Jakarta – Unilever, pemilik Hellmann’s memisahkan bisnis makanan-nya dan menggabungkan dengan produsen rempah-rempah McCormick untuk menciptakan raksasa bahan makanan pokok. Kesepakatan merger ini menilai merek Unilever sekitar USD 45 miliar atau Rp 764,10 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.980) dan McCormick sekitar USD 21 miliar atau Rp 356,58 triliun.
Mengutip CNN, ditulis Rabu (1/4/2026), merger atau penggabungan ini terjadi pada saat yang sulit bagi perusahaan makanan. Pelanggan mudah mudah berubah-ubah dan Kraft Heinz sulit membujuk pelanggan untuk membeli makanan kemasan yang tidak lagi dianggap sehat oleh pelanggan.
BACA JUGA:Unilever Setop Rekrutmen Selama 3 Bulan Imbas Konflik Timur Tengah
BACA JUGA:Sah! Unilever Indonesia Lepas SariWangi
BACA JUGA:Free Float Belum 15%, Unilever Siap Patuhi Aturan Baru OJK dan BEI
Pepsi terpaksa menurunkan harga karena konsumen kesulitan menghadapi inflasi. Kellogg memecah perusahaannya untuk keluar dari bisnis makanan ringan.
Unilever percaya bisnis makanannya akan lebih baik jika bergabung dengan pesaing. Perusahaan-perusahaan itu mengatakan, kombinasi ini memiliki jejak global yang saling melengkapi dan akan mendapatkan manfaat dari jangkauan global yang lebih luas, peningkatan skala di seluruh saluran ritel dan layanan makanan serta sumber daya lebih besar untuk berinvestasi dalam inovasi, pembangunan merek dan distribusi. Unilever juga prediksi menghemat sekitar USD 300 juta atau Rp 5,09 triliun per tahun dalam biaya dan kekuatan penggabungan.
Kedua perusahaan mengumumkan kesepakatan itu pada Selasa, 31 Maret 2026 dengan pemegang saham Unilever memiliki 55% saham perusahaan dan pemegang saham McCormick memiliki 35%. Unilever akan mempertahankan saham di bagian yang tersisa dan menerima pembayaran sekitar USD 15,7 miliar atau Rp 266,58 triliun, Kesepakatan itu akan selesai pada pertengahan 2027, tergantung pada persetujuan peraturan. Dalam kesepakatan itu, CEO McCormick Brendan Foley tetap sebagai pemimpinnya.
/2026/02/05/1802300688.jpg)
/2026/01/05/369835760.jpg)
/2025/09/05/1983514634.jpg)
/2026/02/05/2066631370.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544086/original/056156300_1775051065-sp_286726_1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)
/2025/05/09/1153526562.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2017/06/02/105912995.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3955588/original/090119900_1646713189-20220308-Harga-Bensin-AS-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468580/original/049228800_1767958127-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-_9_Januari_2026-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523299/original/026180000_1772800697-IMG_0755.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2824830/original/085448100_1560140443-20190610-Hari-Pertama-Kerja_-PNS-DKI-Langsung-Aktif-Bekerja1.jpg)