Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir sejumlah proyeksi yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat tajam. Ia menilai sebagian analis dan lembaga telah keliru membaca arah ekonomi karena realisasi data justru menunjukkan hasil yang lebih kuat.
Menurutnya, sebelum angka resmi pertumbuhan diumumkan, berkembang pandangan bahwa ekonomi domestik akan mengalami perlambatan signifikan. Sentimen itu bahkan dikaitkan dengan perubahan outlook oleh lembaga pemeringkat global.
BACA JUGA:Argentina Borong SDR Rp 13,56 Triliun dari AS demi Bayar Bunga Utang IMF
BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Dinilai Tangguh, IMF Ramal Pertumbuhan Berlanjut hingga 2026
BACA JUGA:Dunia Dilanda Ketidakpastian, Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksi Tumbuh Segini
“Waktu kita belum mengeluarkan angka ini, orang kan berpikir ekonominya tumbuhnya akan lambat sekali, makanya Moody’s mengeluarkan outlook kita negatif, karena ada prospek pertumbuhan yang lebih lambat katanya. Taunya, tumbuhnya lebih tinggi,” kata Purbaya dalam acara Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026).
Purbaya menyebut, setelah data pertumbuhan dirilis, sejumlah lembaga internasional justru merevisi naik proyeksi ekonomi Indonesia. Revisi tersebut dinilai mencerminkan pengakuan bahwa kinerja ekonomi domestik lebih solid dari perkiraan awal pasar.
“Habis itu langsung IMF menaikkan prediksi kita dari 4.9 ke 5.2 untuk tahun ini, JP Morgan juga sama, dari 4.9 ke 5.2,” tuturnya.
Ia pun menilai ada pihak-pihak yang terlalu cepat mengambil kesimpulan negatif terhadap prospek ekonomi Indonesia.
“Jadi ada yang offside kelihatannya. Biar aja, kita akan buat dia offside betulan,” tambah purbaya.
Purbaya menegaskan pemerintah akan terus mendorong stimulus fiskal, memperkuat likuiditas, dan menjaga ekspansi dunia usaha agar momentum pertumbuhan tetap terjaga. Pernyataan tersebut menjadi sinyal optimisme pemerintah kepada pelaku pasar di tengah dinamika sentimen global.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2024/09/05/1181790103.jpg)
/2025/10/01/1177083743.jpg)
/2015/04/28/458714412.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5179834/original/071751100_1743659437-5649e39f-9889-4268-afdc-a18014514f14.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/2835792/original/038785100_1561357842-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5182572/original/043086700_1744095807-20250408-ASN_Pemprov_DK_Jakarta-HER_9.jpg)
/2025/12/07/399938828.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473893/original/049823100_1768461020-1500_x_845.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496433/original/011805000_1770535416-9d276887-a3b4-4679-a2c8-cbdbdbf50a52.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499484/original/079695700_1770787736-IMG_1308.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3258331/original/091172300_1601894551-20201005-Kemiskinan-DKI-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1639535/original/088370600_1499173244-asdwdefcgf.jpg)