Jakarta – Minyak Rusia muncul sebagai penerima manfaat utama dari perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran. Analis menilai, hal ini karena negara-negara itu berebut menyewa kapal tanker setelah keputusan Presiden AS Donald Trump untuk sementara melonggarkan sanksi.
Mengutip laman Al Jazaeera,ditulis Sabtu (21/3/2026), setelah percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 10 Maret 2026, Trump menuturkan, AS akan mencabut sanksi terkait minyak Rusia terhadap “beberapa negara” untuk mengurangi kekurangan yang disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Adapun pada masa damai, Selat Hormuz dibuka berkontribusi membawa 20 persen minyak dan gas dunia dari produsen di Teluk.
BACA JUGA:Putin Tegaskan Rusia Tetap Sahabat Setia Iran
BACA JUGA:Umat Muslim Rusia Rayakan Idul Fitri dengan Salat dan Berdonasi
BACA JUGA:Putin Ucapkan Selamat Idulfitri, Soroti Nilai Moral dan Kontribusi Umat Muslim
BACA JUGA:Putin Tawarkan Hentikan Intelijen ke Iran jika AS Setop Dukungan ke Ukraina
Pekan ini dilaporkan sejumlah kapal tanker yang membawa minyak Rusia yang menuju China telah mengubah haluan dan menuju India sebagai gantinya.
Berdasarkan angka dari the Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) atau Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih Rusia memperoleh tambahan 672 juta euro atau USD 777 juta (Rp 13,17 triliun, asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.960) dari penjualan minyak dalam dua minggu pertama perang terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026 saat Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Teheran, menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat senior Iran lainnya.
Iran kemudian membalas, meluncurkan ribuan rudal dan drone ke arah Israel serta aset dan infrastruktur militer AS di negara-negara Teluk tetangga. Perang meningkat minggu ini, ketika Israel membom ladang gas South Pars Iran yang penting, dan Iran membalas dengan serangan terhadap aset energi Teluk, termasuk fasilitas Gas Alam Cair (LNG) Ras Laffan Qatar – yang terbesar di dunia.
Minggu ini, harga rata-rata minyak Urals – patokan Rusia – jauh lebih tinggi daripada harga sebelum perang yang kurang dari USD 60, yaitu sekitar USD 90 per barel.
/2026/01/20/883161196.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2026/01/20/1078598350.jpg)
/2026/01/05/369835760.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4401674/original/056918100_1681909694-20230419-Mudik-Jalur-Pantura-Angga-3.jpg)
/2025/03/17/206154261.jpg)







:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535863/original/060254700_1774160228-0dc7e705-7c71-4ad3-a8ab-2e70a1d5a61a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523301/original/058794000_1772800726-IMG_0761.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535727/original/090736300_1774097311-PT_Kereta_Api_Logistik_atau_KAI_Logistik_kembali_mengangkut_dua_lokomotif_hidrolik-_21_Maret_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535730/original/073491700_1774100404-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-21_Maret_2026a.jpg)