Jakarta – Dunia pasar modal Indonesia mencatatkan catatan kelam pada Jumat, 30 Januari 2026, menyusul pengunduran diri massal jajaran pimpinan tertinggi otoritas bursa dan pengawas keuangan. Gelombang tersebut diawali dengan keputusan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman yang meletakkan jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak dan tekanan pasar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Langkah itu disebut diambil demi menjaga stabilitas serta memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional.
Guncangan tersebut kemudian merembet ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar turut mengumumkan pengunduran diri secara kolektif bersama sejumlah pejabat strategis, termasuk Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi serta I.B. Aditya Jayaantara yang menjabat Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK).
BACA JUGA:OJK Masih Kaji Status Syariah Aset Kripto, Libatkan DSN hingga MUI
BACA JUGA:Free Float Belum 15%, Unilever Siap Patuhi Aturan Baru OJK dan BEI
BACA JUGA:OJK Dorong Literasi Pembiayaan Hijau UMKM Guna Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan
Tak lama kemudian menyusul Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara.
OJK memastikan proses pengunduran diri dilakukan sesuai koridor hukum, mengacu pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK serta UU P2SK. Di tengah transisi kepemimpinan yang krusial, OJK menegaskan fungsi pengawasan dan pelayanan kepada publik tetap berjalan melalui mekanisme tata kelola sementara dengan tetap menjunjung prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Di ruang publik, peristiwa ini memicu diskursus luas di media sosial. Riset terhadap sentimen warganet di sejumlah platform digital menunjukkan pengunduran diri massal pimpinan BEI dan OJK tidak dipandang sebagai peristiwa tunggal, melainkan sebagai simbol dari akumulasi persoalan struktural di pasar modal Indonesia.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2024/09/05/1181790103.jpg)
/2025/10/01/1177083743.jpg)
/2015/04/28/458714412.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5088016/original/044652300_1736442219-Stok_Pupuk_Bersubsidi_di_Gudang_Petrokimia_Gresik.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/2835792/original/038785100_1561357842-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5182572/original/043086700_1744095807-20250408-ASN_Pemprov_DK_Jakarta-HER_9.jpg)
/2025/12/07/399938828.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473893/original/049823100_1768461020-1500_x_845.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496433/original/011805000_1770535416-9d276887-a3b4-4679-a2c8-cbdbdbf50a52.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499484/original/079695700_1770787736-IMG_1308.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3258331/original/091172300_1601894551-20201005-Kemiskinan-DKI-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1639535/original/088370600_1499173244-asdwdefcgf.jpg)