Jakarta – Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira, menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian serius bagi dunia usaha. Kondisi ini dinilai dipengaruhi oleh sejumlah faktor global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga penguatan dolar AS di pasar internasional.
Ia menjelaskan, stabilitas nilai tukar menjadi faktor penting bagi pelaku usaha dalam merencanakan investasi, mengelola biaya produksi, serta menjalankan aktivitas perdagangan internasional.
BACA JUGA:Harga Tiket Pesawat Jeddah-Jakarta Melambung Imbas Perang, Beban Jemaah Umrah Bertambah
BACA JUGA:Puluhan Ribu Jemaah Umrah Berpotensi Terjebak Akibat Konflik di Iran
BACA JUGA:Selat Hormuz Ditutup, Pengusaha Cemas Biaya Logistik Meledak dan Margin Usaha Tergerus
BACA JUGA:Hipmi Usul Impor 105.000 Mobil India Buat Kopdes Merah Putih Dibatalkan
Dunia usaha tentu mencermati dengan serius pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 17.000 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor global, mulai dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi dunia, penguatan dolar AS akibat kebijakan suku bunga global, hingga meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan internasional,” ujar Anggawira kepada www.wmhg.org, Senin (9/3/2026).
Menurut dia, pelemahan rupiah juga membawa konsekuensi langsung bagi sejumlah sektor usaha, terutama yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor bahan baku, energi, maupun barang modal. Kenaikan harga bahan baku impor berpotensi mendorong peningkatan biaya produksi di berbagai sektor, seperti manufaktur, makanan dan minuman, elektronik, hingga energi.
Di sisi lain, pelemahan rupiah juga dapat memicu tekanan inflasi domestik apabila kenaikan harga barang impor merambat ke harga barang di dalam negeri.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak sepenuhnya berdampak negatif bagi perekonomian. Anggawira menyebut, pelemahan rupiah juga dapat memberikan peluang bagi sektor berbasis ekspor karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global.
Untuk sektor ekspor, terutama komoditas seperti batu bara, CPO, produk mineral, dan beberapa sektor manufaktur berorientasi ekspor, pelemahan rupiah justru dapat meningkatkan daya saing dan margin ekspor,” kata dia.
/2025/05/23/1773589716.jpg)
/2024/05/08/49081693.jpg)
/2021/09/19/1933925616.jpg)
/2025/05/13/879668017.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525572/original/068691400_1773045505-1000256166.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382998/original/053653000_1760612390-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524910/original/088029300_1773024560-a642b33a-2b7a-46dd-b064-2fb0aab29e93.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524919/original/093651200_1773024997-kopi_kenangan_edit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525079/original/059612500_1773031060-WhatsApp_Image_2026-03-09_at_10.25.06.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521456/original/046444200_1772690467-unnamed__73_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2034336/original/042934000_1522123940-Sawit_Jambi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504194/original/061386800_1771227775-PT_Kereta_Api_Indonesia__Persero__mencatat_perjalanan_KA_di_lintas_utara_berangsur_normal-16_Februari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512269/original/047632000_1771936819-1000843403.jpg)