Jakarta – Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai sebagai langkah yang wajar dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menyebut pengangkatan tersebut memiliki preseden kuat dalam sejarah Bank Indonesia.
Menurut Ujang, Thomas mengikuti jejak sejumlah tokoh sebelumnya yang juga berasal dari Kementerian Keuangan dan dipercaya menduduki posisi strategis di BI, seperti Darmin Nasution dan Agus Martowardojo.
BACA JUGA:11 Jembatan Armco Terbangun di Aceh, Akses Desa Terisolasi Kembali Terbuka
BACA JUGA:Jejak Perjuangan Prabowo Mendukung Kedaulatan Palestina
BACA JUGA:Huntara Sudah Siap Huni, Warga Terdampak Banjir di Agam Sumbar Senang Akhirnya Pindah dari Pengungsian
BACA JUGA:Ekonomi RI Diprediksi Tetap Stabil Meski Tekanan Terhadap Rupiah Meningkat
“Kalau melihat sejarahnya, ini bukan hal baru. Dulu Darmin Nasution dan Agus Martowardojo juga berasal dari Kemenkeu dan bisa menjalankan perannya di BI dengan baik. Jadi, Thomas Djiwandono mengikuti jejak pendahulunya,” ujar Ujang dalam keterangannya, dikutip Selasa (27/1/2026).
Founder Literasi Politik Indonesia (LPI) ini menegaskan, dari sisi regulasi tidak terdapat aturan yang dilanggar dalam proses pengangkatan Deputi Gubernur BI. Seluruh tahapan telah dijalankan sesuai mekanisme konstitusional dengan melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Prosesnya jelas dan sesuai aturan. Selama mekanisme dijalankan sebagaimana mestinya, maka pengangkatan itu sah secara hukum,” katanya.
/2023/02/25/321248679.jpg)
/2025/02/24/1530473509.jpg)
/2025/12/09/920216395.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3074154/original/078799300_1583926230-20200311-SPT-2020-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486233/original/062057000_1769580738-Bakti_GoTo_untuk_Negeri_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487908/original/019378300_1769683532-38ad1699-a169-4193-9e6f-b7734c88ab34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472846/original/096950000_1768378113-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1338349/original/016327000_1473147933-673x373.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487478/original/021081700_1769666416-1000219659.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5360697/original/082788100_1758719568-183357.jpg)