Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ekonomi Indonesia dalam masa perbaikan yang cukup positif. Meskipun, beberapa aspek terpantau mengalami penurunan.
Misalnya nilai tukar rupiah terhadai dolar Amerika Serikat (AS) yang mendekati Rp 17.000. Kemudian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok. Purbaya mengatakan, hal ini mendapat pengaruh dari beberapa kalangan.
BACA JUGA:Update Harga Emas 24 Karat Hari Ini 10 Maret 2026, Siapa Termurah?
BACA JUGA:Harga Perak Antam Melesat Jadi Rp 54.700 di 10 Maret 2026, Simak Rinciannya
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Bantah Ekonomi Resesi Usai Diserbu saat Blusukan ke Pasar Tanah Abang
BACA JUGA:Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif, Pemerintah Siapkan IP Finance Rp 10 Triliun
(Nilai tukar) Rupiah 17.000, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang, katanya kita sudah resesi mulai seperti 1998 lagi, ya itulah, daya beli sudah hancur, ungkap Purbaya di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2025).
Dia dengan tegas membantah anggapan tersebut. Menurutnya, ekonomi Indonesia sedang dalam masa pertumbuhan yang cukup baik. Bahkan, dia membantah anggapan penurunan daya beli signifikan hingga resesi maupun krisis ekonomi.
Tidak seperti itu, ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian, dan boro-boro krisis, jangankan krisis, resesi aja belum, melambatnya aja belum, kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan, ujarnya.
Dengan demikian, Bendahara Negara ini juga meminta para investor saham untuk tetap tenang. Apalagi, Indonesia sudah melewati banyak masa krisis seperti 1998, 2008-2009, hingga pandemi 2020.
Jadi, teman-teman enggak usah takut. Kita sudah punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memitigasi segala gejolak yang terjadi, tentunya dengan langkah-langkah yang diperlukan. Yang jelas, kalau pengalaman 2008, 2020, 2015, kita bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, beber dia.
/2025/12/22/1382838809.jpg)
/2025/01/01/314892037.jpg)
/2025/09/03/1680158180.jpg)
/2025/12/29/511986178.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4338025/original/002773600_1677392396-ilustrasi_investasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4412750/original/051626400_1683024970-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-3.jpg)

/2026/01/11/1785258241.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1650979/original/007849000_1500289004-20170717-Kinerja-Ekspor-dan-Impor-RI-Jeblok-Angga-6.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2858898/original/006856400_1563614299-20190720-Gangguan-Bank-Mandiri-HERMAN-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4375853/original/035596900_1680074819-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525981/original/065011300_1773105860-WhatsApp_Image_2026-03-10_at_07.37.51.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5526183/original/056227500_1773114146-d1924f23-047f-46c5-817a-0a33baec9952.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382998/original/053653000_1760612390-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4038521/original/052833700_1653980220-Daging-Sapi-Pasar-Senen-Virus-PMK-Iqbal-3.jpg)