Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan menarik dana Rp 76 triliun guyuran ke perbankan. Tujuannya, untuk digunakan belanja pemerintah pusat dan daerah sehingga menggerakkan ekonomi.
Mulanya, Purbaya mengguyur total Rp 276 triliun ke perbankan untuk peningkatan likuiditas bank. Namun, Rp 75 triliun ditarik lagi untuk digunakan belanja pemerintah.
BACA JUGA:Pengakuan Purbaya, Tidak Bisa Tidur Jelang Tahun Baru 2026 Gara-Gara ini: Baru Tahu Saya …
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Minta BNPB Ajukan Dana Penanganan Bencana: Rakyat Enggak Bisa Nunggu Lama
BACA JUGA:Purbaya Ungkap Alasan Prabowo Tak Buka Perdagangan Saham 2026
BACA JUGA:Menkeu Purbaya: Pelaku Pasar Siap-siap Saja, IHSG Tembs 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil
Jadi saya tarik, seperti ditarik dari sistem, tapi langsung dibelanjain lagi, jadi langsung masuk ke sistem perekonomian, ungkap Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Dia mengatakan, penarikan dana itu tidak mengganggu uang yang beredar di sistem perekonomian. Dengan dibelanjakan oleh pemerintah, maka bisa membawa dampak berganda (multiplier effect).
Jadi tidak menganggu uang beredar di sistem perekonomian. Malah harusnya lebih bagus karena ada dampak multiplier dari belanja pemerintah, pusat masing-masing daerah, katanya.
Meski ditarik, masih ada Rp 201 triliun dalam sistem perbankan. Jadi itu enggak apa-apa, tapi yang Rp 200 (triliun) masih saya taruh di perbankan, sambung Bendahara Negara itu.
/2025/12/04/1281030887.jpg)
/2025/10/29/865650798.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/12/15/1325170386.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5345158/original/033278100_1757510450-PHOTO-2025-09-10-18-22-42.jpg)

/2022/04/01/764563844.jpg)
/2025/08/07/737618233.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2835792/original/038785100_1561357842-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5139939/original/076629500_1740130101-IMG-20250221-WA0002.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4898437/original/015266300_1721643866-965ec85f-ffdc-4ba4-83ff-1fa9c30e62eb.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5498860/original/065344600_1770723530-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_18.37.15__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497419/original/068689300_1770627953-Mensesneg_Prasetyo.jpg)