Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) memfasilitasi 20 perwakilan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pekerja sektor informal untuk mendapatkan akses KPR rumah pertama dalam acara Epic Market, Senin (2/3/2026).
Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PKP, Shinta Maruarar Sirait, menggelar kegiatan pemberdayaan yang menghadirkan 75 tenant UMKM dari sektor fesyen dan kuliner. Dalam, acara tersebut tidak sekadar menjadi ajang jual beli, melainkan juga sarana sosialisasi program perumahan rakyat.
BACA JUGA:Purbaya Dukung Perpanjangan Tenor Cicilan Rumah Subsidi hingga 30 Tahun
BACA JUGA:Tenor Cicilan Rumah Subsidi Bakal Diperpanjang hingga 30 Tahun
Shinta menjelaskan, melalui program 3 juta rumah, para pelaku UMKM, khususnya para perempuan beserta pegawainya memiliki peluang lebih besar untuk mengakses hunian layak.
“Saya ingin para pelaku UMKM wanita, penenun, juru masak, OB, ART, sampai pegawai lainnya tahu bahwa mereka bisa punya rumah sendiri dengan mudah melalui skema KPR MBR,” ujarnya dalam acara Epic Market DWP Kementerian PKP, di Telkom Hub, Senin (2/3/2026).
Program tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk pelaku UMKM dan pekerja informal. Dalam kegiatan itu, sebanyak 20 perwakilan dipilih untuk menerima fasilitas KPR rumah pertama, dengan catatan tetap harus memenuhi persyaratan administrasi.
Adapun skema KPR MBR menawarkan bunga tetap 6% per tahun dengan tenor hingga 30 tahun. Kebijakan yang diterapkan Menteri PKP ini dinilai memiliki cicilan per bulan lebih ringan karena sebelumnya tenor maksimal hanya 20 tahun.
/2025/02/12/295818587.jpg)
/2025/09/22/1467086553.jpg)
/2022/04/26/1849894064.jpg)
/2024/07/01/823936766.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5517673/original/078764500_1772436384-1000249404.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467322/original/061717500_1767872284-1.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459767/original/052734300_1767173469-publikasi_1767166092_6954d08c6d721.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5371515/original/011669500_1759665536-1001320582.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475276/original/056009900_1768562165-1000026474.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)