Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan agar publik tidak terus-menerus memperdebatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan bahwa program tersebut bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan bagian penting dari strategi besar pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Purbaya, MBG dirancang sebagai instrumen untuk memperkuat pemerataan kesejahteraan sekaligus menjaga stabilitas sosial dan politik. Dua aspek ini dinilainya sebagai pondasi utama agar pertumbuhan ekonomi yang tinggi bisa benar-benar tercapai dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Prabowo Terima Delegasi Pakistan, Bahas Pertahanan, Investasi hingga KTT D8
BACA JUGA:Presiden Prabowo Usul Bentuk Dewan Kesejahteraan Nasional, Begini Perkembangannya
“Orang-orang sering protes MBG dan program-program yang lain, itu adalah satu pilar dari program pembangunan Pak Presiden, pemerataan dan stabilitas sosial, politik. Kalau itu nggak ada, yang high economic growth-nya nggak bisa tercipta. Jadi adalah kebanyakan protes MBG, ini memang program diperlukan oleh masyarakat, bagian dari tiga pilar ini,” ujar Purbaya dalam acara Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026).
Ia menyebut masih banyak pihak yang belum memahami arah kebijakan ekonomi pemerintah saat ini. Padahal, jelasnya, strategi pembangunan dirancang bertumpu pada tiga pilar utama: pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial.
Purbaya menilai kritik terhadap MBG sering kali mengabaikan posisi strategis program tersebut dalam kerangka besar pembangunan. Ia menegaskan bahwa tanpa pemerataan dan stabilitas sosial, pertumbuhan ekonomi tinggi tidak akan memiliki makna nyata bagi masyarakat luas.
Ia kembali menegaskan bahwa MBG memang ditujukan langsung untuk masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keadilan sosial.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2024/09/05/1181790103.jpg)
/2025/10/01/1177083743.jpg)
/2015/04/28/458714412.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500667/original/031430900_1770873194-ChatGPT_Image_Feb_12__2026__12_12_09_PM.png)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/2835792/original/038785100_1561357842-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5182572/original/043086700_1744095807-20250408-ASN_Pemprov_DK_Jakarta-HER_9.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473893/original/049823100_1768461020-1500_x_845.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496433/original/011805000_1770535416-9d276887-a3b4-4679-a2c8-cbdbdbf50a52.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499484/original/079695700_1770787736-IMG_1308.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3258331/original/091172300_1601894551-20201005-Kemiskinan-DKI-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1639535/original/088370600_1499173244-asdwdefcgf.jpg)