Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengkritik kinerja jajaran direksi BUMN yang dinilainya tidak menunjukkan etika dan tanggung jawab. Ia menyoroti kondisi sejumlah BUMN yang sudah mencatatkan kerugian, namun masih berani meminta tantiam atau bonus kinerja.
Menurut Presiden, sikap tersebut mencerminkan rendahnya rasa malu dan kepedulian terhadap kondisi keuangan negara. Bahkan kata Prabowo, ia telah memberikan tugas khusus kepada kepala Danantara serta sejumlah menteri terkait untuk membersihkan BUMN dari praktik-praktik yang merugikan.
BACA JUGA:Prabowo Murka soal Mark-Up Energi: Segelintir Elite Untung di Atas Penderitaan Rakyat
BACA JUGA:Cerita Bahlil Soal Proyek RDMP: Dulu Diresmikan Soeharto, Kini Bangkit di Era Prabowo
BACA JUGA:Prabowo Resmikan Kilang Raksasa RDMP Balikpapan, Megaproyek Rp 123 Triliun
Direksi-direksi BUMN, saya katakan saja, tidak baik. Saya beri tugas kepada kepala Danantara dan beberapa menteri-menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan semua BUMN. BUMN sangat banyak, banyak yang rugi. Sudah rugi, minta tantiam lagi. Nggak tahu malu. Dableg!, kata Prabowo dalam Peresmian RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan BUMN kembali fokus pada tujuan awalnya, yakni memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat.
Presiden juga menegaskan bahwa jabatan direksi bukanlah hak yang tidak bisa diganggu gugat. Jika ada pihak yang merasa tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, Presiden meminta agar yang bersangkutan segera mengundurkan diri.
Kalau nggak mau, kalau nggak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja, segera minta berhenti. Banyak yang siap digantikan. Saya percaya banyak yang siap digantikan, ujarnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/06/24/1049013018.jpg)
/2025/10/18/1934219793.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470553/original/045675100_1768210028-WhatsApp_Image_2026-01-12_at_16.23.21__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384102/original/046932800_1760754888-WhatsApp_Image_2025-10-17_at_15.32.31.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467323/original/090605000_1767872284-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4269838/original/098490100_1671710597-BKI_2.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473822/original/065431000_1768458776-WhatsApp_Image_2026-01-14_at_13.38.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071004/original/007517600_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4028800/original/015596800_1653046835-FOTO.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474426/original/055933800_1768476656-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-b.jpg)