Jakarta – AirNav Indonesia mewaspadai keberadaan balon udara liar yang berpotensi mengganggu lalu lintas penerbangan selama periode Lebaran 2026. Fokus utama diarahkan ke beberapa kota di Jawa Tengah dengan banyaknya potensi balon udara liar di angkasa.
Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro mengatakan, pihaknya menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keselamatan penerbangan, khususnya terkait potensi balon udara liar yang kerap muncul pada periode Lebaran.
BACA JUGA:40 Ucapan Idul Fitri untuk Pasangan 2026, Romantis dan Menyentuh Hati
BACA JUGA:50 Pantun Idul Fitri Penuh Makna, Sampaikan Maaf dan Doa dengan Cara Berkesan
BACA JUGA:Tinjau Fuel Terminal Padalarang, Wamen ESDM dan PPN Pastikan Stok BBM hingga LPG Aman
Dua wilayah yang kerap mendapatkan sorotan akibat aktivitas balon udara liar, antara lain Kabupaten Wonosobo dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Namun belakangan, sejumlah wilayah lain juga mengindikasikan adanya aktivitas tersebut.
AirNav Indonesia terus melakukan kampanye keselamatan kepada masyarakat mengenai bahaya balon udara liar bagi penerbangan, melalui berbagai media. Namun, masalah ini tidak akan serta merta bisa diselesaikan oleh AirNav sendirian, ungkapnya di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Kami berharap kesadaran bersama dapat terus meningkat sehingga ruang udara Indonesia tetap aman bagi seluruh penerbangan, dia menambahkan.
Selain balon udara, Setio menegaskan, peningkatan trafik penerbangan selama periode Lebaran juga diiringi dengan peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko keselamatan penerbangan lainnya.
Kami terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi hazard selama periode Lebaran, seperti cuaca ekstrem, abu vulkanik, balon udara liar, potensi bird strike, serta gangguan operasional bandara maupun maskapai, tuturnya.
Seluruh personel operasional juga diingatkan untuk meningkatkan disiplin terhadap prosedur serta koordinasi antar unit untuk menjaga keselamatan penerbangan, kata Setio.
/2025/09/05/1983514634.jpg)
/2025/03/04/2092239660.jpg)
/2021/02/09/652248560.jpg)
/2014/08/05/573778175.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532783/original/067334400_1773684086-WhatsApp_Image_2026-03-16_at_20.57.11.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1423821/original/030379000_1480656294-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4904275/original/038891900_1722250525-IMG-20240729-WA0113.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545719/original/087868100_1629425274-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5533664/original/040176700_1773755481-Chief_Technology_Officer_Danantara_Indonesia__Sigit_Puji_Santosa-17_Maret_2026.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5533697/original/078616900_1773760429-1f3912ca-7653-45df-a7ab-d64716c225a3.jpeg)