Jakarta – Usai sukses melaksanakan program pemagangan nasional di tahun 2025, pemerintah berencana melanjutkan program pemagangan nasional pada 2026. Kuota yang disiapkan minimal 100.000 peserta.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut program pemagangan nasional memberi manfaat bagi peserta, mulai dari pengalaman hingga keterampilan kerja sebagai bekal setelah lulus kuliah.
BACA JUGA:Jobseeker Merapat, Vidio Buka 5 Lowongan Kerja, Simak Posisinya
BACA JUGA:Enam Bulan Magang Nasional Prabowo, Bisa Kerja di Kementerian dan BUMN
BACA JUGA:Kemnaker: Target 100 Ribu Peserta Magang Nasional 2025 Tercapai
BACA JUGA:Kemnaker Temukan Dugaan Penyalahgunaan Program Magang Nasional di Sukabumi
“Pemerintah akan kembali membuka kesempatan bagi para lulusan baru perguruan tinggi pada pertengahan tahun 2026 dengan kapasitas minimal 100 ribu peserta pemagangan,” ujar Teddy, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, program ini dirancang untuk menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat keterkaitan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.
“Yang terpenting, peserta pemagangan benar-benar belajar langsung di perusahaan/instansi pemerintah, didampingi mentor, memperoleh pengalaman kerja nyata, dan menerima uang saku sesuai upah minimum kabupaten/kota setempat,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menaker Yassierli mengatakan pada semester pertama 2026 akan ada tambahan minimal 100.000 peserta pemagangan. Yassierli berharap, seiring bertambahnya mitra penyelenggara, kesempatan lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti program ini makin luas.
“Hal ini semakin meyakinkan bahwa program pemagangan menjadi instrumen penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing untuk jangka panjang,” ujar Yassierli.
/2023/11/14/265599980.jpg)
/2023/02/06/1670990717.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2793619/original/013488900_1556718746-Kembang-Api-Buruh4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4967681/original/010007900_1728810787-Depositphotos_650143686_L.jpg)

/2025/12/09/954404319.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486677/original/085045300_1769595276-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_16.13.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486550/original/072648900_1769590191-Deputi_Gubernur_Bank_Indonesia_terpilih_Thomas_Djiwandono-_28_Januari_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129438/original/034681000_1739288405-BI_10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484915/original/056960900_1769488796-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_10.56.47.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)