Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti masih tingginya pendapatan bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan nasional yang dinilainya belum banyak berubah dalam beberapa dekade terakhir.
“Ini kan masalah pada perbankan kita sudah mungkin 30 tahun, 40 tahun seperti ini. Di mana net interest margin kita besar, tertinggi di dunia dan akhirat,” ujar Purbaya dalam acara economic outlook di Graha CIMB Niaga Jakarta, Kamis (12/2/2026).
BACA JUGA:BTN Bidik Punya 100 Digital Store di 2027
BACA JUGA:Wamenkeu Suahasil Minta PT PIP Kasih Kredit Usaha Mikro Bunga Rendah
Komentar tersebut disampaikan menanggapi kondisi ketika Bank Indonesia (BI) telah berulang kali memangkas BI Rate, namun suku bunga kredit perbankan masih bertahan di level relatif tinggi. Hal ini menimbulkan persepsi adanya jarak antara kebijakan moneter otoritas dengan realisasinya di sektor riil.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan rata-rata NIM industri perbankan sebesar 4,56% pada Desember 2025, sedikit turun dari 4,62% pada Desember 2024. Kendati demikian, sejumlah bank besar masih membukukan NIM di kisaran 5% hingga 6%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan negara maju seperti Amerika Serikat dengan rata-rata NIM sekitar 2%–3%, maupun Australia yang berada di kisaran 2%.
Purbaya menilai struktur perbankan domestik yang cenderung oligopolistik membuat penurunan bunga berjalan lebih lambat, sehingga margin bunga bersih tetap tinggi.
“Kalau saya lihat sebagai ekonom ya, struktur perbankan kita cenderung oligopolis. Ya harusnya bank sentral yang mengatur itu. Saya enggak tahu bagaimana caranya. Tetapi harusnya ada cara untuk menurunkan seperti itu,” sebutnya.
/2025/09/09/1154512313.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2024/10/27/1641934318.jpg)
/2026/01/14/1374241906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501784/original/013892300_1770956259-1000028506.jpg)
/2025/07/23/427260430.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4905401/original/072467000_1722346240-IMG_0389__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4908277/original/043617300_1722647014-PBRA1879.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529004/original/022590700_1773302602-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_15.00.02.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529560/original/069840500_1773370657-BRI_Imlek.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529575/original/069455900_1773372057-WhatsApp_Image_2026-03-13_at_09.28.40.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529583/original/055065300_1773372270-WhatsApp_Image_2026-03-13_at_09.31.06.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527100/original/091852400_1773180939-Presiden_Prabowo_Subianto__2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337099/original/045821000_1609328706-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5160378/original/069897800_1741795320-cacbe7cf-b221-491f-8ec9-d3ec31df7d43.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)