Jakarta – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) terus memperkuat strategi pengawasan dan mitigasi risiko dalam menghadapi kondisi cuaca yang cenderung tidak menentu belakangan ini, khususnya pada sektor transportasi laut.
Upaya tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan pelayaran sekaligus menjaga kelancaran layanan kepada masyarakat. PELNI secara aktif memantau perkembangan cuaca dan menyesuaikan operasional kapal apabila diperlukan.
BACA JUGA:PELNI Pastikan Operasional Kapal Tetap Terjaga di Tengah Cuaca Buruk
BACA JUGA:Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 Terkendala Kabut dan Hujan, Modifikasi Cuaca Disiapkan
Plt. Manager Komunikasi Korporasi PELNI, Nadya Nathasya, menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi langkah utama yang dilakukan perusahaan.
“PELNI secara intensif melakukan koordinasi dengan BMKG dan Kementerian Perhubungan terkait perkembangan kondisi cuaca,” ujar Nadya kepada www.wmhg.org, Senin (19/1/2026).
Selain koordinasi, PELNI juga memanfaatkan dukungan teknologi untuk memantau kondisi cuaca dan operasional kapal secara real time.
“Monitoring operasional dilakukan melalui operation room dengan dukungan sistem Automatic Weather System (AWS) yang terhubung secara host to host dengan BMKG guna memastikan informasi cuaca terkini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pelni memastikan operasional pelayaran kapal tetap berjalan dengan baik di tengah kondisi curah hujan tinggi dan cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah Indonesia sejak periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Cuaca ekstrem yang terjadi sejak pertengahan Desember hingga awal Januari tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran transportasi laut. Namun, PELNI menyatakan kondisi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap jadwal dan operasional kapal.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
/2025/04/21/1234404100.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477485/original/096998400_1768827237-Direktur_Utama_InJourney__Maya_Watono-19_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476934/original/027256100_1768803386-Badan_Pengatur_Hilir_Minyak_dan_Gas_Bumi__BPH_Migas_.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386099/original/078137900_1760954214-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129181/original/073224100_1739277124-20250211-Menteri_ATR_BPN-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)