Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong skema padat karya dalam melanjutkan penanganan setelah bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Warga terdampak turut diajak mempercepat proses pemulihan infrastruktur dengan pemberian upah.Â
Fokus utama Kementerian PU adalah membuka kembali akses jalan dan jembatan agar konektivitas dan arus logistik, termasuk distribusi pangan, BBM, dan LPG, dapat kembali berjalan lancar.Â
BACA JUGA:Pemulihan Wilayah Setelah Bencana Sumatera Perlu Waktu 2 Tahun
BACA JUGA:Menteri PU Usul Tambah Anggaran Pasca Bencana jadi Rp 74 Triliun
BACA JUGA:Terdampak Banjir Sumatera, Ruas Jalan Tarutung-Sibolga Kembali Pulih
BACA JUGA:Seleksi Murid Baru Sekolah Rakyat Kembali Dibuka Februari 2026
BACA JUGA:Digarap BUMN, Intip Progres Pemulihan 5 Wilayah di Sumbar Usai Terdampak Banjir
Untuk mendukung penanganan tersebut, Kementerian PU telah mengerahkan sekitar 1.332 personel pada tahap awal termasuk 402 orang generasi muda Kementerian PU. Kementerian PU juga didukung oleh TNI, Polri, serta masyarakat setempat dengan jumlah sekitar 1.366 orang.Â
Selain penanganan teknis, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pihaknya menerapkan pola padat karya sejak pertengahan Desember 2025. Langkah ini dilakukan agar masyarakat terdampak dapat tetap produktif dan memperoleh penghasilan, sekaligus mempercepat proses pemulihan infrastruktur dasar di lapangan.Â
Sejak pertengahan Desember 2025, kami menggunakan pola padat karya. Kalau masyarakat dibiarkan diam dan bersedih terlalu lama, pemulihan akan terhambat. Sehingga Kementerian PU bersama dengan TNI, Polri dan masyarakat yang dipekerjakan secara padat karya mulai bekerja selama 24 jam, ungkapnya di Kantor Kementerian PU, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Kita semua berharap perekonomian segera bergulir lagi, masyarakat harus segera punya income lagi. Dan kami harap dengan program padat karya yang kita gulirkan dapat membantu masyarakat, kata Dody.Â
Kirim Ribuan Alat Berat
Di samping itu, Kementerian PU juga telah menyalurkan 1.854 alat berat dan 467 sarana pendukung guna mempercepat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/04/21/1234404100.jpg)
/2025/05/07/739346899.jpg)
/2022/01/30/1813839003.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352148/original/064037100_1610959707-20210118-Emas-Antam-2.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/1074325/original/025185800_1449125276-ilustrasi.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1641377/original/045202600_1499335559-20170706-IHSG-Berakhir-Bertahan-di-Zona-Hijau-Angga-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475766/original/092562300_1768648159-KAI_Semarang_Tawang3.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475798/original/051680300_1768652642-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_21.43.38.jpeg)