Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan ide yang muncul saat dirinya melakukan siaran langsung di TikTok bersama anaknya semalam. Dari interaksi tersebut, ia mengaku mendapat banyak masukan, terutama terkait kondisi marketplace di Indonesia.
“Iya (live TikTok) sama anak saya, saya main sama dia, lah,” kata Purbaya usai melaksanakan Shalat Idulfitri di Masjid Salahuddin, Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
BACA JUGA:Sebar ShopeePay Bikin Kirim THR Lebih Praktis dan Untung Jelang Lebaran
BACA JUGA:Goyang ShopeePay Bikin Ramadan Makin Fun, Ada Banyak Promo dan Keuntungan Menanti
BACA JUGA:Momen Ramadan 2026, Ini Kunci Biar Penjualan Meningkat Pesat
Purbaya mengatakan, awalnya ia hanya mencoba belajar dan membaca, tetapi percakapan santai itu berkembang menjadi diskusi soal berbagai keluhan masyarakat.
“Lagi, saya lagi belajar, tapi belajar baca-baca, itu majalah sama paper sedikit, tapi lumayan. Ada banyak keluhan-keluhan,” katanya.
Salah satu isu yang mencuat adalah dominasi pihak asing dalam ekosistem marketplace. Hal ini kemudian memicu pemikirannya untuk mencari cara mengubah kondisi tersebut.
Untuk marketplace, katanya dikuasai sana (China) semua, ya. Saya lagi mikir bagaimana membalikkan marketplace-nya,” ucap Purbaya.
Ia juga menyinggung sejumlah platform yang dinilai memiliki keterkaitan dengan pihak luar negeri, serta dampak digitalisasi terhadap pasar domestik.
Tokopedia dikuasai China , semuanya. Tiktok mau ke sini juga. Boleh dibilang digitalisasi, kalau seperti itu sepertinya memberikan pasar ke China langsung,” tuturnya.
Menurut Purbaya, perlu adanya langkah untuk memperkuat pelaku usaha dalam negeri agar mampu bersaing, termasuk dengan menghidupkan kembali perusahaan domestik.
Sebenarnya, kita mikirin lagi. Saya lagi mikir, ada enggak perusahaan domestik yang bisa dihidupkan lagi untuk menjadi kompetisi dari China, even di pasar domestik ini. Di marketplace-nya itu,” kata dia.
/2026/01/20/1078598350.jpg)
/2026/01/05/369835760.jpg)
/2026/01/20/1056040193.jpg)
/2024/01/07/512833856.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535623/original/063586200_1774071743-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sardewa-21_Maret_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931532/original/090545100_1724925587-IMG-20240829-WA0029.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534694/original/030997000_1773884307-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931803/original/003038800_1724943087-WhatsApp_Image_2024-08-29_at_12.27.10.jpeg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016981/original/055489100_1652075718-20220905-FOTO---ASN-PEMROV-DKI-JAKARTA-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2836176/original/077516600_1561369125-20190624-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535413/original/068439700_1774002745-WhatsApp_Image_2026-03-20_at_17.30.27.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1363011/original/054355300_1475488357-20161003-Pasar-Tebet-Jakarta--Angga-Yuniar-03.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532599/original/022364200_1773658824-7.jpg)