lapangan

Harga Minyakita Naik Lampaui HET, GIMNI Sebut Kemungkinan Ada Kebocoran di Lapangan

2024-09-05
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Maret 2026 Anjlok Rp 45.000, Cek Rinciannya di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Maret 2026 Anjlok Rp 45.000, Cek Rinciannya di Sini

2026-03-14
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 Maret 2026: Termahal Tembus Level Segini

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 Maret 2026: Termahal Tembus Level Segini

2026-03-14
BRI Siapkan 175 Bus Gratis untuk Mudik Lebaran 2026, Ribuan Pemudik Bisa Pulang Lebih Aman

BRI Siapkan 175 Bus Gratis untuk Mudik Lebaran 2026, Ribuan Pemudik Bisa Pulang Lebih Aman

2026-03-14
Program Gentengisasi Serap Produk UMKM Majalengka hingga Rp 3 Miliar

Program Gentengisasi Serap Produk UMKM Majalengka hingga Rp 3 Miliar

2026-03-14

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Emas Antam Hari Ini 12 Maret 2026 Anjlok Rp 45.000, Cek Rinciannya di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Maret 2026 Anjlok Rp 45.000, Cek Rinciannya di Sini

2026-03-14
0
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 Maret 2026: Termahal Tembus Level Segini

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 Maret 2026: Termahal Tembus Level Segini

2026-03-14
0
Program Gentengisasi Serap Produk UMKM Majalengka hingga Rp 3 Miliar

Program Gentengisasi Serap Produk UMKM Majalengka hingga Rp 3 Miliar

2026-03-14
0
Jalan Lintas Selatan Lot 3 Serang–Sumbersih di Jalur Selatan Blitar Bisa Dipakai Mudik Lebaran

Jalan Lintas Selatan Lot 3 Serang–Sumbersih di Jalur Selatan Blitar Bisa Dipakai Mudik Lebaran

2026-03-14
0
Pengiriman Sepeda Motor Melonjak Jelang Mudik, Ini Daerah Tujuan Favoritnya

Pengiriman Sepeda Motor Melonjak Jelang Mudik, Ini Daerah Tujuan Favoritnya

2026-03-14
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Maret 2026 Anjlok Rp 45.000, Cek Rinciannya di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Maret 2026 Anjlok Rp 45.000, Cek Rinciannya di Sini

2026-03-14
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 Maret 2026: Termahal Tembus Level Segini

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 Maret 2026: Termahal Tembus Level Segini

2026-03-14

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.