Jakarta – Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi, menilai ketegangan geopolitik global pasca penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpotensi menekan nilai tukar rupiah.
Aksi militer sepihak Amerika Serikat tersebut memicu ketidakpastian global yang mendorong investor menghindari aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.
BACA JUGA:AS Serang Venezuela, Dirjen Migas Jamin Stok dan Harga BBM Aman
BACA JUGA:Korban Tewas dalam Operasi Militer AS di Venezuela Mencapai 80 Orang
BACA JUGA:Anak Nicolas Maduro Buka Suara Usai Ayahnya Ditangkap Donald Trump
Untuk dolar sendiri, indeks dolar, Sabtu pagi (3/1) ditutup di 98.378. Kalau seandainya turun, melemah, support pertama itu di 98.098. Support kedua 97.834. Nah, kemudian kalau seandainya naik, resisten pertama 98.680, kemudian resisten kedua 98.926, kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, setiap eskalasi konflik geopolitik berskala internasional hampir selalu diikuti arus modal keluar dari pasar emerging market. Indonesia sebagai bagian dari pasar tersebut tak luput dari tekanan sentimen global.
Jika ketegangan ini berlanjut, rupiah berpotensi melemah seiring meningkatnya permintaan dolar AS sebagai aset lindung nilai. Kondisi ini menciptakan tekanan ganda bagi perekonomian domestik, khususnya pada harga aset berbasis dolar seperti emas.
Artinya, begitu mudah Amerika melakukan penyerangan terhadap ibu kota Caracas, ibu kota Venezuela dan menangkap presiden dan istrinya ke Amerika. Ini dari segi geopolitik. Geopolitik memang benar-benar membuat harga emas kemungkinan besar akan kembali melakukan kenaikan yang cukup signifikan, jelasnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4265833/original/019917300_1671444514-20221219-Pembatasan-Pergerakan-Angkutan-Natal-Tahun-Baru-Angga-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3233958/original/005284500_1599717943-20200910-Jakarta-Tarik-Rem-Darurat_-Ganjil-Genap-Ditiadakan-dan-Transportasi-Umum-Dibatasi-3.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188318/original/047441700_1595493633-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4844377/original/058934100_1716818807-960x0.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455446/original/032733600_1766658212-430107f0-2428-4d0b-ad66-7bb4a8534c4f.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5388501/original/067806200_1761122181-WhatsApp_Image_2025-10-22_at_13.51.12_74519c08.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469008/original/019117100_1768042279-WhatsApp_Image_2026-01-10_at_15.42.30.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469026/original/075459500_1768042887-publikasi_1768039633_696224d1e361a.jpeg)