Jakarta – Badan Energi Internasional atau the International Energy Agency (IEA) mengingatkan pada Jumat, 20 Maret 2026 mengenai langkah-langkah penanggulangan pasokan energi saja tidak akan cukup untuk mengurangi gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Mengutip CNBC, Minggu, (22/3/2026), alih-alih menunggu produksi yang terganggu pulih, menurunkan permintaan dapat mengurangi tekanan pada konsumen dan membantu menurunkan harga lebih cepat.
BACA JUGA:400 Juta Barel Cadangan Minyak Dilepas, Tapi Mengapa Harga Masih Melonjak?
BACA JUGA:Harga BBM Mulai Naik, Jerman Lakukan Ini untuk Kendalikan Harga
BACA JUGA:IEA Sepakat Lepas 400 Juta Barel Minyak, Ini Alasannya
IAE menyebutkan, meminimalkan transportasi darat dan udara, bekerja dari rumah jika memungkinkan, dan beralih ke kompor listrik dapat secara signifikan membantu mengurangi dampak guncangan bagi konsumen. Risiko geopolitik yang meningkat telah mengguncang para pedagang, tidak hanya menaikkan harga minyak mentah tetapi juga meningkatkan biaya produk olahan seperti solar dan bahan bakar jet, yang secara langsung berdampak pada transportasi, logistik, dan harga konsumen.
Harga minyak telah melonjak lebih dari 40% sejak dimulainya perang AS-Iran pada 28 Februari, mencapai level tertinggi sejak 2022 karena pasokan sangat terganggu, sebagian besar karena penutupan Selat Hormuz secara efektif.
Selat tersebut merupakan koridor maritim sempit di lepas pantai Iran yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman dan biasanya membawa sekitar seperlima dari konsumsi minyak global.
Negara-negara telah mulai memanfaatkan cadangan minyak strategis, dengan ratusan juta barel yang direncanakan untuk dilepaskan. IEA pekan lalu setuju untuk melepaskan 400 juta barel minyak untuk mengatasi gangguan pasokan yang dipicu oleh perang Iran, tindakan terbesar dalam sejarah organisasi tersebut, tanpa memberikan jadwal kapan stok tersebut akan memasuki pasar.
/2025/07/26/1598174070.jpg)
/2023/06/14/114521361.jpg)
/2017/03/08/1326898684.jpg)
/2025/08/25/283907732.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5170223/original/072993100_1742596940-20250322-Penukaran_Uang-ANG_11.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4350265/original/051288500_1678243458-Crypto_6.jpg)
/2025/03/17/206154261.jpg)
/2026/01/20/883161196.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4936121/original/064287200_1725424841-WhatsApp_Image_2024-09-03_at_21.05.41.jpeg)