Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menegaskan otoritas terus menyiapkan respons kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan (SSK) di tengah ketidakpastian global dan dinamika perekonomian domestik. Langkah ini ditempuh dengan tetap memperhatikan perkembangan pasar keuangan nasional serta kebutuhan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Dalam merespons dinamika tersebut, OJK menempuh berbagai langkah kebijakan yang ditujukan untuk menjaga stabilitas sekaligus melindungi konsumen dan mendukung kegiatan ekonomi.
BACA JUGA:MSCI Bekukan Rebalancing Indeks, BEI Berupaya Tingkatkan Bobot Saham Indonesia
BACA JUGA:OJK Targetkan Demutualisasi BEI Rampung Semester I 2026
BACA JUGA:Perkara Pindar PT CMB Selesai, OJK: Tersangka Terancam Bayar Denda Rp 200 Miliar
BACA JUGA:Implementasi Asuransi Bencana Masih Penuh Tantangan, Ini Catatan OJK
BACA JUGA:Resmi Spin-Off, Sinar Mas Asuransi Syariah Tancap Gas Perkuat Pasar Nasional
Sebagai respons terhadap dinamika global, serta mencermati perkembangan perekonomian dan pasar domestik, OJK mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan guna menjaga stabilitas sistem keuangan (SSK) dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Mahendra pada Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2026, Selasa (27/1/2026).
Kebijakan itu antara lain mencakup perlakuan khusus kredit bagi debitur terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera, penguatan pengawasan industri keuangan nonbank, hingga penerbitan berbagai regulasi untuk memperkuat industri pembiayaan, asuransi, dan dana pensiun.
Di sisi pelindungan konsumen, Indonesia Anti Scam Center (IASC) tercatat telah membantu pengembalian dana korban penipuan, sementara Satgas PASTI menghentikan ribuan entitas keuangan ilegal sepanjang 2025.
Sejumlah indikator sektor jasa keuangan menunjukkan ketahanan yang tetap terjaga. Intermediasi perbankan masih tumbuh dengan profil risiko yang terkendali, tercermin dari pertumbuhan kredit perbankan sebesar 9,6% secara tahunan pada Desember 2025 menjadi Rp 8.585 triliun.
Kualitas kredit tetap stabil dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross 2,05% dan NPL net 0,79%. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan berada pada level tinggi 25,87%, sementara likuiditas terjaga dengan rasio Alat Likuid terhadap DPK sebesar 28,57%.
/2023/11/14/265599980.jpg)
/2023/02/06/1670990717.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2793619/original/013488900_1556718746-Kembang-Api-Buruh4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4967681/original/010007900_1728810787-Depositphotos_650143686_L.jpg)

/2025/12/09/954404319.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486677/original/085045300_1769595276-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_16.13.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486550/original/072648900_1769590191-Deputi_Gubernur_Bank_Indonesia_terpilih_Thomas_Djiwandono-_28_Januari_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129438/original/034681000_1739288405-BI_10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484915/original/056960900_1769488796-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_10.56.47.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)