Jakarta – Riset Bain & Company melihat arah bisnis yang cenderung memperhatikan transisi energi. Sementara itu, konsumsi minyak dan gas bumi (migas) diprediksi juga mencapai puncaknya pada 2035.
Mengutip hasil survei yang dilakukan oleh Bain&Company pada Desember 2025 hingga Januari 2026, 800 eksekutif bisnis migas dan energi memberikan respons arah bisnis kedepannya. Mengamankan keunggulan kompetitif serta akses terhadap energi bersih yang terjangkau dan andal menjadi prioritas utama, selain pengurangan emisi karbon.
BACA JUGA:Mengenal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG): Barometer Pasar Modal Indonesia
BACA JUGA:Investor Institusi Bakal Tambah Kepemilikan Kripto Tahun Ini
BACA JUGA:Libur Bursa Nyepi dan Lebaran 2026 Nyambung! Simak Jadwal BEI Tutup dan Buka Lagi
Namun, jalur menuju bisnis berbasis transisi energi semakin berbeda-beda. Perusahaan yang sudah berinvestasi besar tetap berkomitmen, sementara yang investasinya kecil mulai menarik diri, seperti dikutip dari hasil riset Bain&Company, Sabtu (21/3/2026).
Melihat dari sisi regional, lebih dari setengah perusahaan di Eropa mengalokasikan lebih dari 20% modalnya untuk investasi transisi energi. Sebagai perbandingan, hanya sekitar seperempat di Amerika Utara dan wilayah lain yang mengarahkan investasinya ke sektor tersebut.
Ini menunjukkan bahwa perusahaan di lingkungan kebijakan yang stabil cenderung mempertahankan investasinya, tulis Bain&Company.
Meski demikian, para eksekutif masih percaya bahwa ekonomi global akan sangat bergantung pada hidrokarbon selama setidaknya satu dekade ke depan. Banyak pemimpin minyak dan gas memperkirakan puncak permintaan minyak akan terjadi pada 2035 atau setelahnya, meskipun berbeda antar wilayah.
Menariknya, kini ada konsensus yang lebih kuat bahwa dunia kemungkinan baru akan mencapai emisi nol bersih (net-zero) pada tahun 2070 atau lebih lambat. Ini menunjukkan kompleksitas transisi energi dan kurangnya dukungan kebijakan yang diharapkan, seperti dikutip.
/2026/01/20/1078598350.jpg)
/2026/01/05/369835760.jpg)
/2026/01/20/1056040193.jpg)
/2024/01/07/512833856.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4964647/original/050104500_1728482453-PLN_Flores.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534694/original/030997000_1773884307-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931803/original/003038800_1724943087-WhatsApp_Image_2024-08-29_at_12.27.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4946745/original/070587600_1726638796-9869342a-c57a-423d-9c65-10b442bfd9d5.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016981/original/055489100_1652075718-20220905-FOTO---ASN-PEMROV-DKI-JAKARTA-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2836176/original/077516600_1561369125-20190624-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535413/original/068439700_1774002745-WhatsApp_Image_2026-03-20_at_17.30.27.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1363011/original/054355300_1475488357-20161003-Pasar-Tebet-Jakarta--Angga-Yuniar-03.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532599/original/022364200_1773658824-7.jpg)